Sendiri

Sendiri
Episode 63


__ADS_3

Darvin yang berada diluar restoran sangat emosi dan air mata di pelupuknya terus bercucuran. Hingga Ia berkali-kali memukul tembok restoran dengan tangannya yang Ia kepal, Ia sangat merasakan hatinya begitu hancur berkeping-keping, terlebih lagi melihat air mata Naomi jatuh di depan matanya, ingin sekali rasanya Darvin memberi tahu Naomi, tapi Ia takut jika Naomi bersih keras akan tetap bersamanya, mengingat Naomi tidak akan meninggalkan Darvin meski harus menghadapi bahaya. Dengan cara pura-pura menerima Sarah di dekatnya adalah hal terbaik agar Naomi menjauh darinya.


Berkali-kali Darvin mengeluarkan kata maaf sembari memukul tembok dengan keras, meski Ia merasakan sakit di tangannya tapi hatinya jauh lebih sakti.


Sementara itu, Hans yang melihat Naomi berlari pulang kerumah. ia pun mengejarnya dengan mobilnya, ketika Naomi tiba dirumah, Ia menggedor pintu sangat keras, sehingga Raka yang berada di kamar sedang merebahak dirinya sangat terganggu dan merasa kesal dengan orang yang menggedor pintu.


"Siapa sih!" Gerutu Raka kesal sembari beranjak dari tempat tidur lalu mengusap kasar rambut belakangnya yang plontos. Ia pun keluar dari kamar dan bergegas ke ruang depan. "Sia...." Terpotong saat Ia melihat Naomi menangis, tanpa mempedulikan Raka, Naomi menerobos masuk dan berlari menuju ke kamarnya, Ia mengunci pintu dengan rapat lalu duduk berjongkok bersandar di pintu sembari menangis tak ada hentinya. Raka yang terus terperanga, langsung menyadari Naomi pulang dengan tangisan, Ia segera berlari ke kamar Naomi karena rasa cemasnya. Kemudian Ia berkali-kali mengetuk dan memanggil Naomi tapi tak di pedulikan, tiba-tiba Hans datang dengan wajah cemas memanggil Naomi tapi tetep tak ada suara dari dalam. Raka yang memperhatikan sosok lelaki tersebut heran dan merasa tak mengenalnya.

__ADS_1


"Siapa kamu?" Tanya Raka sembari menarik tangan Hans. "Apa kamu yang buat Naomi menangis?" Tanyanya lagi dengan sorot mata tajam lalu menghempaskan tangan Hans dengan keras.


"Bukan aku". Jawab Hans gugup. "Aku menemukan Naomi dalam keadaan seperti itu, aku mengikutinya, karena khawatir".


"Lalu kamu siapa? Setauku Naomi hanya punya teman lelaki bernama Darvin". Seru Rakan dingin.


" Aku Hans teman sekampusnya Naomi". Balas Hans tenang.

__ADS_1


" Tapi kak aku khawatir ". Seru Hans sedih.


" Tak ada yang perlu di khawatirkan, ada aku. Aku tidak akan membiarkan apapun terjadi padanya". Ucap Raka sembari menujuk pintu keluar. Hans tanpa berkata apapun mengiyakan permintaan Raka, Ia keluar dari rumah Naomi dengan perasaan takut dan sedih. Namun Hans tak bisa melakukan apapun, mengingat Hans tahu kalau laki-laki itu adalah kakak Naomi. Hans pun masuk ke mobilnya dan menyetirnya meninggalkan rumah Naomi.


Hans mengambil ponselnya menghubungi Ram asisten Darvin.


"Tuan Ram, Naomi sudah dirumah. ia bergegas masuk kamar dan di kunci, ada seorang laki-laki mungkin itu kakaknya". Ucap Hans dari balik telpon, Ia diperintahkan oleh Darvin untuk terus melaporkan ke Ram soal Naomi.

__ADS_1


" Tidak masalah Hans, yang terpenting Nona Naomi tiba dirumahnya dengan selamat. Besok kau harus mulai melakukan pendekatan, sepertinya Tuan Darvin mulai menjalankan rencananya ". Titah Ram.


" Baik Tuan Ram". Kata Hans lalu menutup telponnya. Meski Ia melakukannya bukan atas dasar perjanjian dengan Darvin, namun Hans melakukannya karena perasaan cintanya ke Naomi. Itulah sebabnya Hans menerima perjanjian dengan Darvin, hanya untuk perasaannya yang telah lama tumbuh di hatinya untuk Naomi.


__ADS_2