Senandung Pilu

Senandung Pilu
Episode 55


__ADS_3

Mengusap air matanya Nara keluar dari persembunyian nya dan membayar belanjaan nya, Sesekali matanya melihat kesana-kemari takut Langit masih ada di supermarket dan melihatnya.


Setelah selesai membayar Nara buru-buru keluar dan pergi dari supermarket, Nara berilniat untuk mampir sebentar ke Toko Rotinya karena ada barang Julian yang harus ia ambil, Tidak jauh dari Toko Rotinya Nara melihat Langit ada di depan Tokonya, Walau Langit menutupi wajahnya menggunakan masker dan juga menutupi kepalanya menggunakan topi Nara tau jika itu adalah Langit karena Nara paham betul dengan postur tubuh Langit.


Nara berhenti sebentar setelah itu ia memutarbalikan mobilnya pergi meninggalkan toko nya tanpa sepengetahuan Langit, Nara benar-benar tidak sanggup dan tidak mau bertemu dengan Langit, Ntah sampai kapan Nara akan menghindar tapi untuk bertemu Langit sekarang hati Nara belum siap.


"Kita sudah selesai Mas Langit, Aku mohon jangan datang lagi" Monolog Nara pada dirinya, Air matanya tiba-tiba saja kembali mengalir.


Sejujurnya Nara juga sakit saat harus menghindari Langit namun apa mau di kata jika hati nya menolak keras untuk menemui Langit, Luka itu luka yang membekas di hatinya menjadi alasan kuat untuk Nara tidak bisa menerima Langit kembali.


Nara kembali ke apartemen nya, Mengambil belanjaan nya Nara naik ke lantai di mana unit nya berada, Sampai di unitnya Nara memasukan sandi untuk membuka pintunya, "Vallerie" Panggil Nara saat melihat Vallerie sedang menonton Tv.


"Iya Ka" Vallerie berjalan menghampiri Nara.


"Bantu kaka bawa ini" Nara menyerehkan kantung belanja yang ada di tangannya kepada Vallerie kemudian Vallerie membawanya ke dapur dan membereskan nya.


"Dimana Mama dan Papa Vallerie?" Tanya Nara karena tidak melihat keberadaan orangtua.


"Mama Papa ada di kamar ka, Tadi Papa bilang kepala Mama sedikit pusing karena itu Papa sedang menemani Mama istirahat" Jawab Vallerie sedikit canggung memanggila Papa Mama kepada orangtua Nara sembari membereskan belanjaan.


Nara mengangguk mengerti, Nara tau keadaan Mama nya sedang kurang baik dari semalam, "Kau bereskan ini ya Vallerie kaka mau menemui Mama dulu" Pesan Nara sebelum meninggalkan Vallerie.


"Iya kak" Jawab Vallerie mengacungkan jempolnya.


"Tunggu Ka" Suara Vallerie menghentikan langkah Nara.

__ADS_1


"Mau Vallerie potongin buah ka untuk kaka dan Mama Papa" Tawar Vallerie.


Nara tersenyum, "Boleh nanti anter ke kamar ya"


Setelah mengatakan itu Nara menlanjutkan langkahnya untuk menemui Nyonya Anggie di kamar nya, Vallerie tersenyum bahagia ia merasa senang dengan kehadiran Tuan Damara dan Nyonya Anggie karena Vallerie seperti merasakan kehadiran orangtuanya sendiri.


Tiba-tiba Vallerie merindukan kedua orangtuanya yang sudah lama pergi meninggalkan nya sendiri di dunia ini, "Mom Dad Vallerie rindu" Cicit Vallerie ia berfikir untuk pergi ke pemakaman Daddy dan Mommy nya besok.


Di dalam kamar Nara duduk di samping Nyonya Anggie yang sedang tiduran, "Kita ke Rumah Sakit aja ya Ma" Bujuk Nara karena tidak tega melihat wajah Mama nya yang sedikit pucat.


Nyonya Anggie bangun di bantu dengan Nara, "Ga usah sayang, Mama udah baik-baik saja" Tolak Nyonya Anggie meyakinkan Nara.


"Tapi wajah Mama pucat, Kita ke Rumah Sakit aja ya" Tawar Nara lagi.


