Sendiri

Sendiri
Episode 57


__ADS_3

Sejak hari dimana Livy melakukan hal yang memalukan di depan Raka, Ia tidak berani menemui Raka lagi. Tapi hatinya tidak tahan jika tidak melihat Raka beberapa hari, Ia pun bergegas pergi menemui Raka di rumah sakit B, meski Livy masih malu bertemu Raka, tapi Livy memberanikan dirinya bertemu Raka.


"Dok.. Dok.. Dokter Raka". Sapa Livy gugup yang berlari kearah Rakan dan wajahnya memerah.


"Hah, kamu sakit?" Tanya Raka terperangah. Livy menggelengkan kepalanya. "Lalu?" Tanyanya lagi.


"Saya mau bicara dengan Dokter Raka, apa Dokter ada waktu?" Livy bertanya kembali.


"Hm, iya. Mau makan siang? Ini sudah jam makan siang". ucap Raka sembari mengangkat tangannya dan melihat jam di tangan kanannya.


" Yah, kita makan dekat rumah sakit saja". Livy menyetujui ajakan Raka dengan wajah memerah.


"Hm, baiklah. Di samping rumah sakit ini ada cafe namanya cafe meriah".

__ADS_1


" Aku ikut dokter Raka saja". Sergah Livy.


Livy mengikuti langkah Raka tepat di belakangnya, karena Ia masih malu-malu bertatapan dengan Raka.


"Kamu mau bicara apa?" Tanya Raka ketika pesanannya sudah tiba, tapi wajah Livy masih tetap saja merah.


Aku harus berani, aku harus katakan pada Dokter Raka aku menyukainya, jika di tolak aku tidak akan pernah menemuinya lagi. Batin Livy sembari mengepal kedua tangannya di atas pahanya karena tubuhnya gemetar.


"Dok, waktu dirumah Naomi, aku minta maaf". Jawab Livy lirih.


"Aku.. Aku.. Aku.. ". Livy terbata-bata, Ia begitu sulit sekali mengumpulkan keberaniannya mengutarakan perasaannya pada Raka.


" Iya, kamu kenapa?" Sanggah Raka heran.

__ADS_1


"Aku... Aku... Aku... suka sama Dokter Raka". Ucap Livy secepat kilat sembari memejamkan matanya dan menundukkan kepalanya. Livy begitu malu mengungkapkan perasaannya pada Raka, Ia baru pertama kali mengatakan hal ini pada seorang laki-laki yang Ia sukai, Livy tak mampu membendung lagi perasaannya sehingga Ia mengumpulkan keberaniannya pada hari itu. meski harus menahan rasa malunya, Ia begitu gugup menanti jawaban Raka.


" Hah". Raka terperangah mendengar kata-kata Livy. Raka terdiam dan memikirkan pernyataan Livy yang membuatnya terkejut secara tiba-tiba. Raka sudah berniat setelah kejadian malam itu, Ia ingin mencoba hubungan baru agar Ia bisa melupakan Naomi seutuhnya. Kini Ia merasa, harus mencobanya dengan Livy, terlebih lagi Raka tak mau membuat Livy malu karena menolaknya.


"Dok, jika kamu menolakku aku akan menjauh darimu selamanya dan tidak akan pernah memunculkan diriku di depanmu, aku janji". Jelas Livy dengan wajah seduh melihat kearah Raka, Ia berani menatap Raka meski tubuhnya gemetar.


Raka menghela nafas yang panjang dan meminum secangkir kopi yang Ia pesan. Raka meletakkannya dan beranjak dari duduknya, lalu duduk di samping Livy, Ia memegang tangan Livy yang terasa basah dan gemetar. " Ayo kita coba jalani". Ucap Raka senyum tipis.


Livy melotot dan tidak menyangka jika Raka mau menerimanya, Ia pun menangis terharu dan memeluk Raka di depan banyak orang, pada saat itu cafe sedang ramai. Raka membalas pelukannya dengan senyum bahagia.


"Banyak orang, kamu tidak malu". Bisik Raka di telinga Livy dengan lembut. Livy yang menyadari hal itu langsung melepaskan pelukannya dan mendorong Raka agar menjauh.


" Dok maaf aku terlalu bahagia". Ucap Livy seduh.

__ADS_1


"Habiskan makan siangmu, lalu malam ini bagaimana kalau kita kencan?" Ajak Raka. Meski Ia belum memiliki rasa terhadap Livy, Raka berinisiatif untuk memulai mengajak Livy. Karena Ia tahu Livy pasti menginginkan hal ini dari hubungan mereka.


__ADS_2