
Sama hal nya dengan Evan dan Alana yang sedang bahagia-bahagianya dengan hubungan mereka Bara dan Rumi pun tak kalah bahagia.
Bara berhasil membuktikan kepada Rumi jika ia benar-benar tulus dan Rumi tau itu sekarang, Langit dan Nara pun turut senang dengan hubungan asmara para sahabatnya.
Alana pun sudah semakin akrab dengan Rumi dan Nara, Tak jarang Alana dan Rumi datang kerumah Nara untuk melihat Kai yang semakin hari semakin menggemaskan.
Seperti siang ini Rumi dan Alana sudah berada di rumah Nara, Mereka berdua mendapat amanat untuk menjaga Kai karena Nara sedang memasak makanan untuk makan siang Langit di kantor.
Mereka berdua tidak merasa keberatan saat di tittipkan Kai, Justru sebaliknya mereka sangat merasa senang
.
"Kai lihat tante Rumi dong masa liat tante Alana terus?" Rayu Rumi karena Kai hanya melihat Alana.
Kai yang sekarang sudah bisa duduk tak juga mendengarkan ucalan Rumi dan itu membuat Rumi semakin cemberut.
"Makanya mandi ka biar Kai nya mau sama kaka" Ledek Alana karena memang Rumi belum mandi dia bilang hari ini dia malas mandi karena hari ini ia libur kerja, Sungguh alasan yang sangat aneh fikir Nara dan Alana.
Alana yang satu tahun lebih tua dari Naraya dan Rumi memanggil Nara dan Rumi kaka agar ia lebih merasa nyaman, Walau pada awalnya Nara dan Rumi melarangnya karena merasa tidak perlu toh mereka hanya berbeda satu tahun, Namun Alana tetap kekeh memanggil Nara dan Rumi kaka dan akhirnya Nara dan Rumi menyetujuinya.
"Biarpun ga mandi tante tetep wangi loh Kai" Bela Rumi mencium bau banda nya sendiri.
Alana tertawa melihat kelakuan Rumi yang sangat absurd, "Abis berapa botol ka parfunya" Canda Alana.
Rumi membuat gerarak seolah-olah ia sednag berfikir "Kayanya satu setengah botol deh Al" Celetuk Rumi.
Mereka tertawa bersama dan Kai pun ikut tertawa karena melihat kedua tantenya tertawa, Beberapa menit kemudian Nara sudah selesai memasak ia masuk ke kamar bawah tempat biasa Kai bermain.
"Kai nya rewel ga Rum Al?" Tanya Nara yang sudah masuk ke dalam kamar.
"Engga Ra aman, Kai mah anak baik jadi nurut ga rewel" jawab Rumi yang di angguki Alana.
"Syukur deh," Nara menggendong Kai, "Ayo kita makan siang bareng" Ajak Nara pada kedua tante Kai.
•
•
•
Satu tahun telah berlalu banyak hal yang di lewati Nara dan Langit, Begitupun dengan Evan dan Alana, Bara dan Rumi, Hingga mereka bisa sampai di titik ini.
Malam ini Evan dan Alana menggelar acara resepsi pernikahan mereka, Evan dan Alana sudah melaksanakan Ijab Kabul pagi tadi, Raut bahagia terpancar dari dua sejoli yang ada di atas pelaminan.
Banyak yang terjadi sebelum akahirnya Evan dan Alana bisa sampai menikah, Salah satunya adalah pada saat Alana menemui orangtua Evan beberapa bulan yang lalu.
__ADS_1
Flashback
Sia itu Evan membawa Alana untuk menemui orangtua nya, Alana sempat merasa khawatir dan takut untuk memenui keluarga Evan, Alana takut keluarga Evan tidak bisa menerima keadaan nya.
Evan bersusah payah meyakinkan Alana jika orangtua nya pasti menerimanya sampai pada akhirnya Alana bersedia menemui orangtua Evan walau dirinya masih merasa takut.
Evan dan Alana sudah sampai di rumah Evan, Di depan pintu Tuan Dariel., Nyonya Julia dan juga Ameera sudah menunggu kedatangan mereka berdua, Maklum saja mereka sudah tidak sabar bertemu calon menantu mereka.
Di dalam mobil Alana menahan tangan Evan yang akan membuka pintu mobil, "Tunggu kak"
Evan memutar kepalanya menatap Alana, "Kenapa hmm" Tanya Evan lembut.
"Aku takut kak" Aku Alana dengan wajah pucatnya..
Evan membawa kedua tangan Alana untuk ia genggam, "Jangan takut ya ada kaka disini" Ucap Evan menenangkan Alana.
Alana mengangguk, Evan turun dari mobil di ikuti Alana, Nyonya Julia tersenyum melihat sosok wanita yang begitu cantik turun dari mobil anak nya, Begitupun dengan tuan Dariel dan Ameera.
"Ayah itu kak Alana, Cantik banget Yah" Bisik Ameera yang berdiri di sebelah Ayah nya.
"Iya cantik, Pinter Abangmu" Balas Tuan Dariel.
"Husst kalian berdua jangan bisik-bisik dong " Tegur Nyonya Julia.