"Ga usah ya sayang, Mama hanya butuh istirahat sebentar setelah itu Mama pasti akan membaik"


Ya Nyonya Anggie hanya sedikit kelelahan dan membutuhkan sedikit istirahat karena kemarin saat terbang kondisi Nyonya Anggie memang sedang tidak baik karena itulah sekarang Nyonya Anggie merasa kelelahan dan membuat kepalanya pusing.


Tok...tok...tok..suara ketukan pintu mengalihkan atensi mereka bertiga dan kemudian menatap ke arah pintu Vallerie masuk dengan membawa piring berisi buah-buahan yang sudah ia potong, "Permisi" Ucap Vallerie masih merasa canggung apalagi mereka semua sedang memperhatikannya.


"Ka ini buahnya" Vallerie menyodorkan piring berisi buah kepada Nara.


Nara menerima buah yang di sodorkan Vallerie, "Terimaksish Vallerie"


"Sama-sama kak, Kalau begitu Vallerie keluar dulu ya kak" Pamit Vallerie.

__ADS_1


"Tunggu Vallerie" Nyonya Anggie menahan tangan Vallerie.


Vallerie diam menatap tangan nya yang di pegang Nyonya Anggie, "Kenapa pergi Vallerie? Apa kau tidak mau makan buah bersama kami?" Tanya Nyonya Anggie membuat Vallerie sedikit kaget.


"A-apa boleh" Cicit Vallerie lirih.


"Tentu boleh Vallerie kau kan adiknya nya Nara itu berati kau anak kami juga" Bukan Nyonya Anggie yang menjawab tapi Tuan Damara membuat Vallerie meraskaah kebahagiaan yang luar biasa.


Mereka makan buah bersama dengan di selingi banyak obrolan, Vallerie banyak bercerita tentang dirinya dan Tuan Damara dan Nyonya Anggir mendengarkannya dengan senang hati.


Di tempat lain tepatnya di Toko Roti Nara Langit masih setia menunggu Nara di depan Toko Rotinya berharap Nara akan datang dan Langit dapat melihat wajah Nara lagi walau dari kejauahan.


Jam terus berputar sudah lima jam Langit menunggu di depan Toko Roti Nara namun Nara belum juga menampakan kehadirannya, Langit memutuskan turun dari mobil dan masuk ke dalam Toko Roti.


"Permisi apa Nona Nara tidak datang hari ini, Karena sedari tadi saya tidak melihatnya datang" Tanya Langit pada salah satu karyawan Nara.


Karyawan Nara yang sedang di ajak bicara dengan Langit menatap Langit sejenak berfikir jika Langit adalah salah satu laki-laki yang menyukai Nara karena hal ini sidah sering terjadi, "Ya Tuan Nona Nara hari ini tidak datang ke Toko" Jawab karyawan itu karena Nara tadi sudah memberitahunya lewat pasan jika ia tidak datang ke Toko hari ini.


Mengetahui itu Langit sedikit kecewa, Harapannya untuk bertemu Nara lagi hari ini gagal, Langit keluar dari Toko Roti Nara dengan hati yang kecewa, Langit mengendarai mobilnya kembali ke hotel dengan tidak semangat.


"Mas sedih Sayang ga bisa liat kamu lagi hari ini" Beo Langit tidak semangat matanya melirik ka arah belakang melalui kaca.


Melihat kantong belanjaan di jok belakang membuat senyum Langit terbit, "Walau Mas ga bisa ketemu kamu lagi hari ini, Tapi setidaknya kita bisa makan-makanan yang sama Sayang"


Semangat Langit telah kembai karena ia akan makan-makanan yang sama dengan Nara, Langit mengendari mobilnya dengan cepat menuju hotel, Setelah sampai Langit membawa kantung belanjaan nya menuju restoran hotel dan meminta koki disana untuk membuatkan makanan dari bahan yang ia bawa.

__ADS_1


Sembari menunggu makanan nya jadi Langit naik ke atas untuk menemui orangtuanya yang juga menginap di hotel yang sama dengan nya untuk mengajak mereka makan bersama, Tak lupa Langit juga mengajak Zayan dan Ziyan untuk makan bersma.


Perjuangan Langit untuk mendapatkan kembali hati Nara baru di mulai, Langit tau perjuangan Langit tidak akan mudah mengingat berapa banyak luka yang Langit berikan kepada Nara, Namun semangat Langit untuk mendapatkan Nara sangat tinggi karena itulah Langit akan terus berjuang sampai mendapatkan Nara kembali kedalam hidupnya.


__ADS_2