
"Apa yang Mas Darvin lakukan?" Tanya Naomi membalikkan kepalanya yang kaget melihat Darvin muncul tiba-tiba di kamarnya.
"Aku rindu kamu, tidak perlu banyak tanya". Balas Darvin sewot sembari membuang dirinya di kasur.
" Mas, apa kamu tidak lelah semalam tidur hanya beberapa jam?" Tanya Naomi lagi yang bangun dari tempat tidurnya dan duduk di pinggir kasur. Darvin bangun dan ikut duduk di samping Naomi.
"Aku lelah, ayo kita tidur". Ajak Darvin lirih.
" Mas, kamu lupa ini tuh rumah, disini ada Mas Raka". Ucap Naomi kesal sembari melipat kedua tangannya dan menepelnya ke atas perut.
"Kalau begitu ayo kita ke hotel lagi". Ajak lagi Darvin santai.
" Gak mau, kamu bikin aku susah tidur". Tolak Naomi seraya berdiri.
__ADS_1
Darvin yang mendengar penolakan Naomi mengernyitkan dahinya, lalu berdiri dan memegang bahu Naomi dan memutar kearah Darvin seraya berkata, "aku janji tidak akan membuatmu seperti kemarin malam".
" Aku tidak percaya, kamu pulang. Aku mau tidur seharian, besok aku ada kuliah". Usir Naomi kesal.
"Ayolah, aku sangat merindukanmu". Bujuk Darvin memohon.
" Mas, aku tidak mau. Kamu pulang sana". Usir Naomi lagi.
Apa sih yang dilakukan Darvin datang jam segini! Gumam Raka kesal.
Raka memperhatikan mereka dari balik pintu, tiba-tiba Darvin menarik Naomi ke pelukannya lalu mencium bibir Naomi. Raka terbelalak melihat hal itu Ia menjadi marah, kecewa, sedih dan ingin rasanya menangis. Terlebih lagi saat itu Naomi sama sekali tidak terlihat menolak, Ia juga menikmati. Dalam keadaan hati tidak karuan dan terasa sesak, Raka meninggalkan mereka lalu masuk ke kamarnya dan menutup pintu. Ia berdiri dari balik pintu kamarnya seraya air mata jatuh dari pelupuk matanya.
Akhirnya aku harus benar-benar merelakanmu setelah melihat semuanya, kenapa begitu sulit membuatmu jauh dan sulit membuatmu suka padaku? Aku selalu kalah, dulu kakak ku dan sekarang Darvin. Batin Raka sedih. Menyadari sesuatu tidak bisa di paksakan, merelakan adalah jalan terbaik agar bisa mengikhlaskan sebuah luka dalam hati, bertahun-tahun aku membawanya, bertahun-tahun aku terus menyakiti diriku sendiri. Tanpa ku sadari aku menjadi paling bodoh mencintai orang yang tak akan pernah bisa hatinya berubah, aku akan berhenti membuat luka di hatiku dan berhenti berharap untuk bisa mencintai ku lagi, bagiku semuanya mustahil untuk bisa terbalaskan. Batinnya lagi seraya menutup mata dan tangan kanan memegang erat dada yang terasa panas.
__ADS_1
Sejak kejadian semalam, Raka mulai menghindari Naomi pelan-pelan dan berusaha untuk tidak menggubrisnya. Hingga beberapa hari berselang Naomi menyadari perubahan Raka.
"Mas kamu kenapa?" Tanya Naomi khawatir yang kala itu sedang melihat Raka duduk di sofa membaca koran.
"Tidak apa-apa". Jawab Raka singkat dan acuh Ia tetap membaca koran tanpa melihat Naomi sedikit pun.
" Mas kamu tidak bisa bohong, beberapa hari ini kamu menghindari ku".
"Aku hanya sibuk saja". Ucap Raka acuh.
" Mas kalau kamu ada masalah sama aku bilang" Kata Naomi sedih. Raka terhenti membaca koran, Ia kemudian melipat dan meletakkannya di meja, lalu berdiri dan menuju kamarnya tanpa berkata apapun kepada Naomi.
Ada apa sih sebenarnya dengan Mas Raka, Ia terlihat begitu acuh dan sama sekali ngomong sedikit. Apa aku membuat kesalahan padanya? Tapi apa? Aku tidak pernah menyinggungnya selama beberapa hari ini. Ia terlihat seperti menghindari ku, aku sebenarnya sudah menganggap Mas Raka seperi kakak ku sendiri, jika Ia seperti ini aku merasa, aku sedang melakukan kesalahan yang tak aku tahu. Gumam Naomi cemas sembari menghela nafas.
__ADS_1