Sendiri

Sendiri
Episode 56


__ADS_3

"Ada apa Tuan Darvin ingin bertemu dengan saya?" Tanya Hans yang berdiri tegak menatap Darvin heran.


"Tuan Hans kamu pasti tahu tentang diriku bukan". Jawab Darvin dingin.


" Aku tak mengerti". Ucapnya khawatir.


"Tenanglah, aku hanya ingin membahas kamu dan Naomi". Imbuh Darvin seraya berjalan kearahnya dan menepuk bahu Hans.


" Saya dan Naomi tidak ada hubungan apapun Tuan, jangan salah paham".


"Aku yakin kamu tahu aku terlibat dengan Mafia besar di kota B". Ujar Darvin santai.


" Iya, aku tahu. Tapi aku tidak ada hubungan dengan mereka Tuan".


"Aku hanya ingin kau membantu ku". Pinta Darvin.


" Apa itu Tuan Darvin?" Tanya Hans penasaran. Darvin memberi kode kepada Ram dengan sekali mengangguk. Ram pun menjelaskan.


Sejam kemudian...

__ADS_1


"Apa kau paham Tuan Hans?" Tanya Darvin melirik dingin.


"Ya, Tuan. Saya paham, saya akan melakukannya dengan baik". Balas Hans mengangguk.


"Tuan Hans, jika kamu mampu menjaganya maka usaha keluargamu akan ku buat lebih banyak keuntungan dari sebelumnya". Jelas Darvin santai.


" Terima kasih Tuan Darvin". Ucap Hans senyum kecil. "Jika sudah tak ada lagi, saya pamit Tuan". Lanjut Hans dan Darvin hanya mengangguk.


" Bos bagaimana selanjutnya?" Tanya Ram setelah kepergian Hans.


"Jalankan plan A, jika Ronny masih tetap tidak bisa di kelabui, maka jalankan plan B". Jawab Darvin tegas.


Lamunannya buyar saat Ia duduk termenung di kursi meja kerjanya, Naomi yang datang tiba-tiba, masuk tanpa mengetuk pintu, spontan membuat Darvin kaget.


"Apa kau bisa masuk dengan mengetuk pintu dulu?" Tegur Darvin sinis.


"Bukankah setiap masuk ke kamar ku, Mas Darvin tak pernah mengetuk pintu". Balas Naomi sewot.


" Ck". Geram Darvin, Ia pun bangkit dari kursinya lalu menghampiri Naomi. Menarik Naomi dalam pelukannya dan mencium bibirnya. Naomi di buat kaget dengan ciuman Darvin tiba-tiba, Ia pun tersadar dan mendorong tubuh Darvin.

__ADS_1


"Kenapa kau hobi mencium ku secara tiba-tiba sekarang?" Tanya Naomi kesal.


"Bukankah kau berniat balas dendam padaku? Jadi aku membalasmu kembali". Ujar Darvin senyum sinis.


" Berhenti berbuat seperti itu padaku, ini Kantor mu akan sangat memalukan jika ada yang masuk". Kata Naomi dengan wajah merah, Ia sangat malu.


"Tenanglah, jika kau sudah kemari tidak akan ada yang berani masuk". Jelas Darvin santai.


" Apa maksud mu?" Tanya Naomi keterangan.


"Ku rasa mereka paham apa yang kita lakukan jika kau sudah masuk". Ucap Darvin tertawa mengejek. Naomi tersadar dan melotot tajam kepada Darvin karena kesal dibuatnya.


" Aku mau keluar". Ucap Naomi kesal sembari membalikkan badannya berjalan menuju pintu, tapi Darvin menariknya.


"Mau kemana? Apa kau pikir setelah masuk ke kandang singa bisa keluar semau mu? Ck jangan mimpi, karena kau sudah berada disini maka kau harus membayarnya". Kata Darvin dingin. Naomi ketakutan sehingga Ia terdiam dan keringat dingin.


Aku lupa, aku akan selalu kalah darinya. Gumam Naomi menyesal.


Darvin pun menarik tangan Naomi dan mengajaknya masuk ke kamar pribadi yang ada di dalam ruang kerjanya. Lalu Darvin menghempaskan Naomi ke tembok dan langsung mencium bibirnya dengan lembut, menikmati kerinduannya pada Naomi yang beberapa hari ini tak bertemu. Darvin sudah terbiasa berada disisi Naomi sehingga saat melihat Naomi Ia tak mampu menahan dirinya, ingin memeluk bahkan menciumnya secara tiba-tiba meski Naomi tidak menyukai caranya, Darvin tidak peduli. Baginya Naomi telah menjadi miliknya.

__ADS_1


__ADS_2