Sendiri

Sendiri
Episode 25


__ADS_3

Naomi terus memanggil nama Ayahnya. Darvin sangat sedih melihat wanita yang dicintainya begitu menderita, Ia membelai pipi Naomi.


"Omi, sadarlah". Bisik lembut Darvin ditelinga Naomi. " Masih ada aku, jangan takut sendirian, izinkan aku menjadi penjaga mu. Bangunlah, ikhlaskan kepergian mereka. Bu Lia dan Pak Dika menunggumu, mereka rindu makan bersamamu, Bu Manda dan Pak Bara rindu melihat mu tertawa, manjamu dan aku rindu dengan penolakanmu. Masih ada kami yang sayang sama kamu, bangun yah. Pak Dika dan Bu Lia menanti kabar mu, kamu tidak ingin mereka khawatir". Darvin mengangkat kepalanya lalu mengusap air matanya yang dari tadi tidak bisa berhenti.


Mendengar bisikan Darvin, Naomi berhenti memanggil-manggil ayahnya. Sejam kemudian Naomi tersadar dan melihat Darvin ada disbelahnya sedang duduk sambil memegang tangannya.


"Tuan Darvin" Ucap Naomi lembut.


"Akhirnya kamu sadar". Ucap Darvin lega lalu tersenyum. " Kamu baik-baik saja?"


"Apa yang terjadi?"


"Kamu tidak ingat sesuatu?"


"Ayahku". Menangis dengan tenang.


" Omi, Ayahmu pasti sedih melihatmu seperti ini". Membelai rambutnya.


"Yah, aku seharusnya aku menerima semuanya".


" Pak Dika dan Bu Lia menunggu mu".


"Apa kau memberi tahu kondisiku pada mereka?Tanya Naomi panik.

__ADS_1


" Tenanglah, aku tidak memberi tahu mereka. Selama kau tidak sadarkan diri, aku menggunakan Handphone mu mengirim pesan ke mereka"


"Terima kasih, Tuan Darvin". Menghela nafas yang panjang.


" Apa kau lapar?"


"Tidak, aku sedang tidak berselera". Memalingkan wajahnya dari Darvin.


" Aku keluar sebentar". Ucap Darvin sambil beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari kamar Naomi.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Raka tiba-tiba datang untuk memeriksa Naomi, tapi melihat Naomi sadar tanpa menyebut Pak Arka.


"Yah, aku baik-baik saja, Mas. Maaf aku telah membuat mu repot".


"Apa aku ada cedera?"


"Tidak ada, hanya benturan dan luka-luka sedikit, diberi obat dan salep akan hilang beberapa hari".


" Syukurlah".


"Omi, aku ingin bertanya?"


"Yah, tanya saja Mas".

__ADS_1


" Apa kau ada perasaan dengan Darvin?" Tanya Raka penasaran, Naomi terdiam dan tiba-tiba jantungnya berdetak. "Kalau kau tidak bisa jawab tak apa". Lanjutnya senyum getir, Ia pun pergi meninggalkan Naomi.


Aku tidak tahu, apakah aku sudah jatuh hati dengan Darvin, semenjak bisikan yang masuk dalam mimpiku melihat sosok Darvin yang mengulurkan tangannya, jantungku berdetak kencang, saat bangun dan melihat dirinya pun jantungku berdegup. Apakah aku mulai ada rasa padanya? Gumam Naomi memikirkan semuanya, seketika lamunannya buyar Bu Manda dan Pak Bara masuk dengan hati sangat senang dan terharu.


"Mah, Pah".


" Omi, kamu baik-baik saja sayang?" Tanya Bu Manda terharu.


"Iya Mah, aku baik-baik saja. Mama dan Papa tidak sibuk?"


"Kalaupun kami sibuk, kami pasti akan tetap datang kemari". Jawab Pak Bara.


" Kamu makan dulu yah sayang, Mama suap". Mengambil makanan diatas meja, dan menyuapkan perlahan-lahan ke Naomi. Tak lama kemudian, Darvin muncul seketika jantung Naomi kembali berdegup kencang dan wajahnya memerah.


"Kenapa wajahmu memerah? Tanya Darvin khawatir. "Apa kamu alergi sesuatu pada makanan?"


"Iya sayang, kamu baik-baik saja kan?"


"Ti, tidak apa-apa. A, aku cuma merasa panas saja mungkin". Ucap Naomi gagap.


" Masa sih? Acnya menyala dan begitu dingin". Ucap Darvin tak percaya.


"Mungkin saja dia merasa panas karena kita berada didalam, Naomi lepas selimut mu, Nak". Kata Pak Bara. " Tuan Darvin, lebih baik kita diluar saja". Lanjutnya sambil mengajak Darvin keluar kamar, Ia menurut dan keluar dari kamar Naomi.

__ADS_1


__ADS_2