Senandung Pilu

Senandung Pilu
Episode 25


__ADS_3

Evanders Aliandra tidak pernah menyangka jika dirinya akan kembali jatuh cinta dan mempercayai cinta setelah kejadian delapan tahun silam, Kejadian dimana hari itu membuat Evan benar-benar membenci yang namanya Cinta Dan Wanita.


Delapan Tahun yang membuat Evan memutup hatinya rapat-rapat untuk wanita, Dimana delapan tahun silam tunangannya menikah dengan laki-laki lain, Dan yang lebih mengejutkan dan menyakitkan Evan mantan tunangannya itu ternyata sudah mengandung anak dari laki-laki lain padahal wanita itu sudah bertunangan dengan Evan.


Namun itu dulu saat ini Evan kembali jatuh cinta dengan sosok wanita yang sederhana dan cantik berhati baik bak malaikat bagi Evan, Alana Maureen Jovita wanita satu-satunya yang berhasil menyembuhkan trauma dalam diri Evan.


Bermula dari pertemun nya dengan Alana beberapa bulan yang lalu di kantornya kini hubungan Evan dan Alana semakin dekat, Bara yang hari itu mendapatkan nomor Alana langsung menghubungi Alana untuk mengajaknya makan malam sebagai rasa terimakasih nya, Tidak di sangka Alana mengiyakan ajakan Evan.


Pertemuan itu terus berlanjut hingga saat ini, Evan dan Alana sedang berada di salah satu restoran yang terkenal akan cita rasa masakan nya dan restoran itu adalah tepat favorite Alana, Evan sengaja memilih restoran itu karena Alana menyukainya.


"Kaka mau ini?" Tawar Alana menunjuk makanan di meja.


"Boleh" Jawab Evan.


Alana menyendokan udang saus Singapore dan meletakan nya pada piring Evan, Evan tersenyum menerima makanan dari Alana.


"Terimakasih" Ucap Evan setelah Alana meletakan sendok nya.


"Sama-sama kak"


Berimbas dari hubungan yang semakin akrab membuat mereka berdua tidak merasa sungkan, Alana yang lima tahun lebih muda dari Evan berinisiatif untuk memanggil Evan kaka agar ia merasa nyaman.


Mereka berdua makan dengan tenang, Sesekali mereka selingi dengan obrolan, Mereka berdua sama-sama merasa nyaman, Selesai makan Alana mengajak Evan untuk pergi membeli ice cream.


Bara menuruti keinginan Alana membeli ice crem di kedai ice cream yang ada di samping restoran," Ice cream coklat oreonya satu ya mas dan jangan di taburi mesis ya mas" Evan menyebutkan rasa ice cream favorite Alana.


Alana yang berdiri di samping Evan tersenyum senang Evan tau semua makanan kesukaan nya, Ice cream pesanan Alana sudah siap Evan membawanya ke salah satu meja yang kosong.


Meletakan ice cream di meja kemudian Evan menarik kursi untuk Alana duduk, "Terimakasih ka" Ucap Alana.


"Sama-sama Al" Jawab Evan setelah itu ia duduk di kursinya.

__ADS_1


Evan terus menatap Alana yang sedang asik memakan ice cream favorite nya, Sesekali Evan mengelap sudut bibir Alana yang ada bekas ice cream.


"Alana" Panggil Evan nada nya terdengar serius.


"Iya ka" Alana menatap Evan.


"Besok malam kamu ada acara ga?"


"Ga ada ka, Kenapa?


"Besok kaka mau ajak makan malam mau?" Tanya Evan, Ia berharap Alana mau.


"Mmm mau ka" Jawab Alana yang membuat Evan tersenyum.


"Besok malam kaka jemput ya?"


"Iya ka" Setelah mengatakan itu Alana melanjutkan memakan ice cream nya.


Evan tak pernah bosen untuk melihat Alana dalam keadaan apapun, Bagi nya Alana selalu terlihat cantik walau sedang makan ice cream sekalipun, Kali ini Evan benar-benar jatuh cinta kepada Alana.


Evan mengantarkan Alana kembali ke toko rotinya, Setelah itu ia juga kembali ke kantor karena mereka berdua keluar di saat jam istirahat makan siang.


Sampai di kantor Evan di kejutkan dengan kehadiran Bara dan Langit yang sudah ada di ruangannya, "Ngapain kalian disini?"


