
Ting!!
Pesan whatsapp dari Darvin berbunyi, Naomi membuka dan membacanya.
❤Darvin
Kamu dimana?
❤Naomi
Dikampus. Ada apa?
❤Darvin
Aku akan menjemputmu, ayo makan bersama.
❤Naomi
Baiklah, 12:35 aku akan keluar.
Darvin tidak membalas pesan Naomi lagi. Ia melanjutkan pembicaraannya dengan Ram asistennya.
"Bos, anak buah Rony Atmajaya mulai bergerak. Kata orang yang kau perintahkan untuk menjaga Nona Naomi, seseorang telah memantau Nona Naomi sudah ada di kampus jadi mahasiswa". Jelas Ram
" Sejak kapan?" Tanya Darvin
__ADS_1
"2 tahun terakhir ini, Ia sudah memantau Nona Naomi dari dulu tapi tidak pernah berhasil, karena selalu ada Tuan Hans yang menghalanginya". Jawab Ram.
" Maksudmu?" Tanya Darvin lagi, kemudian Ram menjelaskannya.
Mahasiswa bernama Jerry Suryaputra adalah mahasiswa tekhnik IT semester 4 pada tahun ini, Ia telah lama ingin mengintai Naomi secara diam-diam tapi Hans menyadari keberadaan Jerry yang mengira ingin mengejar cinta Naomi sehingga Hans selalu membuatnya tidak bisa dekat dengan Naomi. Terkadang saat Hans tak di kampus, Jerry ingin mendekatinya, tapi saat itu Livy selalu muncul dan kadang jam kelas Naomi sudah tiba. Hingga tidak ada kesempatan bagi Jerry mendekati Naomi.
"Biarkan saja seperti itu, mulai sekarang aku akan mengawasi Jerry itu". Imbuh Darvin datar.
" Jadi Bos, apa rencana mu?" Tanya Ram.
"Untuk sementara kelabui si Jerry itu, panggil Hans bertemu denganku". Titah Darvin seraya berdiri dan melipat kedua tangannya.
Siang hari...
Darvin menunggu Naomi di parkiran kampus. Ia berdiri sambil menyandarkan tubuhnya ke mobil dan melipat kedua tangannya. Naomi yang melihat Darvin pun berlari kearahnya, menyambut Darvin dengan bahagia.
"Tidak". Jawab Darvin singkat. " Ayo kita pergi makan". Ajak Darvin sembari membuka pintu mobilnya menyuruh Naomi masuk.
"Mas kita mau makan dimana?" Tanya Naomi lagi.
"Apa kamu ingin makan sesuatu?" Tanya Darvin balik seraya mengemudi dan sesekali menoleh kearah Naomi.
"Iya". Ucap Naomi manja.
" Baiklah, terserah kamu saja". Imbuh Darvin lirih.
__ADS_1
"Kalau begitu ayo makan sushi". Ajak Naomi senang sambil membayangkan makanan enak dalam pikirannya.
" Ya". Singkat Darvin. "Omi aku ingin bertanya padamu?" Tanya Darvin lanjut.
"Tanyalah".
" Apa kau sudah melupakan Rayyan?" Tanya Darvin kikuk, Ia berhati-hati karena takut melukai hati Naomi. Tapi Ia juga tidak mau hidup dalam bayang masa lalu Naomi.
Seketika Naomi tertegun, terdiam wajahnya mulai tampak murung dan menundukkan pandangannya. Naomi berpikir sejenak, tak mudah baginya melupakan Rayyan meski sudah lama kepergiannya, baginya Rayyan masa lalu yang sudah Ia simpan di tempat lain bagian hatinya. Naomi juga takut menjawab pertanyaan Darvin, takut menyakiti hatinya dan takut jika Ia jujur Darvin akan pergi. Sementara hatinya sudah benar-benar bisa menerima Darvin.
"Jika aku jujur apa kau akan meninggalkan ku?" Tanya Naomi balik dengan ekspresi murung dan menunduk seraya mengepal kedua tangannya diatas paha.
"Katakanlah aku menerimanya". Jawab Darvin santai, meski hatinya belum siap menerima jawaban Ya dari Naomi tapi Ia harus menujukkan wajah santai di depan Naomi agar rasa khawatirnya sedikit reda.
" Bagiku Mas Rayyan adalah masa lalu yang sudah ku simpan di tempat lain di relung hatiku, maaf aku tidak bisa melupakannya meski.. (Terpotong). Meski aku mencintaimu, tapi Mas Rayyan adalah ayah dari anakku, tak mungkin aku melupakannya. Maafkan aku". Jelas Naomi sedih seraya membalikkan wajahnya kearah kaca mobil.
Darvin tiba-tiba mengerem mendadak mobilnya, sehingga Naomi tersentak kaget, seluruh tubuh Naomi bergetar ketakukan, pikirannya menjadi negatif terhadap Darvin. Lalu Darvin melepaskan sabuk pengamannya dan langsung memeluk Naomi, Ia melotot dan tidak menyangka Darvin tidak lembut kepadanya.
"Tak apa, aku paham. Jangan merasa sedih atau merasa bersalah, aku suka kamu jujur padaku. Aku tidak akan mengungkit lagi masa lalu mu yang membuat mu sedih, aku tahu setiap kamu mengingat Rayyan kamu sedih karena merasa mengkhianati cintanya". Jelas Darvin menenangkan, Naomi pun menangis dalam pelukan Darvin.
Aku tak tahu mencintai Darvin adalah hal benar atau salah, tapi ini sudah terlanjur. Ia sudah masuk ke dalam hatiku dan tidak bisa menjauh darinya. Gumam Naomi.
"Omi, jika kamu merasa telah salah mencintaiku, kamu justru akan membawa Rayyan pada ketidak ketenangan. Yakinlah Rayyan tidak ingin kau terpuruk berlama-lama, kelak ingat kata-kata ku, jangan membuat orang yang telah pergi membuat mereka tidak nyaman di alam sana, kau harus melanjutkan hidupmu". Imbuh Darvin seraya melepaskan pelukannya dari Naomi lalu mencium keningnya.
" Ya, aku akan ingat ini". Kata Naomi sambil menyeka air matanya.
__ADS_1
"Ayo lanjutkan perjalanan kita makan sushi". Ajak Darvin tersenyum.
Kadang dalam diri Darvin muncul sosok dewasa dan kadang seperti anak kecil yang sedang cemburu buta. Aku tidak tahu mengapa Ia bisa begitu besar memahami masa laluku, Ia mungkin begitu kuat setelah semua yang dihadapinya di masa lalu bersama Gita. Gumam Naomi lagi.