
Selesai ujian sekolah...
"Bagaimana ujianmu?" Tanya Pak Arka.
"Berjalan lancar kok, Yah. Jangan khawatir". Jawab Naomi sambil berjalan mendekati ayahnya lalu memegang tangannya. " Ayah, Naomi sayang banget sama Ayah, alasan Omi belajar yang tekun ingin membanggakan Ayah, karena cuma Ayah yang Omi punya". Lanjutnya.
"Terima kasih anakku kamu selalu membuat Ayahmu bangga".
" Tentu saja, Naomi akan berjuang membahagiakan Ayah suatu saat nanti". Ucap Naomi sambil memeluk Pak Arka.
"Omi, jika Ayah meminta sesuatu darimu, apakah kau akan menurutinya?"
"Tentu saja, selama ini Ayah tidak pernah meminta apapun dari Naomi, apa yang Ayah inginkan, Omi pasti akan menurutinya".
" Omi, bagaimana kalau kamu menikah saja setelah lulus sekolah?"
Mendengar hal itu, Naomi melepas pelukannya dari Pak Arka, Ia kaget dan tidak menyangka Pak Arka meminta hal ini".
"Naomi pikir-pikir dulu, nanti kita bicarakan". Ucapnya sambil berlari menuju kamarnya. Ia begitu sedih, menangis sejadi-jadinya dikamar, tapi Ia tidak mau mengecewakan Ayahnya. Pak Arka pun bersedih, Ia merestui Rayyan jadi menantunya bukan karena kekayaan Rayyan, tapi mengingat dirinya sudah tua dan tidak bisa menjaga Naomi selamanya.
Setelah menangis semalaman, Naomi keluar kamar dan menemui ayahnya.
" Omi, apa kau kecewa dengan Ayah?"
"Tentu tidak, Ayah hanya ingin yang terbaik untukku, kalau Ayah mau aku menikah setelah lulus SMA, nanti aku akan cari orang yang ingin menikahiku". Menundukkan kepala tanpa melihat Pak Arka.
" Omi, Ayah tidak bermaksud seperti itu, Ayah sadar, Ayah semakin tua dan Ayah tidak bisa menjagamu selamanya, sebelum Ayah pergi, Ayah ingin melihatmu menikah biar Ayah tenang".
"Apa yang kamu katakan? Kamu akan terus bersamaku meskipun aku sudah menikah". Ucapnya kaget sambil mengangkat kepalanya memandang wajah Pak Arka yang sedih.
__ADS_1
" Omi, apa kau mau Ayah mengenalkan mu pada seseorang?"
"Aku menuruti Ayah saja, jika Ayah ingin membantuku akan aku terima untuk bertemu dengannya".
" Baiklah, sore ini temui seseorang di cafe XXX, nanti Ayah akan mengirimkan pesan untukmu Ia memakai apa".
"Iya, Ayah Naomi akan pergi". senyum getir.
Sore harinya di cafe XXX..
Rayyan menunggu Naomi dengan bahagia, tapi telah lama menunggu 30 menit, Ia mulai emosi karena Rayyan tidak menyukai orang yang tidak tepat waktu.
Naomi datang dengan nafas yang tersenga-senga karena berlari. Rayyan yang tadinya sudah tidak tahan dan ingin beranjak pergi tidak tega melihat Naomi yang berusaha datang, Ia pun menanti alasan Naomi.
" Maafkan saya, anda Tuan Rayyan?" Tanyanya dengan wajah kelelahan.
"Hmm". Jawab Rayyan mengangguk.
Rayyan tertegun "Hah? Ternyata dia benar-benar berniat ketemu denganku, ku pikir dia sengaja membuatku kesal". Batin Rayyan.
" Tidak apa-apa, kamu duduk dan minumlah dulu".
"Terima kasih, Tuan". Ucap Naomi sambil duduk didepan Rayyan.
" Jadi kamu kesini lari?"
"Benar, Tuan. Karena saya takut membuat Anda kecewa".
" Hmm, baiklah. Aku memaafkan sikapmu hari ini, tapi apa gantinya?".
__ADS_1
"Bagaimana kalau adakan pertemuan kedua jika Tuan mengizinkannya".
" Oke, tapi seharian".
"Baiklah, jika Tuan menginginkannya". Ucap Naomi senyum terpaksa.
" Pesanlah apa maumu".
"Baik, Tuan".
" Bisakah kau berhenti memanggilku, Tuan?" Tegur Rayyan emosi.
"Maaf, aku tidak tahu harus memanggil anda seperti apa?!". Jawabnya kaku.
"Apa kau lupa dengan ku?"
"Hah?" Kaget. "Maaf sebelumnya apa kita pernah bertemu?"
Astaga Ia tidak memperhatikanku saat datang kekantor. Gumam Rayyan kesal. Ia pun menarik nafas yang panjang agar emosinya hilang "Iya pernah bertemu, sewaktu ke kantor ayahmu dan wanita yang kau selamatkan itu ibuku".
" Ma.. maaf saya tidak memperhatikan Anda waktu itu". Ucapnya kaku dan gemetaran.
"Yah, sudahlah. Panggil aku Rayyan saja".
" Menurutku tidak sopan memanggil anda hanya nama saja, terlebih lagi anda tua dibanding saya".
"Baiklah, jadi kamu mau memanggilku apa?" Tanya Rayyan kesal mendengar ucapan kata tua.
"Mas Rayyan, bagaimana?"
__ADS_1
"Terserah kau saja". Ucapnya sambil tersenyum, Rayyan kembali senang.