Senandung Pilu

Senandung Pilu
Episode 57


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu sejak hari dimana Nara dan Langit bertemu, Langit menepati janjinya sejak hari itu ia tidak datang menemui Nara sama sekali, Namun Langit secara diam-diam mengikuti Nara dengan penyamaran yang Nara tidak mungkin tau jika itu adalah Langit.


Nara juga sudah memulai aktifitas nya seperti biasa, mengantar Julian sekolah dan setelah itu membuka Toko Rotinya, Tuan Damara dan Nyonya Anggie juga masih ada di Kota Riga, Mereka belum kembali ke Indonesia karena mereka masih berusaha untuk membujuk Nara agar mau kembali ke Negaranya.


Tuan Damara dan Nyonya Anggie sudah beberapa kali merayu Nara untuk pulang ke Negara mereka, Namun Nara masih enggan untuk meninggalkan Kota Riga, Ntah apa yang memberatkan Nara sampai ia begitu sulit menentukan pilihannya.


Nara sendiri masih ada keraguan dan ketakutan dalam dirinya untuk kembali kembali ke Negaranya, Ia ragu jika Langit akan mengingkari janji nya dan ia takut jika orangtua nya menolak membawa Julian dan Vallerie bersama mereka, Sedangkan Nara tidak bisa jika harus berpisah dengan Julian Dan Vallerie.


Julian dan Vallerie sudah menjadi bagaian dari hidupnya sejak hari dimana mereka bertemu dulu, Hidup mereka sudah saling terikat satu sama lainnya karena itu Nara tidak bisa jauh dari mereka berdua.


Sedangkan Tuan Damara tidak bisa lebih lama lagi ada di kota Riga karena ia tidak mungkin meminta besan nya menghendle perusahaan nya terus menerus, Tuan Damara sudah sangat merepotkan Langit dulu untuk menghendle perusahaan nya karena itulah Tuan Damara tidak mau merepotkan lebih jauh lagi besan nya yang kini menghendle perusahaan nya untuk sementara.


Karena itulah saat ini Tuan Damara dan Nyonya Anggie sedang duduk bersama Nara di ruang keluarga, Tuan Damara akan membujuk Nara lagi agar mau pulang ke Negara nya.


"Papa ada apa?" Bingung Nara karena kedua orangtuanya memintanya bertemu di ruang keluarga


"Begini sayang Papa mau tanya, Apa Nara tidak ingin kembali ke Negaramu sayang?" Tanya Tuan Damara sembari menatap Nara.


"Kenapa tiba-tiba Papa menanyakan itu?"


"Papa rasa Papa dan Mama tidak bisa lebih lama lagi ada di kota ini, Karena Papa disana memiliki tanggung jawab terhadap perusahaan kita" Jeda Tuan Damara memperhatikan wajah bingung Nara.


"Kau tau Nara, Beberapa tahun ini semenjak Mama mu sakit perusahaan di hendle oleh Langit, Siang malam Langit bekerja agar perusahaan kita tidak jatuh karena Papa yang sibuk mengurus Mama mu, Dan sekarang perusahaan di hendle oleh Ayah mertua mu, Papa tidak mungkin merepotkan keluarga Langit terus menerus karena itu Papa bertanya apakah kamu tidak ingin kembali ke Negara mu"


"Jika kamu mau pulang bersama kami maka Papa akan mengambil alih kembali perusahaan kita, Tapi jika kamu tidak ingin kembali maka terpaksa Papa harus merepotkan Ayah mertuamu, Karena jujur Papa dan Mama tidak mau berjauhan dengan kamu lagi" Lanjut Tuan Damara menjelaskan apa saja yang terjadi dengan perusahaan keluarga nya selama Nara pergi.


Nara diam penjelasan Tuan Damara membuatnya semakin bingung untuk memilih atara kembali ke Negaranya atau tetap menetap di tempat dimana dia tinggal sekarang.


