Sendiri

Sendiri
Episode 28


__ADS_3

"Pak Rayyan, ke ruangan saya". Panggil Rayyan lalu berjalan ke ruangannya diikuti Bu Manda.


" Baik, Pak". Mengangguk.


"Pak Arka, Naomi belum tahu soal saya?" Tanya Rayyan sambil duduk dikursi kerjanya.


"Maafkan saya Pak Ray, saya belum bisa bicara ke Naomi karena tidak ingin mengganggu belajarnya yang sebentar lagi ujian".


" Hmm, baiklah. Biarkan Naomi menyelesaikan ujiannya lalu Pak Arka berbicara kepadanya. Melihat antusiasnya belajar, saya juga tidak ingin mengganggunya".


"Terima kasih Pak Ray atas pengertiannya".


" Tidak perlu Pak, lagipula seumuran Naomi memang belajar yang Ia senangi".


"Saya juga berterima kasih Pak Arka, sudah membesarkan seorang gadis yang mandiri yang menolong saya tepat waktu. Rayyan benar, Naomi dewasa & terlalu mandiri, ku pikir Ia kekanak-kanakan". Ucap Bu Manda senyum.


" Kadang kala Naomi juga kekanak-kanakan kok, Nyonya".


"Mungkin saat sama Pak Arka yah?" Tanya Bu Manda.


"Iya, Nyonya. Kadang Naomi kekanak-kanakan setiap melihat saya, seperti tadi datang tiba-tiba memeluk saya. Jujur tidak enak sama Pak Ray".


" Tidak perlu sungkan Pak, saya melihat tadi cukup senang. Apalagi Naomi tidak tahu kalau Pak Arka sedang berhadapan sama saya, saya memaklumi".

__ADS_1


"Sekali lagi, Terima kasih Pak Ray. Saya kembali bekerja dulu". Pamit Pak Arka dan berlalu meninggalkan ruangan Rayyan.


" Bagaimana menurut Mama?"


"Kamu benar, Dia tidak kekanak-kanakan, mandiri dan berani, Mama merestui".


" Aku tidak salahkan, Mah".


"Iya, Mama senang pertama kali ketemu Naomi, kelihatan polos tapi cerdas".


" Oh, iya mama kenapa bisa ketemu Naomi? Dan menolong Mama?" Tanya Rayyan penasaran.


"Mama ke sekolahnya mau cari tahu dan lihat orangnya langsung, tapi Mama malah ketemu langsung dengan orangnya".


" Baguslah kalau Mama ketemu langsung jadi tidak perlu cari tahu secara diam-diam kan?"


" Kenapa aku harus sabar? Memangnya Naomi cerewet kayak Mama? Tanya Rayyan sambil tertawa keras menggoda Bu Manda.


"Oh, jadi kamu menganggap Mama mu ini cerewet?" Tanya Bu Manda kesal sambil memukul bahu Rayyan.


"Iya, kenyataannya memang begitu".


" Kamu anak Mama paling nakal Ray".

__ADS_1


"Jangan marah dong Mah, biarpun Mama cerewet Papa tetap sayang Mama kok".


" Kamu itu paling bisa gombal".


"Yah sudah, apa yang Mama mau omongin?" Serius.


"Naomi seperti tipe orang yang keras kepala, Ia akan tetap pada kemauannya untuk bersekolah setelah selesai SMA".


" Darimana Mama tahu?" Tanya Rayyan penasaran.


"Tadi sewaktu kesini, Mama banyak bicara sama Naomi, Ia belum mau menikah setelah tamat SMA".


" Jadi, aku harus menunggu selama 4 tahun?"


"Yah, kalau kamu bisa buat Naomi menyukaimu".


" Aku pasti bisa Mah, mana ada perempuan yang menolakku". Ucap Rayyan santai.


"Yah sudah, selamat mencoba. Mama mau pulang".


"Biar sopir yang antar Mama yah?!"


"Tidak perlu, Mama naik taksi saja". Meninggalkan Rayyan sendiri di ruangannya.

__ADS_1


Memikirkan kata-kata Bu Manda, Ia jadi tidak fokus dengan segala hal beberapa hari. Berpikir langkah apa yang harus diambilnya untuk membuat Naomi mau menikah dengannya setelah lulus dari SMAnya.


Apa aku harus mendekati mu secara terang-terangan?! Kau sudah mengambil hatiku, aku tidak bisa berpaling ke perempuan manapun. Aku tidak bisa menunggu waktu yang lama untuk bisa seatap denganmu, aku ingin melihatmu setiap hari. Batin Rayyan sambil duduk memainkan pena yang ada ditangannya.


__ADS_2