Bara mengedikan bahunya tanda ia tidak tau untuk apa ia di ajak ke kantor Evan, Karena tadi secara tiba-tiba Langit datang ke restorannya menariknya keluar dan membawa nya ke kantor Evan, Tidak mendapatkan jawaban dari Bara Evan menatap Langit.


"Sebenernya si ga ada apa-apa, Gue cuma mau bilang bisa ga kalian berdua ga usah setiap hari ke rumah Gue dan kalau main sama Kai sebentar aja bisa ga?" Langit mengeluarkan kekesalan nya kepada dua sahabat nya yang hampir setiap hari datang kerumahnya.


"OHH TENTU TIDAK BISA" Evan dan Bara berucap bersamaan dengan nada tidak terima.


"Ga bisa ya Lang pokoknya Lu ga bisa ngelarang kita datang keruamah Lu apalagi ngelarang kita main sama Kai." Sarkas Bara tidak terima Langit melarangnya datang kerumah nya dan bermain dengan Kai.

__ADS_1


"Sebagai Ayah nya Kai Gue berhak dong ngelarang kalian main sama anak Gue" Kekeh Langit.


Evan dan Bara semakin tidak terima dengan ucapan Langit, "Walaupun Lu Ayah nya Kai Lu tetap ga berhak ngelarang kita buat datang kerumah Lu dan bermain dengan Kai karena kami adalah Uncle nya Kai" Balas Evan memggebu-gebu baru kali ini Evan bersikap seperti itu apalagi kepada Langit.


"Dengerin tu apa kata Evan, Kai itu bukan cuma milik Lu tapi milik kita juga, Inget itu" Sela Bara bertelak pinggang.


Sebenarnya Langit tak benar-benar melarang Evan dan Bara datang kerumah nya setiap hari, Hanya saja Langit sedikit kesal setiap kali mereka datang mereka akan langsung menguasai Kai, Padahal sudah berulang kali Nara memberi pengertian namun Langit tetap tidak mengerti juga, Langit terlalu posesive dengan Kai.


"Cih dasar tua bangka, Makanya kalian nikah dan punya anak sendiri biar kalian tidak merebut Kai dari ku" Ejek Langit seketika Evan dan Bara melepar Langit dengan bantal sofa.


"Sialan" Ucap Bara dan Evan.


Melihat tumbuh kembang Kai yang semakin hari semakin menggemaskan membuat Langit begitu menyayangi Kai, Langit tidak bisa jauh-jauh dari Kai, Jika Langit sedang bekerja setiap jam Langit akan menghubungi Nara menanyakan Kai sedang apa, Tak jarang hal itu membuat Nara merasa sedikit kesal dengan tingkah Langit namun Nara berusaha memakluminya.


Begitupun dengan Kedua nenek dan kakek Kai, Mereka melakukan hal yang sama, Setiap hari ponsel Nara tak berhenti berdering, Ayah dan juga kakek nenek Kai bergantian menghubungi nya untuk melihat wajah Kai, Apalagi Kai adalah anak dan juga cucu satu-satu nya di tiga keluarga itu, Karena itulah Kai menjadi rebutan.


Kai seperti sebuah batu permata yang susah di dapatkan sehingga menjadi rebutan, Nara sampai bingung bagaimana cara mengatur waktu agar Ayah dan kakak nenek kai tidak cemburu jika Kai sedang bersama dengan salah satu di antara mereka.


Di rumah Nara baru saja meletakan ponselnya tiba-tiba ponselnya kembali berdering panggilan vidio dari Oma Kai Mama Nara.


Menghela nafas sebentar kemudian nara menjawab panggilan vidio itu, "Hallo sayang cucu Mama mana" Suara Nyonya Anggie saat vidio sudah terhubung.


"Ini Ma, Kai lagi minum susu" Nara mengarahkan kamera mengahadap wajah Kai yang sedang minum susu dalam botol.


"Hallo cucu Oma yang paling ganteng, Oma kangen" Ucap Nyonya Anggie padahal baru kemarin mereka bertemu.


"Kan kemarin baru ketemu Oma" Jawa Nara menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Tapi Oma masih kangen"


"Yasudah Oma dateng dong ke rumah Kai"

__ADS_1


"Iya deh besok Oma dateng ya sayang cucu Oma"


Mereka mengobrol banyak setelah itu panggilan vidio selesai, Nara menidurkan Kai dan setelah Kai tidur Nara ikut tidur karena ia benar-benar merasa lelah, Nara tidur dalam keadaan perutnya yang kosong karena sedari pagi ia belum makan nasi, Ia hanya makan roti bersama Langit pagi tadi.


__ADS_2