
Malam berganti siang, Minggu berganti bulan libur sekolah telah tiba, Langit dan Nara berencana akan membawa Kai liburan ke Swiss, Untuk pertama kalinya mereka membawa Kai ke tempat pertama kali Ayah dan Bunda nya bertemu,
Dulu saat Kai sudah berusia tiga tahun mereka tidak jadi pergi ke Swiss karena pada saat itu pekerjaan Langut benar-benar menumpuk dan harus di selesaikan secepatnya, Hingga akhirnya saat Kai sudah berusia delapan tahun mereka baru akan membawa Kai ke Swiss.
"Ayah kapan kita pergi ke Swiss?" Tanya Kai tidak sabar ingin segera pergi ke Swiss, apalagi disana sedang musim salju membuat Kai begitu excited.
"Besok minggu ya sayang, Ayah selesaiin kerjaan Ayah dulu setelah itu kita pergi oke" Jawab Langit sedikit memberikan pengertian untuk Kai.
"Oke Ayah" Kai tertawa bahagia mengacungkan dua jempol nya.
Nara yang sedang memasak ikut tersenyum mendengar nada bahagia putra semata wayangnya yang tidak sabar untuk ke Swiss, Karena memang Kai dan Langit membicarakan nya di meja makan yang tidak jauh dari dapur, Nara meletakan masakan yang sudah metang ke atas meja.
Nara mengambilkan nasi dan juga lauk untuk Kai dan Langit setelah itu mereka makan bersama, Selesai makan mereka bersantai di ruang keluarga dimana Kai asik menyusun lego.
"Mas di Swiss kan lagi musim salju aku takut badan Kai ga kuat dengan musim dingin" Ucap Nara merasa khawatir dengan keadaan Kai ketika di Swiss nanti.
Pasalnya ini kali pertama Kai liburan di saat musim dingin, Sebelum-sebelum nya mereka tidak pernah membawa Kai berlibur ke Negara yang sedang terjadi musim dingin, Mereka selalu membawa Kai berlibur saat musim semi dan musim gugur, Krena Kai tidak bisa dengan cuaca yang terlalu panas dan terlalu dingin.
Langit membawa Nara kepelukannya "Kamu tenang ya sayang, Kai sudah besar biarkan dia menikmati apa yang dia inginkan, Nanti disana kita pakein Kai baju dan jaket yang tebal, Kalau pun nanti badan Kai drop kita bawa Kai ke Rumah Sakit, Biarkan Kai menikmati setidaknya satu kali dalam hidupnya hal apa yang sangat dia inginkan!" Jelas Langit panjang lebar.
Bermain salju adalah satu-satu nya hal yang selalu Kai inginkan, Namun Nara dan Langit selama ini tidak pernah mengizinkan karena mengingat kondisi Kai yang tidak bisa dengan suhu yang terlalu dingin, Selama ini Nara dan Langit selalu bisa memberikan pengertian kepada Kai tapi kali ini mereka harus mengalah dan menuruti kemauan Kai karena tidak tega melihat wajah Kai yang terus memohon kepada mereka.
"Tapi Mas." Nara mendongak menatap Langit.
"Percaya sama Mas, Kai pasti akan baik-baik saja nanti" Sela Langit meyakinkan Nara.
Nara menarik nafasnya pelan."Nanti kalau badan Kai sudah mulai drop kita langsung bawa ke Rumah Sakit ya Mas" Mohon Nara.
"Iya Sayang Mas janji" Suara Langit menenangkan Nara.
Kai berjalan menghampiri Ayah dan Bundanya, sedari tadi ia mendengarkan percakapan kedua orangtuanya "Bunda, Bunda tenang aja ya Kai pasti kuat ko" Kai beridri di depan Nara dan Langit.
Nara melepas pelukan Langit dan membawa Kai kedalam pelukannya, "Iya sayang Bunda akan tenang asal Kai berjanji akan langsung bilang sama Bunda sama Ayah kalau badan Kai sudah terasa tidak nyaman" Nara mengacungkan jari kelingkingnya meminta Kai untuk berjanji.
Kai menautkan jari kelingking nya "Kai janji Bunda"
__ADS_1
"Oh Anak Bunda sudah besar" Nara semakin erat memeluk Kai.
Langit tersenyum melihat dua kesayangan nya bahagia, Dalam hati Langit berdoa, "Tuhan jaga selalu keluargaku, Beri mereka semua kebahagiaan dan jangan pernah biarkan mereka bersedih sedikitpun"
Langit memeluk anak dan istrinya bahagia, Malam semakin larut Kai sudah tidur di kamarnya, Begitupun dengan Langit yang juga sudah tidur dengan nyenyak, Nara masih membuka matanya ia tidak bisa tidur.
Ada perasaan takut yang menganjal di hatinya namun Nara tidak tau perasaan takut untuk apa, Nara bergerak ke kanan dan kiri persaaan nya benar-benar tidak enak, Langit membuka matanya karena merasa pergerakan Nara.
"Ada apa sayang kenapa belum tidur?" Tanya Langit masih dengan memejamkan matanya.
Nara memiringkan tubuhnya menatap wajah Langit "Aku ganggu Mas tidur ya, Maaf ya Mas gara-gara aku Mas jadi kebangun" Sesal Nara dengan wajah menyesal.
