
Seharian Naomi menunggu Darvin di kamar hotel, Ia mulai bosan dan merasa jenuh. Ingin sekali Ia keluar dari kamar hotel itu, tapi Ia takut jika Darvin tidak main-main dengan ancamannya, mengingat setiap kali Darvin mengancamnya Ia pasti benar-benar melakukannya. Hingga akhirnya Ia tertidur di kasur, karena kekenyangan terlebih lagi Ia merasa tempat tidur hotel begitu nyaman.
Dari jam 11.30 hingga jam menunjukkan pukul 18.30, barulah Darvin selesai meeting. Ia pun membuka pintu kamar dan melihat Naomi tertidur dengan pulas, hingga Ia tidak tega membangunkannya dan lebih memilih tidur di sampingnya seraya memeluknya dengan lembut. Ia pun ikut tertidur karena kelelahan dengan rapat yang begitu lama. Setengah jam setelah Darvin tertidur Naomi membuka matanya perlahan-lahan dan kaget melihat Darvin di sampingnya, Ia pun teriak dengan sangat kencang, sehingga membangunkan Darvin.
"Kamu ini tarzan? Teriak kayak orang utan". Gerutu Darvin kesal. Secepat kilat Naomi menarik selimut dan menutup badannya. Ia amat ketakutan.
" Kenapa Mas Darvin bisa tidur denganku? Apa yang Mas sudah lakukan?" Tanya Naomi khawatir.
Darvin senyum menyeringai, Ia pun ingin mengganggu Naomi. "Menurut mu tidur berdua seperti tadi apa yang telah kita lakukan". Balas Darvin.
" Mas, aku percaya padamu". Ujar Naomi menangis. Darvin sangat mudah luluh ketika Naomi menangis sehingga Ia menghempaskan selimut yang membungkus badan Naomi.
"Lihat pakaianmu, masih utuh aku juga utuh". Gerutu Darvin kesal. Seketika Naomi terdiam dan melihat dirinya serta Darvin, Ia senang lalu berlari memeluk Darvin. Ia terkejut dengan pelukan Naomi tiba-tiba. "Kenapa? Kau sekarang percaya padaku?" Tanya Darvin membalas pelukannya.
"Aku pikir Mas Darvin benar-benar melakukan hal itu padaku". Tandas Naomi manja. Mereka saling melepas pelukan satu sama lain.
Darvin menyentuh dagu Naomi serta mengangkat wajah Naomi dan mendekatkan wajahnya kearah Naomi, Ia berkata dengan lembut dan penuh keyakinan, "aku pernah bilang padamu, meski aku mau, tapi aku masih bisa menahan itu semua, apa kamu lupa?"
" Tapi tadi kamu benar-benar membuat ku takut dan berpikir hampir tidak mempercayaimu".
__ADS_1
"Itu karena kau membuatku terbakar api cemburu, sehingga aku ingin memiliki mu seutuhnya". Jelas Darvin.
"Aku lapar, ayo kita pulang dan makan malam bersama". Ajak Naomi menarik tangan Darvin, tapi Darvin menarik sekali Naomi, Ia terjatuh kedalam pelukan Darvin.
" Biarkan aku memelukmu, aku sangat merindukan mu". Ucap Darvin lembut, Naomi terdiam dan tidak memberontak sama sekali dalam pelukan Darvin, Ia juga menikmati pelukan itu karena beberapa hari tak bertemu Darvin Ia juga sangat merindukannya.
"Mas, kamu lelah ya?" Tanya Naomi cemas.
"Hmmmm," Ujar Darvin singkat.
"Apa kamu ingin aku menemanimu malam ini?" Tanya Naomi lagi. "Aku takut kamu sakit karena terlalu keras bekerja akhir-akhir ini". Lanjutnya.
" Yah, jika kamu bersedia". Balas Darvin datar.
" Hmmm, ya ayo". Ajak Darvin sembari melepas pelukannya dan menarik tangan Naomi.
Akhirnya mereka singgah di warung makan soto ayam, karena Darvin sangat doyan dengan soto Ayam, apalagi karena terlalu lelah Ia butuh makanan yang berkuah. Darvin terlihat begitu lahap memakan soto ayamnya sehingga Ia menambah sampai 4x saking laparnya, Naomi memandangnya dengan penuh keheranan.
"Mas, kamu makan seperti orang tidak makan selama beberapa hari".
__ADS_1
" Ya, aku memang tidak makan seharian dan beberapa hari tidak bertemu denganmu aku hanya makan sekali". Jelas Darvin sembari menikmati soto Ayamnya.
"Hah?!" Naomi tertegun. "Mas, kamu ini mau sakit? Apa kamu pikir kamu itu manusia super yang tidak butuh makan?" Cercah Naomi cerewet.
"Hmm, kalau kamu mau aku makan tepat waktu setiap hari saja kamu ke kantor ku bawa makan pagi dan siangku, malamnya kamu temani aku makan terus". Ujar Darvin senyum.
" Jangan gila deh, Mas. Kamu pikir aku ini pembantu mu yang harus menyiapkan makananmu setiap hari, kamu pikir aku tidak ada kegiatan?" Gerutu Naomi kesal.
"Aku tidak bilang kamu pembantuku, aku hanya mau kamu membawakan ku makanan terserah mau itu masakanmu atau beli aku akan memakannya. Aku hanya butuh kamu menemani ku saja, jika kamu sayang sama aku". Balas Darvin menyeringai.
Seraya menghela nafas panjang, Ia pun berkata, " Huh, kamu memang paling pintar cari alasan untuk terus dekat dengan ku dan membuat ku jauh dari Mas Raka".
"Itu memang benar". Sergah Darvin datar.
"Malam ini aku akan menemani mu tidur seperti biasanya, kamu tidur di kasur aku tidur di sofa". Jelas Naomi datar.
" Kenapa tidak tidur bersama? Apa kau masih meragukan ku?" Tanya Darvin dingin.
"Biar bagaimana pun, aku tetap tidak bisa percaya padamu, terima atau tidak, antar aku pulang saja, jika kamu tidak setuju". Ucap Naomi sewot.
__ADS_1
" Ya, ya, ya baiklah. Setidaknya malam ini aku masih bersamamu dan aku akan mengikuti mau mu".
Setelah selesai makan malam, mereka kembali menuju hotel, setibanya di hotel sebelum tidur Darvin tiba-tiba menarik tangan Naomi lalu mencium bibirnya dengan lembut lagi, membuat Naomi terkejut dengan serangan Darvin yang mendadak. Darvin menutup matanya, Naomi terbelalak karena terkejut. Tapi pada akhirnya Naomi menikmati lagi ciuman Darvin yang begitu lembut serta sangat menggairahkan baginya.