Sendiri

Sendiri
Episode 43


__ADS_3

Darvin bertemu dengan Ram di cafe XYZ pada pukul 5 sore, "Bos sesuai dugaan mu mereka tidak melakukan pergerakan apapun". Tandas Ram memulai pembicaraan.


"Aku curiga pada orang terdekatku".


" Siapa bos maksud?" Tanya Ram menaikkan alisnya bertanda Ia penasaran dengan kecurigaan Darvin dengan seseorang.


"Cari tahu, aku juga tidak tahu. Tapi aku merasa ada orang rumah yang dilibatkan". Ucap Darvin sembari menyeruput minumannya.


" Tapi mungkin mereka akan hati-hati bos, kejadian Nona Gita tidak akan membuat mereka mengulangi yang sama".


"Kau benar. Tidak semudah itu mengalahkan Bos Mafia mereka, aku telah menduga-duga semuanya menjauh dari rumah selama beberapa hari agar mengetahui apa yang akan mereka lakukan".


" Jadi apa rencanamu?" Tanya Ram lirih.


"Tidak perlu membuat rencana apapun, aku akan menunggu apa yang akan orang rumah siapkan untukku". Jawab Darvin senyum kecut. Sementara kamu cari tahu Ayah dan Ibuku sudah bertemu dengan siapa saja selama aku tidak dirumah". Lanjutnya. Kemudian Darvin berdiri dan bergegas meninggalkan Ram.


Huh?! Bos, kau sangat cerdas dalam hal memanipulasi mereka, tapi aku tidak yakin dengan rencana yang kau buat sebelumnya. Entah sampai kapan kau akan menyatakan kalah sama mereka, meski tau Bos Mafia Roni Atmajaya sangat susah di kalahkan tapi kau tetap saja tidak menyerah. Batin Ram dengan perasaan cemas, sembari menghela nafas.

__ADS_1


Ram asisten yang sangat setia terhadap Darvin, karena itu rasa cemasnya sangat tinggi terhadap Darvin. Masa lalunya saat bersama Gita membuat Ram selalu ingin berhenti berurusan dengan Roni, karena saat itu Darvin hampir terbunuh.


Keesokan harinya di kampus B....


Dari kejauhan seseorang meneriaki Naomi, Ia pun terhenti langkahnya. Menoleh kearah suara, " Ahh, Kak Hans". Sapanya dengan kikuk.


"Aku menagih janjimu hari ini".


" Hm, itu yah aku ingat. Jam makan siang aku akan segera ke kantin". Ucap Naomi tertawa kecil.


Kenapa begitu susah menjauh dari Kak Hans? aku takut ini akan ketahuan dengan Darvin dan marah besar, apalagi Hans hanyalah senior di kampus. Gumamnya sembari menghela napas yang panjang.


Saat jam makan siang tiba, Naomi bergegas menuju kantin kampusnya dan melihat Hans sedang duduk seorang diri menunggunya. Ia pun menyapa Hans, " Kakak sudah lama ya?"


"Hm, tidak". Jawab Hans singkat.


"Aku akan memesankan dulu makanan untukmu". Kata Naomi.

__ADS_1


" Tidak perlu". Sergah Hans. "Kamu duduk saja, biar aku yang memesannya". Lanjutnya sembari beranjak dari tempat duduknya.


Tak lama kemudian Hans datang membawa makanan dengan kedua tangannya yaitu Nasi goreng hati/ampela kesukaan Naomi dan setelah menaruhnya Hans kembali lagi mengambil dua botol air dingin. Naomi terkejut melihat makanan kesukaannya, Ia pun bergumam, " darimana Kak Hans tahu ini adalah makanan favoritku?". Naomi menatap Hans dengan keheranan dan hal itu membuat Hans sadar.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Hans sambil mengernyitkan dahinya.


"Aku hanya heran dari mana kak Hans tahu nasi goreng hati/ampela adalah kesukaanku".


"Karena aku sering melihatmu memakannya saat jam istirahat".


Tak ku sangka ternyata diam-diam Kak Hans memperhatikan setiap yang ku lakukan. Batin Naomi.


" Kenapa kau terkejut aku memperhatikan mu dari jauh?"


"Hm, yah tentu saja". Jawab Naomi senyum pahit.


Naomi pun berpikir Ia harus menjauhi Hans karena perlakuannya membuatnya tidak nyaman dan sangat berlebihan, Ia takut menyakiti Hans apalagi sampai memberikannya harapan yang harusnya tak boleh Ia harapkan.

__ADS_1


__ADS_2