Sendiri

Sendiri
Episode 67


__ADS_3

Raka merencanakan menelpon ibunya agar Ia ke kota B, Ia menceritakan semua yang terjadi di telpon hingga Manda bergegas menuju ke kota B tanpa berpikir panjang. Ia amat menyayangi Naomi, tak ingin sesuatu terjadi pada Naomi. Raka tahu jika Manda ada disini, Naomi tak akan sedih, Ia sangat paham sifat Naomi dari dulu tak ingin membuat Manda cemas. Ketika telah tiba dirumah Naomi, Manda membuka pintu tanpa mengetuk membuat Hans dan Raka terkejut. Saat Manda melihat Hans dengan penuh keheranan, sejenak mereka beradu pandang dalam diri mereka saling bertanya siapa dia? Namun belum sempat saling bertanya, Manda tersadar untuk segera menemui Naomi dikamarnya. Dengan hati-hati, Manda mengetuk pintu.


Tok! Tok! Tok!


"Omi sayang buka pintunya". Sahut Manda dari luar pintu. seketika Naomi merasa tak asing dengan suara dari luar kamarnya, Ia mendengar sekali lagi dan benar itu suara Manda.


"Mama". batin Naomi lalu Ia bergegas bangun, membuka pintu kamarnya. betapa terkejutnya Naomi yang dilihatnya berdiri di depannya adalah Manda, Ia langsng memeluk Manda dengan penuh kerinduan.


" sayang, kamu kenapa?" tanya Manda lembut lalu membalas pelukan Naomi.


"aku rindu mama". rengek Naomi dipelukan Manda. Hans dan Raka yang melihat hal itu, seketika bernafas lega. Mereka akhirnya bisa tersenyum melihat Naomi yang memiliki semangat hidup tak seperti sebelumnya yang terlihat dengan pandangan kosong. Raka tahu jika Naomi tak ingin berbicara kepadanya, Ia akan jujur kepada Manda, tak ada yang bisa Ia sembunyikan dari ibunya.

__ADS_1


Terdengar suara ketukan pintu dari luar.


Tok! Tok! Tok!


" Permisi" sapa suara tersebut yang tidak asing bagi Raka, Ia pun berlalu bergegas ke pintu depan dan terlihat sosok perempuan yang berdiri menatapnya dengan senyuman indah dari raut wajahnya.


"Livy". seru Raka. " Ayo masuk kebetulan ibuku ada, aku akan memperkenalkan mu padanya". lanjut Raka dengan semangat. Livy merasa belum siap, jantungnya berdegup kencang ketika Raka ingin segera memperkenalkannya pada ibunya. Raka menarik tangan Livy masuk kerumah, dimana Manda dan Naomi sedang duduk di bibir kasur Naomi, Raka membawa Livy ke kamar Naomi. Terlihat Hans yang berdiri mematung di depan pintu kamar, Livy menyapanya.


"Kak Hans". Sapa Livy melambaikan tangan. Hans membalasnya dengan senyum tipis dan melambaikan tangan juga.


"Hm". Manda dan Naomi memandang Livy. Naomi tersnyum, sementara Manda memperhatikan dari atas kebawa dan berdiri mendekati Livy. " mama merestui". ujar Manda. Seketika Livy terbelalak melihat Manda, ternyata pikiran Livy salah kepada Manda. Ia ibu yang baik dan menerima pilihan putranya tanpa banyak pertimbangan. Terlebih lagi selama di kota X, Raka memang selalu menceritakan kepada Manda tentang Livy bahkan, Ia tahu Livy adik Darvin. Tapi Manda sosok ibu yang selalu percaya dengan pilihan putra-putranya, apalagi Raka yang baru pertama kalinya bercerita soal Livy dengan sangat antusias. Ia memang sudah lama menginginkan Raka agar cepat melupakan Naomi dan menganggap Naomi adiknya karena Ia tak ingin memaksa Naomi menerima Raka. Naomi yang senang mendengar hal ini, berdiri dan memeluk Livy dengan bahagia. Seketika Ia sedikit melupakan kejadian semalam karena sangat senang mendengar Raka akhirnya punya pacar dan mau membuka hati, apalagi yang jadi pacarnya adalah teman baiknya di kampus.

__ADS_1


Hans yang memperhatikan mereka, merasa terabaikan hingga Ia pun membalikkan badannya ingin pergi namun Naomi memanggilnya. "kak Hans". Langkah Hans terhenti dan berbalik ke arah Naomi.


" Ya". ucap Hans lirih.


"ikut gabung sama kita yah Kak, karena mama ku datang, kami mau pergi merayakan. bagaimana mah?" seru Naomi melihat kearah Manda. "Dia Kak Hans mah senior kami di kampus". Naomi memperkenalkan Hans pada Manda.


" hallo nyonya nama saya Hans". kata Hans memperkenalkan diri. Manda memandangnya dari atas sampai kebawa membuat Hans sangat canggung dan tertunduk.


"yah, apapun mau putri kecilnya mama". tutur Manda sembari mengelus rambut Naomi dan mengibakkan ke belakang.


Lalu mereka pun berlima pergi ke restoran yang paling terkenal di kota B, merayakan kedatangan Manda dan hari jadi Livy-Raka. Hans hanya mengikuti langkah mereka, dan melihat kemanjaan Naomi ke Manda membuat Livy berbisik kearah Raka yang duduk di sampingnya.

__ADS_1


" Dok, Naomi memang seperti ini ketika sama ibumu? Dia sangat bukanlah Naomi ku kenal ketika di kampus". tutur Livy berbisik ke Raka, Hans yang disamping Livy berusaha mendengar percakapan mereka namun sulit baginya.


"ya, Omi memang seperti ini ketika sama ibuku. Ia akan menjadi anak yang sangat manja dan lengket dengan ibuku". jelas Raka berbisik. Livy tak berkata apapun lagi Ia hanya tersenyum kecil, baru pertama kali Ia melihat sifat asli Naomi yang seperti anak manja, namun saat di kampus Ia menjadi sosok perempuan yang tegar dan pendiam.


__ADS_2