Sendiri

Sendiri
Episode 53


__ADS_3

"Bagaimana tangan kiri mu?" Tanya Raka pada Livy yang sedang duduk di disampingnya, memulai mengajaknya bicara.


"Sudah membaik, Dok. Terima kasih sudah membantu saya waktu itu". Balas Livy malu-malu.


" Aku buatkan kamu minum ya". Ujar Raka sembari bangkit dari tempat duduknya dan menuju ke dapur.


"Iya, terima kasih Dok".


Ya ampun aku selalu berharap bisa jatuh cinta sama lelaki tampan dan mapan. Siapa sangka kakak Naomi membuatku terpesona pertama kali bertemu, aku harus mendapatkan cintanya sebelum ada yang mendahului ku, semoga saja Dokter Raka tidak punya pacar atau tunangan bahkan istri. Batin Livy senyum sendiri, Ia berkhayal bisa berpacaran dengan Raka dan bisa menjadi istrinya. Ketika sedang menikmati khayalannya, Naomi yang keluar dari kamarnya tertegun melihat Livy senyum sendiri.


" Apa Livy gila?" Tanya Naomi dengan suara kecil agar tidak di dengar oleh Livy. "Tapi masa iya Dia gila, selama ini di kampus Dia baik-baik saja". Pikir Naomi masih berdiri di depan pintunya kamarnya tak beranjak karena melihat tingkah Livy.


Raka datang dari dapur membawa dua gelas jus jeruk dan sepiring kue bolu gulung yang sudah di potong beberapa bagian yang dibelinya tadi sebelum pulang. Livy tidak sadar Raka sudah di depannya melihatnya dengan penuh keheranan.


Kenapa nih anak? Senyam senyum tidak jelas. Batin Raka. Naomi menghampiri Raka dan berdiri di sebelahnya saling memandang keheranan, Raka meletakkan nampan yang di bawahnya diatas meja. Lalu Naomi menepuk pundak Livy, membuyarkan lamunannya. Ia tersentak kaget dan malu.

__ADS_1


" Sejak kapan kalian berdua berdiri didepan ku?" Tanya Livy panik dengan wajah keheranan.


"15 menit yang lalu, sembari melihatmu senyam senyum tidak jelas". Balas Naomi santai sambil melihat jam di tangan kanannya.


"Apa!" Livy tersentak kaget dan benar-benar malu dengan Raka, Ia pun langsung pamit pulang dan berlari pulang saking malunya. "Aku pulang dulu".


"Hah! Kenapa sih Dia, tidak ada angin tidak ada hujan langsung main pamit pulang". Ucap Naomi kesal.


" Sudahlah, mungkin Livy ada urusan. Kamu temani aku saja makan kue dan jus jeruk yang ku buat untuk Livy, sayangkan jika di buang". Ajak Raka seraya duduk.


"Hm, iya baiklah Mas". Kata Naomi yang ikut duduk di samping Raka. Ia kemudian mengambil potongan bolu 1 lalu memakannya. " Hmm, enak Mas. Beli dimana?" Tanya Naomi sambil memuji.


"Pasti kokinya handal". Puji Naomi yang tidak berhenti mengunyah.


Raka yang memperhatikannya keheranan melihat Naomi makan tanpa jeda. " Hm, kamu makan tanpa jeda begitu tidak takut gemuk? Atau kamu lapar?" Tanya Raka.

__ADS_1


"Tidak, aku sebelum pulang sudah makan dengan Livy. Ini enak, hanya makan beberapa potong tidak akan membuatku gendut kok Mas". Balas Naomi santai.


" Apa kamu yakin? Emang kamu sudah timbang badanmu? Hahaha". Tanya Raka tertawa mengejek. "Kamu tidak berubah masih tetap saja doyan makan, tapi mengelak dengan kegendutan mu". Lanjutnya.


" Aku memang tidak gendut, lagipula ini rendah kalori". Sergah Naomi kesal sembari melipat kedua tangannya memalingkan wajahnya.


"Aku punya timbangan, ada di kamar. Apa kamu mau coba?" Raka menawarkan seraya tertawa kecil.


"Tak perlu aku punya di kamar". Tolak Naomi yang makin kesal, Ia pun bangkit dari duduknya dan berjalan kekamar. Raka tertawa senang mengejek Naomi.


" Hei, kamu mau kemana?" Panggil Raka. "Kamu kesal haha?"


Langkahnya terhenti dan berbalik ke arah Raka dengan tatapan tajam. "Mas tau aku dari dulu paling benci dengan sebutan gendut, kenapa selalu di ungkit?".


"Aku hanya mengingatkan mu, siapa sangka kamu jadi ngambek". Ucap Raka lalu berdiri berjala kearah Naomi dan menarik tangannya mengajaknya duduk bersama. " Sini, maafkan aku. Aku lupa akan hal itu, sudah yah tidak usah ngambek lagi, aku teraktir kamu malam ini nasi goreng kesukaan mu, bagaimana?" Tawar Raka.

__ADS_1


"Hm, baiklah. Karena Mas Raka sudah menyogok ku aku akan maafkan Mas". Ucap Naomi senyum kecil.


" Baiklah, aku keluar dulu. Ada urusan dirumah sakit, jam 8 malam aku sudah dirumah dan membawakan mu nasi goreng hati/ampela". Ucap Raka sembari berlalu keluar dari rumah dan masuk ke mobilnya, Ia pun pergi mengendarai mobilnya ke rumah sakit. Naomi yang melihat Raka telah pergi menutup pintu rumahnya dan menguncinya, Ia masuk ke kamar dan membaringkan diri, lalu mengambil handphonenya serta mengaktifkannya. Naomi meletakkannya lagi di atas laci kecilnya samping tempat tidurnya, menutup mata karena Ia masih mengantuk.


__ADS_2