
Saat mereka sedang menikmati makan malam dan berbicara satu sama lain, malam itu Naomi tertawa hingga Ia melupakan kesedihannya pada Darvin. Sejenak Livy menoleh kearah pintu masuk resto, Ia samar-samar melihat sosok lelaki yang dikenalinya dan di sampingnya seorang wanita yang menggandeng tangan lelaki yang di kenal Livy, Ia tersadar lelaki itu adalah kakaknya Darvin. Betapa kagetnya Livy saat wanita di sampingnya terlihat jelas itu adalah Sarah, wanita yang amat di bencinya. Livy mencengkram erat tangannya diatas meja, membuat Raka tersadar dan melihat kearah tangan Livy yang Ia kepal erat. Belum sempat Raka mengajukan pertanyaan, Livy bangkit, berlari ke Darvin. Sontak yang lainnya keheranan melihat tingkah Livy yang tiba-tiba beranjak, Raka menyusulnya dengan perasaan khawatir dan bingung.
"Mas Darvin". Teriak Livy dari kejauhan yang sedang menghampirinya dengan sorot mata yang tajam penuh amarah, Darvin mendongakkan kepalanya mencari sumber suara itu.
" Livy". seru Darvin heran. Sarah yang menyadari nama Darvin di panggil Ia pun mendongakkan kepalanya kearah gadis yang tak asing baginya.
"Mas, ******** kamu. Kamu membohongi ku, kamu bilang tidak akan mau sama wanita jahat ini". Teriak Livy memaki Darvin sembari menunjuk-nunjuk Sarah. Sarah yang tidak senang dengan kelakuan Livy menatapnya sinis dan memilih untuk diam karena tak ingin menunjukkan sifat aslinya di depan Darvin.
" Livy, aku". Darvin tertunduk dengan pandangan sayu yang tak bisa mengeluarkan kata-kata di hadapan adik kesayangannya, tak lama Raka datang melihat Darvin menggandeng perempuan lain di depan matanya.
"Mas kenapa kamu gak jawab aku".Livy mengguncang tubuh Darvin, lalu memukul tubuhnya dengan sangat kesal. Darvin hanya terdiam tak dapat berkata apa-apa.
__ADS_1
" Livy". Suara lembut memanggil namanya yang dikenal oleh Darvin. Livy menghentikan pukulannya. Semuanya tertuju pada arah suara itu. "hentikan". pinta Naomi.
" Tidak, aku tidak akan memaafkan dia sebagai kakakku". teriak Livy dengan suaranya yang makin menggema, sehingga membuat para pelayan dan pengunjung mengamati mereka. Naomi menghampiri Livy sesegera mungkin agar tidak menjadi tontonan orang-orang yang ada di resto.
"Livy, aku dan Mas Darvin sudah putus". Jelas Naomi dengan senyum pahit di wajahnya, melirik ke arah Darvin yang hanya bisa tunduk terdiam, pernyataan Naomi membuat semua orang yang mendengarnya terperangah menatapnya tak percaya. Darvin menatapnya dengan pandangan sedih, namun Naomi memalingkan wajahnya dari Darvin. " Livy kakakmu berhak memulai hubungan dengan siapapun, tak perlu menyalahkannya semua ini aku yang memintanya". Lanjut Naomi berbohong, walau Ia tahu hubungannya dengan Darvin tak jelas, hatinya sedang sakit Ia tak ingin menambah masalah apapun. Baginya malam ini sudah menjelaskan apa yang dilihatnya bahwa memang Darvin lebih memilih wanita lain, Naomi mulai menyadari statusnya tak akan ada yang bisa menerima dirinya.
"Tapi kenapa?" Tanya Livy sedih. Ia tak percaya jika Naomi yang meminta sendiri putus dari Darvin.
"Oh, hanya seorang janda yang sedang bermimpi". Seru Sarah mengejek.
Plak!!! Manda melayangkan 1 pukulan di pipi Sarah secara tiba-tiba membuatnya tidak senang mendengar hal itu. Mereka semua kaget dengan kemunculan Manda yang secara tiba-tiba.
__ADS_1
" Kau". Sarah mengeram giginya dengan kesal, memegang bekas tamparan yang Ia terima dari Manda
" Mah". Sahut Naomi kaget.
"Jaga ucapanmu terhadap putriku. Aku tak segan-segan melakukan sesuatu yang lebih dari ini jika kau menghinanya". ancam Manda dengan menunjuk-nunjuk Sarah.
" Nyonya tolong jaga sikapmu". tegur Darvin lembut, Ia sedang berpura-pura membela Sarah meski dalam hatinya Ia sangat senang Sarah mendapatkan balasan dari menghina Naomi.
"Mah, sudahlah. Ayo kita pulang, aku sudah tak ada hubungan dengan Tuan Darvin, kecuali hanya sebatas mantan guru dan murid saja". Tutur Naomi melirik ke arah Darvin dengan penuh kekecewaan, Ia segera berlalu meninggalkan semuanya sembari menarik tangan Manda, Ia takut jika Manda akan lebih emosi lagi. Hatinya pun tak bisa menerima kenyataan jika saat ini Darvin bukan lagi miliknya, Naomi tak mampu melihat Darvin dengan wanita lain. Hatinya begitu teriris dan dadanya terasa sesak ingin rasanya Ia menangis sejadi-jadinya tapi Naomi sadar Manda ada di sampingnya. Tidak ingin membuat Manda khawatir, jadi Ia berusaha senyum didepan Manda meskipun hatinya sedang terluka.
" Aku benci kamu". teriak Livy marah lalu mendorong tubuh Darvin dengan keras sehingga Ia sedikit terdorong. Livy berlalu pergi di ikuti Raka dan Hans. Sejenak Hans menatap ke arah Darvin dengan perasaan bimbang, Darvin menyadari hal itu lalu memberinya sebuah kode lirikan, Hans pun paham lalu pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1