Sendiri

Sendiri
Episode 75


__ADS_3

Naomi terbangun dari tidurnya pada pukul 3 dini hari, Ia kaget disampingnya masih ada Darvin yang tidur memeluknya, sontak Ia kaget dan bangun membuat Darvin terganggu, Darvin membuka matanya yang masih setengah sadar. "kau kenapa?"


"aa, aku mau pulang". Naomi terbata-bata menjawab pertanyaan Darvin. Ia langsung terbangun duduk rasa kantuknya sedikit hilang.


" ini jam 3 subuh". ucap Darvin melihat arah jam ke dinding. "tidurlah aku akan mengantarmu besok". lanjutnya sembari merebahkan tidur Naomi.


" aku tidak mau". tolak Naomi memberontak, Ia takut jika terlalu lama dengan Darvin, Manda akan khawatir mencarinya.


"tenanglah sedikit, besok aku akan mengantarmu. jangan khawatirkan orang dirumah mu, aku sudah mengabari mereka". ucap Darvin mengelus punggung Naomi agar Ia dapat tenang.


" kau menghubungi mereka?" tanya Naomi lembut. Darvin mengiyakannya sembari mengangguk dan mencium kening Naomi dengan mesra.


"tenanglah, jangan buat dirimu stres, aku tidak mau kau dan bayimu kenapa-kenapa!" Darvin memeluk Naomi dengan lembut, Naomi tertegun dengan sikap Darvin yang begitu baik dengan dirinya, membuatnya terharu dan seketika Ia langsung menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Darvin dengan suara keras, Darvin panik dan khawatir. "hei, ada apa? kenapa kau menangis?"

__ADS_1


"kenapa kau mencampakkan ku?" tanya Naomi balik sambil menangis, Ia sudah tak mampu menahan dirinya dari dulu Ia ingin selalu bertanya dengan sikap Darvin yang berubah tiba-tiba. Darvin tertegun memeluk Naomi,Ia terdiam sejenak namun diamnya terbuyarkan dengan pertanyaan lain lagi dari Naomi. "apa aku berbuat salah padamu? apa kau dendam padaku?"


"apa yang kau katakan! aku tidak ada niat mau membuangmu". jawab Darvin tersedu.


" tapi kenapa kau memilih perempuan lain daripada aku dan meminta ku melahirkan anak untukmu? apa kau tau! aku tersiksa pikiran dan batin, aku sempat berpikir bunuh diri bersama bayi ini". Naomi mengeluarkan semua isi hatinya yang telah lama Ia simpan, Darvin tak menyangka jika perbuatannya akan membuat Naomi berpikir untuk bunuh diri, hingga Ia pun memilih malam itu untuk menceritakan semuanya pada Naomi.


"maafkan aku". Darvin mendengus dengan lembut di matanya ada penyesalan, Ia melepaskan pelukannya dari Naomi. " aku akan menceritakan semuanya padamu, tapi kau harus berjanji setelah ini aku jujur padamu, kau hanya harus fokus menungguku, fokus menjaga calon anak kita. jangan pernah kamu mengusik apapun tentangku, tunggu aku menghubungi mu dan mendatangi mu, bagaimana?" Darvin memberi syarat pada Naomi, Ia hanya menganggukkan dirinya. Lalu Darvin menceritakan semuanya.


Sejam telah berlalu, Naomi akhirnya mengerti bahwa tujuan Darvin bukan ingin mencampakkan dirinya tapi semata-mata untuk melindungi dirinya, Ia juga paham Darvin tak memberi tahunya mengingat sifatnya yang tak mau tinggal diam jika orang dicintainya sedang berada dalam kesulitan. "maafkan aku. Aku janji, aku tidak akan merepotkan mu, aku akan fokus untuk bayi kita dan menunggumu". tutur Naomi dengan senyum kecil yang terlihat di wajahnya, Darvin yang senang melihat hal itu mengelus pipinya dengan lembut dan memegang tangan Naomi dengan erat.


