
Flashback...
Saat Darvin memanggilnya kalau itu ke kantornya, Hans tercengang ketika mengetahui bahwa Naomi dan Darvin memiliki hubungan sebagai sepasang kekasih, Ia benar-benar merasakan hal yang begitu sakit mendalam. Hans tak menyangka kalau pada akhirnya, Naomi akan dimiliki Darvin. Ketika Ia tahu Naomi pernah menikah, Ia merasakan perasaan gundah yang membuatnya tak ingin maju, namun rasa cintanya terlalu besar hingga Ia melupakan Naomi pernah menikah. Saat Hans kembali di kejutkan oleh hubungan Darvin, Ia semakin tak punya harapan lagi, Hans tak ingin mengambil resiko menantang Darvin. Karena Ia paham, Darvin sangatlah kejam. Akan tetapi saat Darvin memintanya menjaga Naomi Ia merasa masih sedikit punya harapan untuk bisa mengambil hati Naomi. meski Hans tahu tidak akan mudah baginya mengambil hati Naomi, butuh perjuangan dan kesabaran menaklukkan hatinya. tapi Hans tidak peduli akan hal itu baginya dekat dengan Naomi saja sudah cukup, Ia bahkan tak perlu takut dan waspada kepada Darvin saat mendekati Naomi.
"Tuan Hans, jika di akhir saya gagal maka kamu harus menjaganya seumur hidupmu". Sahut Darvin tenang.
" Saya yakin Tuan Darvin akan berhasil mengalahkan Ronny". Ucap Hans dengan penuh keyakinan.
"Hm". Darvin senyum menyeringai. " Kau sangat percaya diri jika aku mampu mengalahkannya". Lanjut Darvin.
__ADS_1
"Aku tak mengenal anda secara baik, tapi saya yakin demi Naomi anda akan mengalahkannya. Terkadang kekuatan datangnya dari cinta, Tuan Darvin. Maaf jika saya lancang". Ucap Hans sopan.
" Tidak, kau benar. Cinta seseorang akan membuat orang itu kuat". Seru Darvin senyum tipis kearah Hans. "Namun cinta juga bisa membuat kita lemah Tuan Hans". Lanjut Darvin dengan tatapan sedu. Hans melihat sorot mata Darvin yang penuh ketakutan, meski wajahnya tak pernah terlihat tatapan sedu, tapi kali ini Hans melihat sorot mata keputusasaan dalam diri Darvin. Bagaimana tidak, Ia begitu mencintai Naomi dan berharap bisa hidup bahagia bersama selamanya, namun Ia merasa tak akan ada lagi harapan itu jika Ia gagal. Meski Darvin akan gagal, tapi Ia mampu menjaga Naomi dari bahaya.
"maaf sebelumnya Tuan, apa anda tidak takut jika pada akhirnya anda menang lalu hati Naomi bukan untuk anda?" tanya Hans ragu-ragu.
"aku memiliki rasa takut itu, tapi aku lebih takut jika Naomi dala bahaya". balas Darvin tenang.
"tidak perlu. aku sangat mengenal Naomi, Ia akan menjadi keras kepala jika tahu hal ini, Naomi akan tetap mau menghadapi Ronny, Ia wanita yang kuat, tangguh dan berani". jelas Darvin memuji Naomi seraya senyum tipis, lalu mengingat semua kenangan bersamanya.
__ADS_1
*****
Dirumah Naomi...
Raka yang dari semalam cemas terhadap Naomi tidak keluar dari kamar hingga pagi, Ia berencana ingin mendobrak pintu, namun Raka berpikir untuk menunggunya beberapa jam lagi, jika masih belum dibuka, maka Raka terpaksa mendobrak paksa pintu kamar Naomi.
Hingga jam menunjukkan pukul 13.00 Naomi tak kunjung keluar kamar, karena khawatir Raka akhirnya mendobrak dengan menggunakan tubuhnya. Saat berhasil dibuka dengan paksa, Raka terkejut melihat Naomi yang tergeletak dilantai. Ia memeriksa tubuh Naomi melalui denyut nadinya, Raka kemudian melihat wajah Naomi yang pucat, Ia bergegas menggendongnya membawanya kerumah sakit terdekat.
Setelah di periksa dokter pun keluar mengabarkan kondisi Naomi. "Tidak ada yang serius, hanya saja pasien kelelahan, setelah sadar dan memberinya 1 botol cairan infus pasien bisa pulang". Sahut dokter yang memeriksa Naomi, Ia kemudian berlalu meninggalkan Raka.
__ADS_1
Raka yang mendengar hal itu mengenduskan nafasnya dengan lega sembari mengusap wajahnya secara kasar. Lalu Ia masuk menemui Naomi, Raka duduk di sampingnya sembari menunggu Naomi sadar.
Apa sebenarnya yang terjadi padamu semalam! Batin Raka cemas, Ia memegang tangan Naomi sesekali mengelus punggung tangannya.