Sendiri

Sendiri
Episode 23


__ADS_3

Pertemuan Bu Manda dan Darvin di cafe dekat rumah sakit X, Bu Manda yang tegas dan berwibawa, Darvin yang santai, dingin dan acuh.


"Ada apa kamu mengajak saya bertemu?" Memulai pembicaraan.


"Saya akan langsung pada Nyonya. Tujuan saya menemui anda ingin meminta baik-baik Naomi jadi istri saya".


" Apa kamu bercanda?"


"Tampang saya terlihat sedang melucu yah Nyonya?" Tanya Darvin balik.


"Hahahahaha, sangat lucu". Ejek Bu Manda sambil tertawa keras. Darvin yang mendengar itu jadi emosi. " Saya pikir kamu tahu status Naomi".


"Itu tidak masalah buat saya".


" Bagi saya masalah, jangan sampai keluargamu tidak bisa menerima status Naomi dan menyulitkan Naomi".


"Anda tidak berhak mengatakan seperti itu".


" Saya berhak, setelah kematian anak saya, Omi sudah saya adopsi".


"Nyonya, saya telah baik-baik kepada Anda memintanya, biarkan Naomi memutuskan hidupnya sendiri".


" Keputusan semua ada di tangan saya dan suami setelah Pak Arka tiada nanti".


"Kenapa anda menyulitkannya?"


"Saya melindunginya, masuk di keluargamu tidaklah mudah bagi seorang wanita yang pernah menikah".

__ADS_1


" Kalau begitu izinkan saya memenangkan hati Naomi".


"Silahkan, karena saya tahu sifat Naomi tidak akan mau bersama kamu, meskipun kamu sama dia sudah lama".


" Anda begitu sangat yakin sekali Nyonya".


"Tentu saja, saya tahu tentang mu. Selama Omi di kota B, saya mengirim orang untuk memantaunya dari kejauhan. Kamu menyukainya selama tiga tahun tapi Ia tidak membalasmu sampai sekarang, bukan?"


Darvin terdiam dan menunduk sejenak. "Saya akan buktikan pada anda". Tegasnya dan yakin.


" Baiklah, jika Omi berhasil jatuh cinta denganmu, aku akan memberikannya padamu". Ucap Bu Manda senyum getir. "Jika tidak ada lagi yang perlu dibahas saya harus pergi ada urusan, permisi". Beranjak dari tempat duduknya lalu pergi meninggalkan Darvin tanpa membuatnya berkata lagi.


**************************


Seminggu telah berlalu, Pak Arka tidak memberikan kondisi yang membaik. Semakin kritis dan tidak ada harapan.


Sore harinya, Pak Arka kritis. Perasaan Naomi jadi hancur, jantungnya mulai berhenti berdegup kencang. Naomi ditemani Darvin dan Raka.


Seketika jantung Naomi berhenti berdetak, Ia pun jatuh pingsan, Darvin segera menangkapnya dan membawanya ke ruang perawatan. Raka pun mengurus jenazah Pak Arka.


Setelah pemakaman, Naomi menangis diliang lahat Pak Arka. Kini dunianya benar-benar hilang, menyesali setiap waktu yang telah Ia lewati.


"Sayang, ayo". Ajak Bu Manda.


" Aku mau disini, Mah beberapa jam saja".


"Sebentar lagi mau hujan".

__ADS_1


" Aku tetap mau disini, biarkan Omi berada disini beberapa saat menemani Ayah".


"Mah, kita tinggalkan saja Omi". Ajak Pak Bara sambil memegang pundak istrinya.


" Tapi, Pah. Mama khawatir".


"Biarkan Naomi sendiri, jika kesendirian membuatnya bisa tenang". Ucap Pak Bara sembari menyeka air mata istrinya.


" Nyonya, Omi anak yang berani. Percayalah padanya". Kata Darvin.


Merekapun pergi meninggalkan, Omi sendirian dimakam Pak Arka. Menangis tiada hentinya sembari memegang batu nisan Pak Arka.


Kini aku benar-benar benar sendirian didunia ini, Mama meninggalkan ku diusia 5 tahun. Rayyan dan Ranvie pergi tiga tahun yang lalu dan sekarang Ayah yang pergi, rasanya aku ingin menyusul mereka, didunia ini satu-satunya yang ku punya hanya Ayah, tapi aku tidak menjaganya sebaik mungkin selama beliau masih ada. Karena keegoisan ku, memikirkan hatiku yang belum ingin menginjak kembali kota S, akhirnya aku kehilangan satu-satunya yang aku punya. Andai waktu dapat diputar kembali, aku tidak akan pergi dari kota S, merawat Ayahku setidaknya penyesalanku tidak akan bertambah lagi. Batin Naomi air matanya makin deras bersama turunnya hujan yang keras.


Berkali-kali Naomi meminta maaf di makam ayahnya yang masih basah, hidupnya sekarang benar-benar hancur. Ia pun meninggalkan makam Pak Arka, berjalan tidak menentu, tak henti-hentinya menangis. Untung saja Darvin berinisiatif memantaunya dari jauh, Ia takut Naomi akan berbuat nekat. Mobilnya perlahan-lahan mengikuti arah Naomi pergi. Darvin heran melihat Naomi yang tidak pulang kerumahnya, langkahnya tidak terarah.


Dari kejauhan mobil truk datang dengan kecepatan diatas rata-rata. Sopir truk itu berkali-kali membunyikan klakson mobilnya, tapi Naomi tidak memperdulikannya. Darvin yang teriak pun tidak didengarnya karena hujan yang begitu deras, Ia pun berlari kearah Naomi tapi sayangnya terlambat.


Buk. Naomi terserempet mobil truk, kepalanya terbentur diaspal mengeluarkan darah, badannya memar dan beberapa luka-luka. Darvin segera menggendongnya dan membawanya ke rumah sakit X. Wajahnya penuh kekhawatiran dan menyesal.


Raka yang melihat Naomi terluka segera mengambil tindakan diruang ICU.


Beberapa saat Raka keluar, Darvin segera menghampirinya.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya Darvin panik.


"Dia masih belum siuman". Jawabnya sedih. " Ada apa sebenarnya?"

__ADS_1


"Ia terserempet truk. Aku terlambat". Air matanya pun jatuh.


" Sudahlah, jangan menyalahkan dirimu sendiri. Aku telpon orang tuaku dulu yah, mereka pasti panik". Memegang bahu Darvin dan berlalu meninggalkan Darvin.


__ADS_2