Sendiri

Sendiri
Episode 24


__ADS_3

Naomi telah dipindahkan ke kamar pasien, tapi belum sadarkan diri. Darvin yang terus duduk di sampingnya menggenggam tangan Naomi sambil menangis, menyesal tidak menolongnya dengan cepat.


"Darvin, pulanglah untuk mengganti pakaian basahmu".Ucap Raka menghampiri Darvin yang berada dibelakangnya.


" Aku tidak tenang". Menghapus air mataunya.


"Jika kau masih tetap dengan pakaian basahmu, kau tidak berpikir akan dirimu?" Tanya Raka mengingatkan. Darvin terdiam. "Harusnya kau menjaga dirimu sendiri barulah menjaga orang lain". Lanjutnya.


" Kau benar Raka. Ada kau disini yang akan memantaunya".


"Yah, pulanglah istirahat dulu".


" Tolong jaga dia baik-baik". Ucap Darvin lembut sambil beranjak dari tempat duduknya lalu pergi meninggalkan rumah sakit.


Tiba dihotel, handphonenya berdering. Ia melihat panggilan masuk dari Bu Lia.


"Darvin, maaf ibu mengganggu". Ucap Bu Lia kaku dari balik telpon.


" Aku sedang bersantai bu, ada apa?"


"Ibu mau tanya, ada kabar dari Omi? Seharian Omi tidak memberi kabar, biasanya Ia tak seperti ini". Ucap Bu Lia dengan suara khawatir.


Apa aku harus memberi tahu kondisi Omi pada mereka? Gumam Darvin. Lebih baik tidak ku beri tahu, kasihan mereka bisa-bisa sakit Bu Lia kambuh.


" Omi, baik-baik saja Bu. Mungkin Ia sedang merawat baik Ayahnya di kota S, jadi lupa mengabari Ibu".

__ADS_1


"Yah, syukurlah kalau begitu. Ibu paham kalau Omi rindu sekali sama Ayahnya, yang penting Omi baik-baik saja. Terima kasih yah Nak Darvin". Menutup telponnya.


Entah apa yang ada dipikiranmu, Omi. Kamu tidak akan pernah sendirian, ada aku yang akan menemani mu, kalau saja kamu mengizinkan aku masuk ke hatimu, kenapa begitu sulit menggapaimu. Sudah hampir 4 tahun aku terus mengejarmu, tapi tetap saja kamu tidak bisa membuka hatimu. Batin Darvin, Ia berpikir sembari membaringkan dirinya di kasur, tak lama Ia pun ketiduran.


Selang beberapa jam Naomi sadar. Ia melihat Bu Manda yang sedang duduk dan Pak Bara yang berdiri di samping Bu Manda.


" Ayah, mana Ayah?"Teriak Naomi histeris. Pak Bara dan Manda kaget, mereka mencoba menenangkan Naomi, tapi tak berhasil Ia terus memnggil Ayahnya. Akhirnya Pak Bara keluar menuju ruang putranya.


"Raka, cepak keruangan Omi. Ia sudah sadar tapi teriak histeris".Ucap Pak Bara panik. Merekapun bergegas ke kamar Naomi.


Raka yang melihat hal itu, kaget dan bingung entah harus berbuat apa. Naomi histeris dan Ia mengingat kembali hal yang sama pernah terjadi sewaktu Kakak dan ponakannya meninggal.


" Raka apa yang kamu pikirkan? Cepat bantu, Omi". Ucap Pak Bara yang kelihatan kesal melihat putranya diam saja.


"Pah, aku khawatir Omi akan mengalami hal yang terjadi 3 tahun lalu".


"Depresinya, Pah. Papa sudah lupa waktu itu, Omi harus dirawat selama beberapa bulan".


"Jadi, kita harus bagaimana sekarang?"


"Untuk sementara Raka kasih dia obat penenang dan bicarakan hal ini ke Mama".


" Yah sudah sana lakukan".


"Baik, Pah". Ucap Raka dan masuk ke kamar Naomi. Pak Bara yang melihat dari balik jendela kamar Naomi menjadi lega, karena Naomi telah tidur.

__ADS_1


Raka dan Bu Manda keluar menghampiri pak Bara.


" Jadi apa rencanamu akan seperti tiga tahun lalu?" Tanya Bu Manda sedih.


"Kita tunggu seminggu perkembangannya. Jika tak ada hasil, Naomi harus dirawat kembali Mah, Pah".


Air mata Bu Manda tak bisa terbendung lagi, Ia menangis sejadi-jadinya. Pak Bara memeluk istrinya agar tenang.


Keesokan harinya, Darvin datang melihat Naomi masih tertidur. Ia pun menghampiri Raka.


"Raka, apa Omi belum sadar juga?"


"Dia sudah sadar semalam, tapi ku beri obat penenang".


" Kenapa kau memberinya obat penenang?" Tanya Darvin panik.


"Kau tidak akan mengerti kejadian tiga tahun lalu".


" Apa maksudmu?"


"Darvin, tiga tahun lalu Omi mengalami depresi berat setelah kehilangan kakak ku dan keponakanku".


" Tidak mungkin". Tak percaya, Ia mengepal kedua tangannya.


"Kami akan menunggu hasilnya setelah seminggu jika, Naomi belum bisa menerima kenyataan Ayahnya pergi, Ia harus dirawat beberapa bulan lagi". Ucap Raka menjelaskan, berlalu meninggalkan Darvin sendirian.

__ADS_1


Darvin terdiam, Ia tidak menyangka sebelum bertemu dengannya, banyak hal yang telah Naomi lewati. Ia tersadar, Naomi selalu menolaknya karena pernah memiliki riwayat depresi yang berlebihan.


__ADS_2