Nyonya Anggie pindah duduk di samping Nara dan mengambil tangan Nara untuk ia genggam, "Seperti apa yang di katakan Papa mu, Tidak apa-apa jika kamu belum ingin kembali, Papa dan Mama akan menemanimu disini" Ucap Nyonya Anggie menenangkan Nara, Nyonya Anggie tau anak nya sedang kebingungan untuk memilih.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang membuatmu ragu untuk kembali ke Negara mu sayang?" Tanya Nyonya Anggie.


Nara menatap Mama nya sebentar dan menarik nafasnya, "Jika Nara kembali bagaimana dengan Julian dan Vallerie?" Jujur Nara mengatakan apa yang membuatnya ragu untuk kembali.


Nyonya Anggie mengerutkan alisnya dengan sedikit senyum di bibirnya, Seperti nya Nyonya Anggie tau apa yang membuat putrinya ragu untuk kembali selama ini, "Memangnya kenapa dengan Julian dan Vallerie sayang?"


"Jika Nara kembali ke Negara kita, Nara tidak bisa meninggalkan mereka disini dan Nara juga tidak bisa jauh-jauh dari mereka, Mereka sudah menjadi bagaian dari hidup Nara Ma Pa" Aku Nara mengeluarkan semua resah di hatinya.


Tuan Damara dan Nyonya Anggie tersenyum mendengar apa yang Nara ucapkan, "Memang siapa yang mau meninggalkan Julian dan Vallerie disini sayang, Jika kamu kembali tentu saja Julian dan Vallerie akan ikut bersma mu" Jawab Nyonya Anggie yang mana membuat Nara senang dan tidak percaya.


"Mama ini benar Ma?" Tanya Nara tak percaya.


"Iya benar sayang, Jika kamu mau kembali Papa akan mengurus semua dokumen-dokumen dan juga paspor Julian dan Vallerie untuk ikut kita ke Indonesia" Sela Tuan Damara menjawab pertanyaan Nara.


Nara senang ia merasa bahagia sampai-sampai membuatnya hampir tak percaya orangtua nya mengizinkan nya untuk membawa Julian dan Vallerie pulang bersama nya, Bahkan Papa nya mau menguruskan dokumen-dokumen penting Julian dan Vallerie.


Sekarang hatinya sudah lega tidak ada lagi ketakutan jika orangtuanya tidak mengizinkannya membawa Julian dan Vallerie, Namun keraguan akan janji Langit masih ada di hatinya tapi untuk sekarang Nara bisa mengesampingkan hal itu.


"Iya sayang sama-sama" Jawab Tuan Damara dan Nyonya Anggie.


Setelah selesai berbicara hal penting mereka melanjutkan obrolan ringan di selingi canda tawa bahagia mereka, Sedangkan di dalam kamar Vallerie merasa gelisah tentang apa yang ia tidak sengaja dengar tadi.


Tadi saat Julian menangis mencari Nara Vallerie berencana akan keluar untuk memberitahu Nara jika Julian menangis mencarinya, Saat baru membuka pintu kamar tidak sengaja Vallerie mendengar sedikit percakapan mereka yang membicarakan dirinya dan Julian.


Vallerie mendengarkan saat Nara bertanya bagaimana dengan dirinya dan Julian jika Nara pulang ke Indonesia, Vallerie tidak sempat mendengarkan jawaban dari orangtua Nara karena Vallerie harus menenangkan Julian yang kembali menangis.


Menutup pintu Vallerie mendekati Julian dan menggendongnya untuk menenangkan nya, Setelah Julian kembali terlelap Vallerie meletakan Julian di kasur dan duduk bersandar di samping Julian sembari menunggu Nara kembali dengan perasaan gelisah


Beberapa saat kemudian Nara masuk ke dalam kamar sendiri karena kedua orangtuanya sedang menonton tv di luar, Vallerie membenarkan duduk nya saat Nara berjalan ke arahnya.

