Sendiri

Sendiri
Episode 27


__ADS_3

"Pak Rayyan, memanggil saya?" Tanya Pak Arka.


"Iya Pak. Saya ingin bertanya sama Bapak, soal Naomi".


" Maaf, Pak sebelumnya jika saya lancang, sy ingin bertanya?"


"Tentu, silahkan Pak Arka".


" Apa putri saya buat masalah dengan Pak Rayyan?"


"Oh, tidak Pak. Maaf kalau saya membuat Pak Arka khawatir. Sebenarnya saya tertarik dengan putri Pak Arka, saya ingin bertanya lebih lanjut, apa bisa?"


"Begitu Pak. Silahkan".


" Duduk saja, Pak. Rileks saja, Pak".


"Baik, Pak". Kata Pak Arka sambil duduk.


" Naomi itu orangnya seperti apa, Pak Arka?"


"Naomi, anak mandiri yang tidak pernah menyusahkan saya selama ibunya meninggal saat usianya dua tahun waktu itu. Semenjak sekolah Ia tidak pernah mengeluh, selalu melakukan apapun sendirian". Jawabnya dengan lembut, Rayyan semakin tertarik dan ingin menjadikannya istri.


" Sekarang Naomi sudah kelas dua SMA kan Pak?"


"Iya, betul".


" Apa Pak Arka menyetujui jika saya meminang putri Pak Arka?"


Wajah Pak Arka berubah kaget dan tidak percaya, atasannya ingin meminang putrinya.


"Apa bapak yakin?"


"Tentu saja, Pak. Kenapa tidak?"

__ADS_1


"Pak Rayyan, saya ini bawahan Bapak. Tidak sepadan dengan anda".


" Bagi saya tidak ada masalah, semuanya sama Pak Arka".


"Sebelumnya saya mohon maaf lagi Pak Rayyan, putri saya pasti belum mau menikah, mengingat impiannya setelah lulus sekolah, Ia ingin kuliah dengan beasiswa, Ia ingin membuat dirinya berhasil dengan membahagiakan saya".


"Masalah itu anda tidak perlu khawatir, anda akan menjadi mertua saya, setelah Naomi jadi istri saya, anda tidak perlu bekerja dan akan terjamin hidup anda".


" Saya harus bicarakan ini dengan Naomi dulu, Pak Rayyan".


"Hm, oke. Lakukan ini seakan-akan semuanya perjodohan dari orangtuaku, karena saya yakin Naomi pasti menolak lamaran saya".


" Baik, Pak Rayyan".


"Saya akan beri kepastian tiga hari lagi, Pak Arka".


Sementar itu Bu Manda mengawasi dari luar sekolah Naomi, Ia terus memperhatikan sekelilingnya dan tidak sadar dari arah kirinya sebuah motor melaju.


"Ti.. ti.. tidak apa-apa" Jawabnya gugup.


"Syukurlah, Nyonya tidak apa-apa".Ucapnya lega. " Saya perhatikan Nyonya tadi melamun dan mencari seseorang, tidak sadar dengan motor yang beberapa kali klakson".


"Iya, saya memang sedang mencari orang. Terima kasih ya".


" Sama-sama, Nyonya. Apa Nyonya perlu saya antar pulang?"Tanya Naomi.


"Ya, kalau kamu tidak keberatan, antarkan saya ke kantor anak saya".


"Baiklah, kalau begitu saya antar anda".


Tiba dikantor Rayyan...


Naomi yang melihat Ayahnya, berlari menghampiri dan memeluknya dari belakang, kala itu Rayyan sedang menjelaskan soal kerjaan.

__ADS_1


" Ayah". Teriak Naomi sambil memeluk Pak Arka dari belakang, Ia terkejut dan wajahnya berubah menjadi khawatir. Rayyan pun yang mendengar suara teriakan ingin marah, tapi ketika melihat Naomi Ia jadi senang.


"Naomi, kenapa kamu tiba-tiba ada disini?" Tanya Pak Arka sambil membalikkan badannya kearah Naomi.


"Aku tidak tahu kalau ini tempat Ayah bekerja".


Jadi dia kesini bukan untuk ketemu sama aku. Batin Rayyan emosi.


" Terus kamu kesini untuk apa?"


"Aku kesini mengantar seorang ibu-ibu yang hampir ketabrak motor, katanya ingin diantar ke kantor anaknya bekerja".


" Rayyan". Panggil Bu Manda. Wajah mereka mengarah ke Bu Manda.


"Mama". Menghampiri. " Ada apa Mama kesini?"


"Bawa, calon mantu Mama ketemu kamu". Bisik Bu Manda. Rayyan pun tersenyum.


" Ayah, Nyonya itu yang Omi antar kesini".


"Ya sudah kamu pulang yah". Kata Pak Arka.


" Tunggu". Cegat Bu Manda. "Kenapa buru-buru?"


"Saya harus pulang, Nyonya seminggu lagi saya ujian".


Mendengar hal itu, Rayyan kecewa karena Naomi tidak bisa Ia lihat berlama-lama. Tapi disisi lain, Ia sangat kagum dengan semangatnya belajar.


" Yah, sudah kalau begitu setelah kamu ujian, saya teraktir kamu makan, sebagai ucapan terimakasih karena menyelamatkan saya".


"Tidak perlu Nyonya, kebetulan saya ada disana, lagipula Ayah saya selalu bilang tolong orang tidak perlu balasan".


Naomi tidak menyadari Rayyan disamping Bu Manda bahkan tidak memperhatikannya, Rayyan terdiam tertunduk mendengar Naomi bicara. Ia pun pamit pulang.

__ADS_1


__ADS_2