" apanya yang lucu?" tanya Naomi mulai emosi. "apa kau akan memiliki alasan lagi untuk meninggalkan ku?"


"tentu saja tidak sayang, aku hanya sedang rindu mengganggu mu". jawab Darvin menarik Naomi kedalam pelukannya.

__ADS_1


" aku gendut karena mengandung anakmu, jika kau tak mau menerima ku, aku juga tak akan keberatan ". ngoceh Naomi dengan nada kesal, membuat Darvin tertawa kecil, Ia senang akhirnya Naomi berbicara dengan nada kesal.


" aku ngantuk, ayo kita tidur ". ucap Darvin lelah semakin menarik Naomi kedalam pelukannya, untng saja besok hari kantornya libur jadi malam ini Ia bisa menghabiskan waktu bersama Naomi. tanpa terasa Darvin merasakan sesuatu yang membuatnya terganggu saat memeluk Naomi, Ia merasakan ada yang menendangnya membuatnya tertegun. " apa itu?"


"hm, itu dia menendang". jawab Naomi dengan wajah memerah, wajar saja jika Darvin merasakan pergerakan dari dalam perutnya karena Ia memeluknya terlalu erat, hingga perutnya bersentuhan dengan perut Darvin.


" apa ia seperti ini selalu?" tanya Darvin yang kembali bangun lalu duduk, Naomi tetap tidur dengan gaya terlentang. Darvin kembali mengelus perut Naomi lalu Ia menaruh telinganya diatas perut Naomi. Betapa senangnya Darvin kala itu, Ia mendapatkan respon dari anaknya. "anak kita laki-laki". ucapnya lagi. Makin senanglah Darvin mendengar hal itu, meskipun tidak harus laki-laki, Ia akan tetap menerima buah hati dari wanita yang dicintainya.


" Omi, ayo kita pergi liburan seminggu". ajak Darvin. Naomi tertegun, diam tak dapat berkata apapun karena saat ini Ia sedang terharu memandang Darvin mengelus perutnya, sudah lama Ia memimpikan hal ini. Ia tak mau jika anak yang dilahirkannya akan kurang kasih sayang pada ayahnya. "maukan? " tanya Darvin yang kini tiba-tiba wajahnya sudah berada tepat di depannya. Naomi hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju. "seminggu itu akan ku balas semuanya". tuturnya lagi.


Naomi tak dapat berkata apapun lagi, Ia setuju dengan semuanya. Meski status mereka belum berubah jadi suami istri namun Naomi percaya Darvin tak akan melakukan hal itu lagi padanya.


Darvin mengajukan cuti di kantornya selama seminggu dan beralasan ke Sarah harus pergi keluar kota untuk urusan bisnis sehingga Ia dapat bersama Naomi tanpa diganggu, Sarah mempercayainya, karena Sarah sudah sangat yakin jika Darvin benar-benar jatuh cinta padanya. Mereka pergi ke kota N, disana Darvin benar-benar memanjakan Naomi dan mematikan ponselnya agar tak ada yang mengganggunya. meski mereka hanya berada di kamar hotel terus tak keluar kamar Naomi sudah sangat senang, terlebih Ia sudah sulit berjalan kesana kemari karena badannya yang semakin besar. " aku sulit berjalan, aku sesak nafas, bisakah kita disini saja! pinta Naomi dengan nafas yang sesak.

__ADS_1


"iya, tak masalah. jika kau butuh sesuatu katakan padaku". ucap Darvin senyum kecil pada Naomi sembari mengecup keningnya. Selama mereka tinggal bersama, Darvin tak melakukan apapun pada Naomi, Ia hanya berbaring di sampingnya, sesekali mengecup keningnya, memegang tangannya. Yah, hanya itu yang mereka lakukan, meski Darvin sebenarnya tergoda dengan tubuh Naomi tapi Ia menahannya, mengingat Naomi memang dari awal tak ingin disentuh. Tak mau membuat hati Naomi terganggu, Ia mengalah dan hanya melayani keinginannya saja.


__ADS_2