Sendiri

Sendiri
Episode 78


__ADS_3

Pov Naomi...


Ketika ku tau kala itu Darvin meninggal karena Ia berhasil masuk ke perangkap Ronny, Ia berhasil mengikuti Sarah bersama Ram. Tapi saat itu Sarah tak mengetahui jika Darvin dan Ram mengikuti mereka hingga ke markas besar Ronny yang ada di sebuah villa terletak di dekat dengan gunung, jauh di pemukiman warga yang jauh dari kota B. Jarak tempuh menuju kesana berkisar 3-4 jam, saat itu Sarah dipanggil ke villa Ronny. Tiba disana Darvin amat terkejut, ternyata Sarah sedang melayani nafsu Ronny, yah Ia menjadi simpanan Ronny. Namun darvin sama sekali tak peduli, baginya telah menemukan markas Darvin adalah misi utamanya. Agar kami bisa berkumpul secepatnya, Ia sudah tak sabar hidup bertiga dengan aku dan anaknya. Karena terlalu gegabahlah hingga akhirnya Darvin menyusun rencana yang tak bisa menyelamatkan dirinya.


"Ram, telpon para pengawal yang telah terlatih untuk segera menuju ke markas Ronny sekarang, pasang bom setiap sisi rumah ini melingkar kita akan meledakkan mereka malam ini". Perintah Darvin kepada Ram, Ia mengernyitkan dahinya tanda tak setuju jika Darvin melakukannya malam ini.


" Bos, apa sebaiknya kita pulang saja dulu lalu merencanakannya secara matang?" Tanya Ram yang kala itu menolak rencana Darvin yang terlalu gegabah. Meski Ram berusaha mencegah Darvin tapi tak ada yang bisa mengalahkan sifat keras kepalanya. Yah, setelah orang suruhan Darvin datang, tanpa basa basi lagi, Ia masuk menerobos pintu masuk dengan mengalahkan para penjaga. Sementara Ronny dan Sarah masih menikmati cumbuan mereka, tapi Darvin tetap masuk mendobrak pintu kamar mereka, membuat Sarah dan Ronny yang tak memakai sehelai apapun di badan mereka kaget.


"Kau, kurang ajar". Geram Ronny menggertak giginya. Ia sangat marah melihat kedatangan Darvin yang mengganggunya privasinya. Sarah cepat-cepat mengambil selimut untuk menutupi badannya. Tanpa ragu-ragu Darvin melayangkan pistol kepada mereka, Ronny yang sedang marah besar berteriak memanggil para pengawalnya namun tak ada satupun yang muncul.


" Tak perlu repot memanggil mereka tuan Ronny, mereka semua sedang terbaring tinggal kalian berdua yang belum aku lenyapkan. Kalian berdua memang pantas bersatu ". Ucap Darvin senyum menyeringai, Ia merasa kali ini misinya telah berhasil namun Ronny bukanlah orang mudah yang di kalahkan. Tanpa Darvin sadari, seseorang kepercayaan Ronny yaitu Jerry menembak bahunya dari belakang, hingga darah bercucuran, Darvin dilumpuhkan oleh Jerry si penembak jitu. Dalam keadaan berusaha bangkit dan membuka matanya, Darvin diseret oleh Jerry ke ruang aula besar tempat biasanya Ronny mengeksekusi orang-orang yang menjadi targetnya atau musuhnya. Sedangkan diluar Ram menunggu perintah dan sangat khawatir dengan Darvin, Ia menjadi tak karuan sesekali mengusap wajahnya dengan kasar.

__ADS_1


Darvin tertangkap dengan Ronny saat itu, dengan suara tertawa keras yang menggema di ruangan itu, membuat Ronny sangat bahagia karena berhasil melumpuhkan Darvin. " Coba kau lihat dirimu sangat pengecut ". Ronny yang tertawa puas kala itu di dampingi Jerry dan Sarah.


" Tuan Darvin salah satu kelemahan mu adalah terlalu gegabah ". Ucap Jerry senyum kecut,. Darvin hanya terdiam tak bergeming, Ia menahan rasa sakit luka tembakan di bahunya dalam keadaan terbaring dilantai. " Kau datang kesini secara suka rela tanpa persiapan dan bantuan siapapun, meski kau sudah melumpuhkan orang-orang itu, tapi tetap saja kau bodoh". Sambung Jerry mengejek, karena perasaan puasnya telah melumpuhkan Darvin orang pertama terkuat di kota B.