Evan menggandeng tangan Alana membawanya menemui keluarganya, "Ayah Ibu Ameera kenalin ini Alana calon istri Abang" Ucap Evan to the point memperkenalkan Alana.
"Hallo tante saya Alana" Alana menyalami tangan Ayah dan Ibu Evan tak lupa juga dengan Ameera.
"Hallo sayang selamat datang" Sapa Nyonya Julia Ramah.
"Ini Ayahnya Evan dan ini Ameera adik Evan" Nyonya Julia memperkenalkan Suami dan Anak gadisnya.
"Hallo Alana selamat datang" Sapa Tuan Dariel.
"Terimakasih Tuan Nyonya" Jawab Alana.
"Loh jangan panggil Tuan dong sayang kan kamu calon istri Evan, Panggil Ayah dan Ibu saja ya" Ucap Nyonya Julia.
Nyonya julia mengajak Alana masuk kedalam mereka banyak mengobrol, Dari pertemuan singkat itu Ameera sudah mulai akrab dengan Alana, Tiba saat Evan mengatakan keadaan Alana kepada orangtuanya dan itu membuat Evan dan Alana gugup dan takut.
"Ayah Ibu ada yang mau Abang omongin" Suara Evan membuat semua orang yang ada di ruangan itu menatapnya terkecuali Alana.
"Ada apa Bang" Tanya Tuan Dariel.
"Sebelumnya Abang mau ngasih tau Ayah sama Ibu kalau Abang benar-benar mencintai Alana apa adanya." Evan menjeda ucapannya sembari menatap wajah bingung keluarganya.
__ADS_1
"Alana di diaknosa mengidap PCOS dan itu membuat Alana akan sulit memiliki anak," Lanjut Evan.
Tuan Dariel, Nyonya Julia dan juga Ameera sedikit syok mendengar ucapan Evan, Dan hal itu membuat Evan dan Alana beranggapan jika orangtuanya tidak menerima Alana.
"Sebelumnya Abang minta maaf, Abang tau Ayah sama Ibu kecewa, Tapi Yah Bu Abang sangat mencintai Alana, Bagaimana pun keadaan Alana Abang akan menerimanya karena yang Abang mau hanya Alana." Jelas Evan.
Mereka bertiga masih diam tidak memberikan jawaban apapun kepada Evan, Hal itu semakin membuat Alana menundukan wajahnya.
"Jika Ayah dan Ibu tidak merestui kami maaf Yah Bu Abang tetap akan meni..."
"Apa yang Abang katakan, Kenapa Abang berfikiran seperti itu" Potong Nyonya Julia.
Mendengar suara Nyonya Julia Alana mendongakan kepalanya menatap Nyonya Julia, Tiba-tiba Nyonya Julia mendekati Alana dan memeluknya membuat Alana dan juga Evan kaget.
"Jangan sedih ya sayang, Selama ini kamu pasti memikirkan hal ini ya sayang?" Ucap Nyonya Julia menepuk pelan pundak Alana.
Alana yang ada dalam pelukan Nyonya Julia tak bisa membendung air matanya, "Jangan sedih lagi ya sayang, Ayah dan Ibu tidak perduli bagaimana kondisi mu yang terpenting kamu dan Evan saling mencintai dan hidup bahagia itu sudah lebih dari cukup sayang" Jujur Nyonya Julia membuat Evan dan Alan merasa lega.
"Benar kata Ibu, Ayah dan Ibu tidak masalah kalau Ayah dan Ibu tidak dapat cucu dari kalian, Yang terpenting adalah kebahagiaan kalian" Tuan Dariel ikut berbicara.
Evan mendekati Ayah nya dan memeluknya "Terimaksih Yah terimakasih" Ucap Evan.
"Jaga Alana baik-baik Bang, Jangan sampai Abang mengecewakan nya apalagi menyakitinya" Pesan Tuan Dariel.
"Pasti Yah, Abang janji akan menjaga Alana dan tidak akan mengecewakannya" Janji Evan sungguh-sungguh.
flashback off
Kini Evan dan Alana sudah melewati masa sulit mereka sebelum menikah dan sekarang mereka sudah duduk di pelaminan dengan raut bahagia.
"Selamat ya untuk kalian" Ucap Nara di susul Rumi.
"Terimaksih kak" Balas Nara.
"Selamat ya bro akhirnya nikah juga, Gue kira Lu bakalan nikah ama cowo" Ledek Bara yang medapat pukulan pelan di punggungnya dari Langit.
"Sakit tau" Beo Bara.
"Selamat ya, Semoga cepet punya anak biar berkurang saingan Gue" Ucap Langit dengan sedikit candaan.
"Walau gue udah punya anak jangan Lu fikir saingan Lu berkurang, Kai tetap milik kita bersama" Jawab Evan membuat Langit kesal, Evan dan Bara melakukan tos karena berhasil membuat Langit kesal.
"Sialan Lu" Ceplos Langit tanpa sengaja.
"Ayah bicaranya, Ada Kai" Tegur Nara, Kai yang sudah mulai bisa bicara sedikit-sedikit selalu mengituki apa saja yang ia dengar.
__ADS_1
"Ialan" Suara kai mengikuti perkataan Ayahnya dan hal itu membuat Nara langsung mencubit pinggang Langit membuat semua tertawa.