Langit tersenyum "Engga sayang, Kamu ga ganggu Mas ko!"
"Ada apa hmm?" Langit membuka matanya menatap Nara.
Nara menggeleng-gelengkan kepalanya "Aku tidak tau Mas, Perasaan ku sedari tadi tidak enak"
"Mungkin itu karena kamu kurang istirahat aja sayang, Kan seharian ini kamu bikin kue banyak" Seru Langit, Memang benar seharian ini Nara membuat kue yang cukup banyak mencoba resep-resep baru dan membuat Nara tidak bisa beristirahat sama sekali.
"Yaudah sekarang kamu tidur ya sayang, Kasian badan dan fikiran kamu pasti capek" Langit membawa Nara dalam dekapannya setelah itu ia kembali terlelap karena memang ia masih sangat mengantuk.
Dalam dekapan Langit pun Nara masih tidak bisa terlelap, Padahal biasanya wangi tubuh Langit selalu bisa menenangkannya tapi kali ini tidak, Perasaan tidak enak dalam hati nya terus membuatnya tidak bisa tidur hingga menjelang fajar baru Nara bisa tidur.
•
•
•
Hari yang di nantikan Kai akhirnya setu hari lagi tiba, Besok Kai akan pergi ke Swiss, Kai begitu excited mengatakan apa saja yang akan ia lakukan disana kepada Nara yang sedang memasukan baju-baju Kai kedalam koper.
Bunda Kai nanti ingin bermain salju, Bunda nanti Kai ingin naik gondola, Bunda nanti Kai mau main ski dan masih banyak lagi yang Kai katakan, Nara hanya tersenyum mendengar ucapan Kai.
Nara sudah selesai mengemas baju-baju Kai dan meletakan koper Kai di sudur kamar, Nara menghampiri Kai yang sedang tiduran dan bermain ponsel.
__ADS_1
"Liat apa sayang?" Tanya Nara yang ikut merebahkan dirinya di samping Kai.
"Lihat Bun Kai besok mau naik kesini juga" Kai menunjukan apa yang ia lihat di ponsel dan berhasil membuat Nara terkejut.
Bagaimana Nara tidak terkejut, Kai menunjukan vidio beberapa orang mendaki untuk mencapai puncak yang jalan nya sangat extreme "No sayang itu berbahaya" Larang Nara.
"Tapi Bun, Orang-orang banyak yang naik kesana" Kai menunjukan foto beberapa orang yang sudah berhasil sampai puncak.
"Kai dengar Bunda, Ada beberapa hal yang tidak bisa di lakukan oleh semua orang, Contohnya yang seperti ini" Nara menunjuk orang-orang yang sedang mendaki pada cuaca extreme.
"Orang-orang ini sudah terlatih dan sudah terbiasa mendaki di saat cuaca extreme, Mereka juga memiliki peralatan yang sudah lengkap, Sedangkan Kai, Kai belum pernah sekalipun mendaki apalagi di cuaca extreme seperti ini, Jadi lebih baik tidak usah ya sayang karena itu berbahaya" Jelas Nara memberikan Kai pengertian, Beuntung Kai bisa mengerti.
"Oke Bun, Kai tidak jadi mendaki ke puncak itu" Seru Kai dengan mencium pipi Nara.
"Kai mau ice cream yang di taman" Tawar Nara seketika membuat Kai gembira.
"Mau Bun" Jawab Kai antusias.
"Oke ayo kita ke taman" Nara menggandeng tangan Kai membawa nya ke taman.
Nara membawa Kai ketaman yang tidak terlalu jauh dari rumah mereka, Sekitar perjalanan sepuluh menit dari rumah mereka, Nara tidak sadar ada mobil lain yang mengikutinya sedari tadi.
Mereka sampai di taman, Nara membawa Kai ke mobil penjual ice cream, Setelah mendapat ice cream pesanan nya Nara dan Kai duduk di kursi taman, Seseorang menatap Kai dan Nara dengan perasaan dendam dan marah yang berada di dalam mobil yang mengikuti nara tadi.
Ice cream Kai sudah habis Nara membawa Kai untuk pulang, Nara menggenggam tangan Kai di pinggir jalan taman Nara dan Kai melihat anak kecil yang sedang berusaha mengambil balon nya yang tersangkut di pohon.
Nara melepaskan tangan Kai dan membantu anak kecil itu untuk mengambilkan balon" Tunggu disini sebanter ya sayang" Pesan Nara yang di angguki Kai.
Cukup lama Kai menunggu karena balon yang tersangkut sulit di ambil, Melihat sekeliling Kai melihat sebuah bola yang di tendang anak-anak berhenti di tengah jalan, Kai berjalan ke jalan itu untuk mengambilkan bola itu.
Nara sudah berhasil mengambilkan balon anak itu dan mengobrol sebentar dengan ibu anak itu, Dan saat tanpa sengaja matanya melihat ke arah jalan jantung Nara terasa berdetak kuat saat melihat sebuah mobil melaju kencang ke arah Kai.
Mendapat kesempatan yang ia nanti-nantikan selama ini tentu saja seseorang itu tidak akan menyia-menyiakan nya, Seseorang itu melajukan mobilnya kencang ke arah Kai dan.
BRAKKKKKK..
__ADS_1