Darvin berusaha bangkit dan berdiri sebisa yang Ia mampu sambil memegang bahunya dengan tangan lainnya. Ia tertawa kecut memandang mereka bertiga dengan tatapan menantang. Jerry yang kesal dengan sikap menantang dan tertawa Darvin menghajarnya dengan memberikan pukulan beberapa kali di wajah dan perutnya hingga Darvin kembali terjatuh namun tetap masih bisa berdiri. "Apa kau pikir aku kesini tanpa persiapan?" Seru Darvin tertawa licik.


"Apa maksud mu?" Tanya Ronny dengan menaikkan alisnya. Jerry tertegun dan Sarah panik. Ia telah menyadari Darvin memiliki rencana lain, sehingga mereka benar-benar dikalahkan Darvin.


"Oh tidak". Betapa kagetnya Ram saat melihat Darvin begitu mengenaskan. Ia bergegas berlari menyelamatkan Darvin dan membawanya ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadar.


Saat itu, Ronny di temukan tewas mengenaskan dalam keadaan tubuh gosong, Jerry dengan tubuh yang terpisah-pisah dan Sarah yang meninggal karena terlempar jauh tubuhnya tertindih bangunan. Darvin memang menghabisi mereka semua meski nyawanya menjadi taruhannya, Ia tidak peduli. Jika Ronny tak mati maka akan banyak orang yang tidak bisa hidup dengan aman menjalankan bisnis mereka. Berkat Darvin kota B kini aman dari mafia, orang-orang yang datang ke pemakaman darvin mereka sangat mengagumi sosoknya yang sebagai pahlawan yang membuat kedamaian di kota B, para pelayat berduka atas kehilangannya, sosok yang dingin namun peduli. Mungkin saja jika Ia tak berjanji pada ku menemani ku melahirkan saat itu, Ia akan tertolong dengan sesegara. Tapi demi membuktikan janjinya padaku, Ia tak peduli dengan dirinya sedang sekarat.

__ADS_1


Dalam sebuah wasiat yang ku dengar dari Ram, aku harus menikah dengan Hans, itu permintaan terakhirnya untuk mendapatkan hak ahli waris buat putranya, namun aku menolaknya. Aku memberikan semua hak itu pada Hans, aku tak bisa lagi mengkhianati Darvin orang yang paling berjasa untukku dan banyak orang. Meski Ia sudah tak ada, tapi aku akan tetap mengenangnya dalam potret sebuah lukisan yang sempat aku lukis sewaktu kami pergi ke kota N. Aku memilih meninggalkan kota B, setalah aku menyelesaikan studi ku, memilih pergi bersama putraku "Daffa".


Aku ingin pergi meninggalkan semua kenangan ku bersama Darvin selama 4 tahun, aku kembali mengingat semua tentang kami. Dimana masa-masa aku tak menggubrisnya, mulai mencintainya, bersama hal manis, kemudian rasa sakit yang diberikannya. Aku pergi meninggalkan semua hal tentangnya, Alma dan Aldi tak mau mengakui Daffa sebagai cucunya, Manda kembali ke kota X karena tak berhasil membujuk ku kembali. Mama manda orang baik, Ia bersedia membesarkan Daffa bersamaku untuk mengobati rasa rindunya pada Ranvie sedangkan Livy dan Raka akhirnya mereka bersatu di pelaminan,mereka juga ikut kembali bersama Manda ke kota X. Kini bisnis Darvin yang melanjutkannya adalah Hans, karena amanah Darvin yang telah membantunya menjagaku. Selamat tinggal Darvin, cintaku yang pergi selamanya, aku dan Daffa akan selalu mengingat mu, kami mencintai mu meski kau telah tiada. Kelak Daffa akan tahu bagaimana sosok Ayahnya, aku akan kembali kembali membawanya menemuimu saat usianya dewasa. Terima kasih memberiku penggantimu yang menemani ku selamanya. Kau telah menempati janjimu tidak akan pernah membuat ku sendiri, meski bukan kamu yang menemaniku tapi Daffa kalian berdua adalah sosok yang sama. Kau pergi di saat putramu telah lahir. Tenanglah disana sayang, aku janji tak akan terpuruk atas kepergianmu. Aku akan menjalani hari-hariku dengan kehidupan yang baik di kota N bersama Daffa, kota dimana tempat kita menghabiskan waktu selama seminggu.


 


***To Be Continue....


Coming Soon Season 2***!!!!!!!


 

__ADS_1


__ADS_2