Sendiri

Sendiri
Episode 33


__ADS_3

Malam harinya di kediaman Darvin, orangtua Tasyi datang untuk berkompromi. Darvin terkenal di kota B orang yang berpengaruh dan hal apapun bisa Ia lakukan termasuk menjatuhkan orang hanya dalam sekejap. Dalam dunia bisnis Darvin terkenal sangat kejam, tidak pernah memberi ampun kepada orang yang berurusan dengannya. Bahkan Darvin terlibat dengan beberapa Mafia yang selalu ingin membunuhnya, tapi mereka tidak pernah berhasil. Naomi tidak pernah tahu jika Darvin orang yang paling berpengaruh di kota B, Ia hanya tau seorang Bos perusahaan.


Mereka duduk di ruang tamu, Tasyi, Pak Romi dan Bu Sila. Bahkan orangtua Darvin Bu Alma dan Pak Aldi, sementara Livy dan Vania mengintip dari balik pintu ruang tamu. Tasyi gemetaran berhadapan dengan Darvin, apalagi tatapan Darvin yang tajam dan dingin membuat seisi ruangan sangat canggung.


Darvin memulai pembicaraan, "ada apa?" Tanyanya acuh.


"Tuan Darvin, kami kesini ingin berkompromi terhadap anda soal masalah Tasyi dan Naomi". Jelas Pak Romi canggung.


" Untuk apa berkompromi denganku? Itu masalah Naomi". Kata Darvin dingin sembari menyeruput minumannya.


"Begini Tuan Darvin, kami dengar dari dosen di kampus, Naomi tidak terima Tasyi dihukum hanya skorsing dua minggu oleh pihak kampus dan Naomi ingin Tasyi dikeluarkan jika tidak Ia akan bawa ini masalah ke jalur hukum". Ucap Bu Sila menjelaskan, sementara Tasyi diam menunduk.


" Jadi maksud anda, Naomi harus menerima keputusan dari kampus soal hukuman Tasyi?"

__ADS_1


"Iya, benar Tuan Darvin". Jawab Pak Romi.


" Tentu saja, Darvin akan membuat Naomi menyetujui pihak kampus jika Ia masih ingin bersekolah". Jelas Bu Alma sungkan. Darvin melirik kearah bu Alma dengan tatapan sinis.


"Apa aku mengatakan akan berkompromi dengan kalian?" Tanya Darvin sinis. Mereka semua kaget dan terdiam. "Dengar, Naomi adalah muridku, Ia ku ajari untuk selalu bertahan diposisi benar, tidak mengalah. Ia merasa hukuman Tasyi terlalu ringan sementara Ia akan mendapat malu seumur hidupnya karena tuduhan yang dibuat oleh anak kalian".


" Tapi Darvin, Naomi hanya orang biasa tidak perlu terlalu membelanya, Ia pantas dengan hal seperti itu. Beda dengan kita dari kalangan atas yang harus menjaga nama baik". Ucap Bu Alma senyum getir. Darvin melotot kearah Bu Alma dengan tatapan tajam, melihat hal itu Bu Alma kaget dan canggung.


"Manusia itu sama. Meskipun salah harus tetap dihukum sesuai konsekuensi tindakannya. Jika kalian para orang kalangan atas berpikir hanya orang bawah yang boleh ditindas, maka orang kalangan bawah berhak menuntut keadilannya". Jelas Darvin santai.


"Tapi Darvin kenapa terlalu membela murid biasa mu itu?" Tanya Pak Aldi heran.


"Karena Naomi membawa namaku, jika aku salah mendidiknya sebagai guru bukankah akan tercoreng juga". Balas Darvin. "Sebagai orangtua memanjakan seorang anak akan membuat kalian sendiri malu, kelakuan Tasyi yang salah berusaha kalian tutupi. Jika aku menyetujui kalian, kedepannya Tasyi tidak akan belajar menghargai orang dan akan terus mengganggu Naomi". Lanjut Darvin.

__ADS_1


Tasyi yang mendengar hal itu kaget dan berkata sambil terisak-isak, " Naomi yang pertama kali menggoda Kak Hans, hingga aku melakukan seperti itu, Ia tidak mau menjauhi Kak Hans".


"Tuan Darvin dengar sendiri, Tasyi tidak akan berbuat seperti ini jika pacarnya tidak digoda. Ucap Pak Romi membela Tasyi.


" Apa kau pikir aku ini bodoh dan tidak mengenal baik muridku sendiri?" Tanya Darvin dingin, suasana makin mencekam.


"Mama curiga, kamu juga di goda sama dia Darvin, makanya kamu membelanya mati-matian". Kata bu Alma sinis.


Darvin melotot tajam kearah Bu Alma lalu bertanya " Apa anda pikir aku mudah digoda? Apa anda lupa dengan wanita yang anda suruh untuk menggoda ku?"


Bu Alma sangat paham betul sifat arogan putra keduanya itu, tak ada yang bisa membantahnya, Ia bahkan terdiam dengan pertanyaan putranya sendiri.


"Aku tahu Hans bukan pacarmu, Hans sudah mengakui selama ini Ia yang mengejar Naomi tapi tidak direspon sama sekali, Naomi hanya menganggapnya sebagai senior. Tasyi yang selama ini mengejar Hans dan menganggap pacarnya". Jelas Darvin lagi.

__ADS_1


Tasyi hanya bisa menangis dan orangtuanya terdiam tidak bisa berkata apa-apa lagi. Darvin orang yang teliti dalam segala hal tapi kecemburuannya tidak pernah bisa Ia kontrol.


Karena mereka tidak dapat apa-apa dari pembicaraannya terhadap Darvin, mereka pasrah jika kasus putrinya akan dibawah ke jalur hukum, mereka berpikir untuk melawan tidak akan mampu untuk melawan Darvin. Akhirnya mereka pulang dengan penuh kekecewaan dan kesedihan.


__ADS_2