
Setiap kali aku memainkan sebuah piano dengan lagu 🎵HERO aku selalu merasakan kebangkitan yang begitu luar biasa, energi ku yang kadang surut dan melemahkan ku menjadi begitu aktif dan kembali semangat menjalani hariku. Aku senang memainkannya sembari menyanyikan lagu tersebut, rasanya kekuatan ku muncul seketika, aku kembali bersemangat menjalankan semuanya. Membuka cinta yang baru, tidak bersedih setiap malamnya, tidak terpuruk mengingat suami dan anakku. Seperti aku memulai hidup ku kembali mencintai Darvin dan penuh rasa tawa, bahagia dan ceria. Aku menyadari bahwa aku harus memulai semuanya kembali, pahlawan dalam diri ku telah ku temukan, yah seperti arti dari lagu ini.
There's hero
If you look inside your heart
You don't have to be afraid
Of what you are
there's an answer
If you reach into your soul
And the sorrow that you know
Will melt away
And then a hero comes along
With the strength to carry on
And you cast your fears aside
And you know you can survive
So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong
And you'll finally see the truth
That a hero lies in you
It's a long road
When you face the world alone
No one reaches out a hand
For you to hold
__ADS_1
You can find love
If you search within yourself
And that emptiness you felt
Will disappear
And then a hero comes along
With the strength to carry on
And you cast your fears aside
And you know you can survive
So when you fell like hope is gone
Look inside you and be strong
And you'll finally see the truth
Lord knows
Dreams are hard to follow
But don't ket anyone
Tear them away, hey yeah
Hold on
There will be tomorrow
In time you'll find the way
And then a hero comes along
With the strength to carry on
And you cast your fears aside
__ADS_1
And you know you can survive
So when you fell like hope is gone
Look inside you and be strong
And you'll finally see the truth
That a hero lies in you
That a hero lies in you
Mmmm, that a hero lies in you
Setelah aku selesai dengan nyanyian ku sembari memainkan alat musik piano, aku mendengar suara tepuk tangan dari arah pintu, aku berbalik dan melihatnya, "Mas Raka". Aku tertegun sejak kapan Ia berada.
" Permainanmu sungguh bagus sekarang, makin mahir menyanyikan lagu ini". Puji Raka padaku.
"Terima kasih Mas, aku baru saja mempelajari lagu ini beberapa bulan dan aku suka akhirnya aku tertarik untuk memainkannya setiap saat". Jelasku pada Raka.
"Omi, aku ingin bertanya sesuatu?" Katanya seraya berjalan kearah ku dan berdiri menyandarkan dirinya ke piano.
"Katakanlah, Mas".
"Apa kau sudah melupakan kakakku?" Tanya Raka. Aku terperangah mendengarnya, aku menundukkan pandanganku ke arah Raka dan berusaha berpikir keras untuk jawabanku padanya.
"A.. A.. Aku, bukan melupakan Mas, hanya saja Mas Rayyan ada di hatiku yang sudah ku tempatkan paling tepat". Jawabku lirih.
" Tapi kenapa harus Darvin? Bukan aku?" Tanya Raka sedih. Aku mendongakkan kepala ku melihatnya.
"Mas kita tidak pernah bisa tahu akan jatuh cinta sama siapa dan akan berakhir seperti apa". Balas ku tertegun.
" Kamu tahu hal yang paling ku sesali membiarkan mu hidup sendiri di kota B tanpa harus aku ikut. Aku membiarkan mu sendiri agar kau paham bahwa masih ada aku yang ingin menjagamu". Tandas Raka lantang. Aku terdiam tidak bisa berkata lagi, bulir-bulir air di mata Raka keluar Ia seperti ingin menangis karena cintanya bertepuk sebelah tangan. "Apa aku tidak pantas di cintai?" Tanya Raka lanjut.
"Bukan seperti itu Mas, aku juga pernah memiliki rasa denganmu sewaktu kita masih SMA". Ucapku sayu.
" Entah kenapa aku selalu gagal bisa memilikimu".
"Maafkan aku Mas, suatu saat kamu pasti bisa melupakan aku". Ucapku lalu beranjak dari tempat duduk ku kemudian pergi meninggalkan Raka sembari menangis.
Ya, aku memang pernah mencintai Raka jauh sebelum aku tahu jika Raka adalah adik dari Rayyan, aku tertarik sama Raka kala itu sewaktu Ia menjadi kakak kelas ku di sekolah, Ia lelaki tampan yang penuh prestasi di sekolah, siapapun pasti akan tertarik pada Raka, kami sama-sama saling suka kala itu hanya saja kami tidak bisa berpacaran, hanya bisa saling mengungkapkan perasaan masing-masing.Kala itu Raka berjanji untuk mewujudkan cita-citanya jadi seorang Dokter, lalu akan datang melamar ku jika Ia telah mewujudkannya, tapi belum sampai cita-citanya tercapai aku memutuskan menerima Rayyan. Tiba saat perjodohan, aku baru tahu Rayyan dan Raka bersaudara. Saat akan mengalah, Raka juga menangis seperti saat aku akan menikah dengan Rayyan. Itu sebabnya Raka meninggalkan keluarganya setelah pernikahan kami, Ia pergi dan tak pernah pulang.
__ADS_1