__ADS_1


"Julian tadi nangis ga Vall?" Tanya Nara yang sudah duduk di depan Vallerie.


"Tadi nangis sebentar kak, Tapi udah aku tenangin ko" Jawab Vallerie menatap Nara.


Vallerie terus menatap Nara, Nara mengerutkan alisnya karena merasa bingung dengan Vallerie yang terus menatap nya, "Ada apa Vallerie, Kenapa menatap kaka seperti itu?"


"Mmm Kak" Cicit Vallerie ragu haruskan ia berbicara kepada Nara tentang apa yang ia dengar tadi.


"Ada apa Vallerie, Jangan ragu-ragu ayo kata kan pada kaka" Bujuk Nara.


"Mmm sebelum nya maaf ka tadi aku ga sengaja dengar pembicaraan kaka dan Mama Papa saat aku mau memberitahu kaka saat Julian bangun, Tapi aku hanya mendengar sedikit saja ka karena setelah itu aku menenangkan Julian, Tadi aku mendengar kaka akan kembali ke Negara kaka ya?" Tanya Vallerie meremas tangan nya sendiri yang berkeringat dingin.


Melihat gelagat Vallerie sepertinya Nara tau apa yang ada di dalam fikiran Vallerie, "Iya kaka akan kembali ke Nagara kaka, Kamu ga papa kan kalau kaka tinggal disini, Kaka juga mau minta tolong sama kamu buat jaga Julian karena kaka ga mungkin bawa kalian ke Negara kaka" Jawab Nara sengaja menggoda Vallerie.


Mendengar jawaban Nara ntah mengapa hati Vallerie merasa sakit dan membuatnya meneteskan air mata, Nara akan kembali ke Negara nya dan meninggalkan dirinya bersama Julian disini, Itu hak Nara seharusnya ia tidak boleh merasa sakit karena itu keputusan Nara, Lagi pula dirinya bukan siapa-siapa Nara untuk apa Nara memperdulikannya fikirnya.


Nara tersenyum sekilas tanpa sepengetahuan Vallerie, Namun lama kelamaan Nara merasa tidak tega melihat Vallerie yang menunduk dan menangis dalam diam, Nara membawa tubuh Vallerie untuk ia peluk.


"Kaka memang akan kembali ke Negara Kaka, Tapi kaka tidak akan kembali sendirian, Kaka akan membawamu dan Julian bersama kaka, karena kalian sudah menjadi bagain hidup kaka" Ucap Nara memeluk Vallerie, Tangan nya menepuk-nepuk punggung Vallerie pelan.


Vallerie langsung mengangkat kepalanya dan menatap Nara setelah mendengar apa yang Nara ucapakan barusan, "Be-benarkah kak, Kaka akan membawa aku dan Julian bersama kaka?" Tanya Vallerie tak percaya.


Nara menganggukan kepalanya dengan tersenyum "Iya sayang bener, Bukan kah kau adik kaka dan Julian anak kaka jadi tentu saja kalian harus ikut kaka"


Vallerie langsung menangis ia tidak bisa membendung rasa bahagianya, "Kaka terimakasih, Tadi aku takut sekali jika kaka benar-benar meninggalkan ku dan Julian disini sendiri" Vallerie memeluk Nara dan menangis.


"Iya sama-sama Vallerie, Sudah ya jangan menangis lagi malu ih udah besar" Ledek Nara, Vallerie dan Nara tersenyum bahagia.


Di Luar kamar Tuan Damara sedang menghungi Langit tanpa sepengetahuan Nara, Tuan Damara memberitahu Langit jika Nara sudah setuju untuk kembali ke Negara mereka, Tuan Damara juga meminta tolong kepada Langit untuk membantunya mengurus dokumen-dokumen penting dan juga paspor Julian dan Vallerie.

__ADS_1


__ADS_2