
Huh, pada akhirnya hari ini aku kurang tidur gara-gara Mas Darvin yang tidak membiarkan ku tidur hingga jam 3 pagi, hari ini ada kelas lagi. Batin Naomi gerutu. Ia memijat pundaknya sendiri sembari memutar lehernya dan sesekali menggoyangkan ke kanan dan kiri. Ia benar-benar lelah dan ngantuk berat.
Untungnya hari ini aku hanya punya kelas selama 2 jam dan aku bisa pulang tidur setelah ini. Batinnya lagi. Naomi menyusuri setiap koridor kampus dan melewati beberapa kelas yang mengarah ke kelasnya seraya menggerutu dalam hati. Saat Ia berjalan tanpa memperhatikan sekelilingnya, ada orang yang menarik tangannya dan Ia terkejut saat menoleh.
Kak Hans. Gumam Naomi.
"Aku perlu bicara denganmu". Tandas Hans seraya melepaskan tangan Naomi.
" Aku ada kelas sebentar lagi aku masuk". Ucap Naomi kikuk.
"Baiklah, aku akan menunggumu di depan kelas". Sergah Hans dingin.
" Tapi itu akan menimbulkan gosip antara kita berdua kalau kamu menunggu ku di kelas". Ucap Naomi khawatir.
__ADS_1
"Tak peduli, aku akan menunggumu". Kata Hans lalu pergi.
Bagaimana ini kalau Kak Hans benar-benar menunggu ku di depan kelas? Nanti jadi timbul gosip dan sampai ke Livy lalu Ia bicara ke Mas Darvin bisa perang lagi aku sama Mas Darvin. Gerutu Naomi dalam hatinya yang begitu cemas, Ia sama sekali tidak ingin membuat Darvin marah besar lagi, mengingat kejadian kemarin karena Ia tahu aku menangis gara-gara Raka, Ia takut Darvin akan benar-benar kelepasan melakukan sesuatu hal padanya.
Jam pelajaran akhirnya berakhir juga, aku bisa pulang dan tidur, membosankan aku sama sekali tidak konsen karena Mas Darvin. Gumam Naomi. Saat Ia berjalan keluar kelas Naomi lupa jika Hans menunggunya, tapi saat Hans mau menyapanya Livy datang dan langsung merangkulnya dengan sigap Naomi kaget.
" Livy.... Kamu membuatku kaget". Ucap Naomi.
" Hah, untuk apa kamu kerumah ku?" Tanya Naomi tercengang.
"Kata Mas Darvin, Dokter Raka itu kakak mu ya? Kok aku gak tau?" Tanya Livy lagi. Hans yang mendengar hal itu akhirnya mengurungkan niatnya bicara pada Naomi, Ia pun pergi.
"Oh, ya. Kalau begitu ayo". Ajak Naomi kikuk.
__ADS_1
Tiba dirumah Naomi, Raka membuka pintu melihat Naomi membawa Livy. Padahal Raka ingin berbicara padanya soal Ia yang tak pulang semalaman tapi niat itu Ia urungkan.
" Dokter Raka". Sapa Livy yang berlari langsung ke arah Raka, Ia terkejut dengan Livy yang tiba-tiba mendekap. "Dok, aku ingin bertemu denganmu". Lanjut Livy dengan aura bahagia.
" Hm, ya ada apa?" Tanya Raka canggung.
"Kalian bicara berdua ya, aku mau ke kamar, sangat lelah. Vy, aku tinggal kamu sama Mas Raka tak apakan?"
"Tidak apa-apa, kamu pergilah beristirahat". Ucap Livy sembari melambaikan tangannya.
" Mas Raka aku titip Livy ya, aku lelah sekali." Sergah Naomi seraya pergi meninggalkan mereka di ruang tamu.
Hari ini berkat Livy aku tertolong dari Kak Hans dan Mas Raka, aku harus memberinya sesuatu nanti. Gumam Naomi senang. Ia pun kekamarnya dan mengunci kamarnya serta langsung membuang dirinya ke tempat tidur dan menutup matanya karena sudah tak tahan menahan kantuk yang luar biasa. Naomi pun tidur dengan pulas, sementara Raka dan Livy berbincang-bincang.
__ADS_1