Sendiri

Sendiri
Episode 65


__ADS_3

Ketika Naomi sadar dari tidurnya, Ia perlahan-lahan membuka matanya dengan pengelihatan yang masih samar-samar. Naomi memegang kepalanya dan melihat tangannya di infus, Ia pun melihat raka yang tidur di pinggir kasur, karena kelelahan menunggu Naomi sadar.


"mas".panggil Naomi dengan suara parau. Ia mengguncang tubuh Raka dengan pelan, hingga akhirnya membuat Raka terbangun.


" omi! kamu sudah sadar". seru Raka dengan wajah kelelahan, Naomi hanya menganggukkan kepalanya.


"apa yang terjadi mas?" tanya Naomi bingung. Ia pun bangun dan menyandarkan tubuhnya.


"kamu semalam pingsan, aku menemukan mu sudah berada di lantai. ada apa sebenarnya?" tanya Raka cemas.

__ADS_1


Naomi kembali mengingat kejadian semalam, Ia tertegun. sesaat di kepalanya terlintas yang terjadi semalam dengan dirinya dan Darvin, namun Naomi tidak ingin menceritakan apapun ke Raka, Ia takut jika Raka marah dan memukul Darvin hingga terjadi perkelahian yang membuat Raka bisa terluka parah, mengingat Darvin bukanlah tandingan Raka.


"tak ada apa-apa kok mas, aku hanya kelelahan semalam saja". seru Naomi berbohong.


" yah sudah, kamu makan dulu. kamu pasti lapar". sahut Raka sembari menyodorkan makanan ke Naomi. Ia hanya mengiyakan permintaan Raka tanpa berkata-kata lagi.


Di rumah Darvin.....


Saat itu Darvin pulang ke rumahnya Ia mulai tinggal kembali, tidak lagi tinggal di hotel dengan waktu yang cukup lama, membuat orang tuanya sangat bahagia. kala itu di ruang tamu, Darvin yang hari ini sedang meliburkan diri dari kerjaan kantornya memilih tinggal dirumah untuk melepaskan kegalauannya semalam, meski dalam hatinya masih tak tenang memikirkan Naomi Ia mencoba untuk tetap biasa berada dirumahnya. kala itu Bu Alma yang melihat Darvin sedang duduk sembari membaca koran dengan menyandarkan punggungnya. Ia mendekati putranya dan duduk ikut di sofa lain.

__ADS_1


"ada apa?" tanya Darvin datar tanpa melihat ke arah bu alma, matanya terus ke arah koran yang di pegangnya.


"vin, mama tahu kamu sekarang lagi berusaha dekat dengan sarah, kamu sudah putuskan untuk meninggalkan gadis itu kan? mama mau kamu bertunangan dengan sarah secepatnya". pinta bu alma dengan nada bicara yang pelan dan hati-hati agar tak membuat putranya tidak nyaman ketika membahas hal itu. Bu Alma sangat paham watak putranya yang tak bisa di paksa, harus dilakukan dengan cara lembut.


" kamu atur saja, aku akan mengikutinya sesuai kemauan mama dan papa". seru Darvin santai, lalu melipat koran itu dan beranjak dari tempat duduknya berlalu pergi tanpa mendengar Bu Alma bicara. Seketika Bu Alma mengendus kesal tapi tetap tenang, agar Ia tak emosi menghadapi Darvin.


Dasar anak kurang ajar, mamanya belum selesai bicara, main pergi saja. Tapi sudahlah Dia sendiri yang menyerahkan semua pada ku, maka aku akan menyiapkannya. Batin Bu Alma senang, Ia pun berlalu pergi dan menghubungi Sarah memberi kabar baik untuknya.


Sementara Darvin yang berada di kamarnya, Ia menangis tersedu-sedu memikirkan Naomi dan sangat merindukannya. Ia sengaja menjauhkan diri dari Bu Alma karena hatinya saat ini benar-benar tak karuan, Ia rasanya ingin memberi tahu Naomi agar menunggunya untuk menyelesaikan urusannya dengan Ronny. Namun Ia takut sesuatu terjadi padanya, hingga akhirnya perasaan mereka berdua harus di korbankan sementara waktu. Darvin berencana memberi tahu Naomi setelah semuanya selesai dan akan langsung melamar Naomi kala itu, namun Ia benar-benar tak berdaya sekarang mengahadapi Ronny dengan perasaan yang terganggu karena memikirkan Naomi.

__ADS_1


__ADS_2