Sendiri

Sendiri
Episode 76


__ADS_3

"Terima kasih untuk waktunya selama seminggu ini" tutur Naomi lembut dengan sebuah senyuman indah merekah di wajahnya. Darvin hanya membalas senyuman itu tanpa berkata-kata. "jaga dirimu baik-baik, aku akan menunggumu". ucapnya lagi.


" yah, pergilah". kata Darvin. Naomi pun berlalu meninggalkan Darvin, mereka berpisah di bandara kota B, saat itu Manda menjemput Naomi di bandara, Darvin tak mengantarnya sampai dirumah karena, Ia akan dijemput Sarah, walau hati Naomi tak ikhlas namun ia harus melakukannya, Ia sadar tak boleh merengek dengan rasa cemburunya saat ini. Darvin bisa mengontrol rasa cemburuannya dengan dekat kepada Hans, Ia pun juga harus bisa memainkan perannya hingga semuanya selesai. Dari jauh Naomi melihat kedatangan Sarah yang menjemput Darvin, Ia melihat Sarah menggandeng tangan Darvin dengn senyum bahagia. Hatinya sangat teriris kala itu, air matanya sempat jatuh menetas, Manda lalu menarik tangan Naomi agar segera pergi, tapi Naomi tetap melihat mereka berdua. Darvin membalikkan kepalanya kearah Naomi dengan senyuman lembut diwajahnya, Naomi pun tenang Ia lalu menyeka air matanya dan tak menatap Darvin lagi. Yah, Darvin tahu dari kejauhan Naomi pasti melihatnya hingga Ia pun menatap Naomi dari kejauhan dan memberikan senyuman indahnya agar Ia tenang. Darvin memaksakan dirinya digandeng oleh Sarah, meski hatinya selalu menolak berdekatan dengan Sarah.


Hati Naomi kini sangat berbeda setelah kepulangannya dari kota N, wajahnya selalu tampak ceria dan ada senyum merekah di wajahnya. Hal itu membuat Manda dan Raka sangat senang, Naomi menjalani hari-harinya penuh kegembiraan, tak ada lagi wajah murung dan sedih yang tampak. Bahkan Ia lebih sering keluar dari kamar berbicara dengan mereka, tertawa dan bahkan berjalan-jalan. Setelah kepulangannya dari kota N, Darvin tak pernah menghubungi Naomi lagi Ia cukup khawatir. bukan mengkhawatirkan cinta Darvin, tapi khawatir akan dirinya. Kini usia kandungan Naomi telah masuk 8 bulan, ingin sekali rasanya perutnya di elus-elus lagi dengan Darvin. Ia ingin bertemu Darvin sesegera mungkin namun Ia menahan dirinya.


Ketika Naomi sedang duduk di teras belakang rumahnya di pagi hari untuk menghirup udara segar, handphone Naomi berdering. Terlihat nama dilayar handphonenya itu adalah Darvin Ia segera mengangkatnya dengan gembira.


"halo".

__ADS_1


" apa kau merindukan ku?" tanya Darvin dari balik telpon.


"jangan tanya lagi, bagaimana kabarmu?" tanya Naomi balik.


"aku sangat baik. apa anak kita masih sering menendangmu?" tanya Darvin lagi.


" sebulan lagi kau akan lahiran, aku berjanji akan ada disaat kau melahirkan ". tugas Darvin.


" janji padaku yah".

__ADS_1


"baiklah, aku hanya menyapamu. makanlah yang banyak. Jika kau butuh sesuatu mintalah pada Livy". tutur Darvin.


" hm, jaga dirimu". ucap Naomi lembut lalu menutup sambungan telponnya bersama Darvin. Manda yang memperhatikan Naomi setelah menerima telpon dari Darvin sangat bahagia karena pada akhirnya Naomi mengerti dengan sikap Darvin terhadapnya. Ia menghampiri Naomi sembari membawa nampan berisi makanan, buah, air putih dan susu ibu hamil.


"telpon dari Darvin ya?" tanya Manda yang menaruh nampan itu di meja kecil lalu duduk disamping Naomi.


"mama". ucap Naomi malu-malu. " sejak kapan mama mendengarnya?" tanya Naomi balik.


"sejak diawal kamu menerima telponnya". balas Manda. "ayo makan". katanya lagi sembari mengambil makanan di meja kecil itu, lalu menyodorkannya pada Naomi. Ia mengambil dan memakannya sangat lahap, Manda menatapnya dengan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2