Sendiri

Sendiri
Episode 42


__ADS_3

"Apa kau tahu tujuan ku kemari?" Tanya Raka senyum kecut saat Ia berpapasan dengan Darvin yang ingin keluar dari rumah, sementara Raka ingin ke kamarnya.


"Ya". Jawabnya singkat. " Mengejar Naomi". Lanjut Darvin datar.


"Selain itu aku ingin melindunginya darimu". Sergah Raka serius.


" Apa maksud mu?" Tanya Darvin menaikkan alisnya seraya membalikkan badannya kearah Raka.


"Aku tahu, kau terlibat dengan para mafia besar di kota B. Ibuku mengirim ku kemari karena menyelidiki semuanya tentang mu, siapapun yang dekat dengan Naomi ibuku tidak akan diam duduk manis di rumah".


" Aku tidak menyangka, Nyonya Manda begitu sibuk mengurus ku". Sindir Darvin senyum sinis.


"Ini bukan tentang kau, Tuan Darvin. Ini demi kesayangan Ibuku". Tandas Raka.


" Meski Naomi kesayangan ibumu, apa kau pikir Ia menyukai hal seperti ini?" Tanya Darvin datar.


"Naomi tidak akan pernah tahu, dimanapun Ia berada, ibuku akan terus memantaunya dari jauh. Aku rasa ibuku pernah mengatakan hal ini padamu, jika para mafia itu mengganggu Naomi atau menjadikannya sebagai ancaman untukmu, ada baiknya kau pergi dari hidup Naomi agar sesuatu tidak terjadi padanya". Ucap Raka sambil berlalu pergi meninggalkan Darvin yang terdiam dan tak bergeming memikirkan ucapan Raka.


Dalam mengemudikan mobilnya perasaannya kembali tak karuan. Ia menyetir mobilnya dengan ugal-ugalan di jalan tanpa memperhatikan keselamatannya. Ia kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi asistennya Ram, " Ada perkembangan apa?" Tanya Darvin sambil menggunakan earphone satu di telinga kanannya.


"Tak ada pergerakan apapun semenjak mereka tahu kalau kita mengetahui mereka mengincar Nona Naomi". Balas Ram dari balik telpon.


" Awasi dengan teliti Ram, mereka suka melakukan pergerakan tiba-tiba, aku takut saat lengah mereka akan bertindak".

__ADS_1


"Apa rencana mu bos selanjutnya?"


"Temui aku di cafe XYZ jam 5 sore, kita akan bicara disana". Titah Darvin sembari mematikan telponnya, lalu kemudian memencet nomor Naomi.


" Halo". Ucap Naomi dari balik telpon.


"Kau sedang apa? Apa kau merindukan ku?" Tanya Darvin dengan suara lembut.


"Tentu saja tidak, setiap hari melihat wajahmu aku tidak merindukanmu sama sekali". Balas Naomi sinis, dari balik telpon ia tersenyum kecil.


"Aku rindu padamu, aku sedang menuju ke kampusmu untuk menjemputmu. Kita makan siang bersama". Ujar Darvin sembari tetap mengemudikan mobilnya dengan pelan.


" Hah". Naomi tercengang. "Mas Darvin serius. Aku baru saja selesai kelas ku dan berencana mau makan dengan Kak Hans".


Mendengar nama Hans, Darvin jadi kesal. " Apa belum cukup kau membuatku cemburu dengan Raka?" Tanya Darvin.


" Mas Darvin, kau sangat menggemaskan saat cemburu, ingin rasanya aku mencubit kedua pipimu". Masih dengan tertawa.


"Diamlah, tunggu aku di depan gerbang kampusmu aku akan segera tiba". Sergah Darvin lalu mematikan sambungan telponnya dengan Naomi.


Naomi kemudian bergegas menuju gerbang kampusnya, saat sedang menuju gerbang kampus Ia merasakan seseorang menarik tangannya dan Ia kaget ketika melihat orang yang menariknya adalah Hans.


" Mau kemana? Buru-buru amat".Cegat Hans sembari melepas tangan Naomi.

__ADS_1


"Aku mau ketemu seseorang makanya sedang buru-buru Kak Hans." Ucap Naomi yang langkahnya terhenti.


"Aku baru melihat mu hari ini, dari mana saja kau selama ini?" Tanya Hans dengan pandangan sayu.


"Aku tak kemana-mana, aku hanya sibuk saja".


" Sebenarnya aku ingin mengajakmu makan siang bersama, tapi kau sudah ada janji. Bagaimana kalau besok?" Tanya Hans lagi dengan pandangan penuh harapan.


"Oke, besok kita ketemu di kantin kampus saja".


"Baiklah". Kata Hans sembari memberikan senyum tipisnya ke Naomi.


Naomi pergi ke gerbang kampusnya setelah obrolannya dengan Hans selesai, Ia melihat mobil Darvin sudah ada disana, Naomi kemudian buru-buru masuk ke mobil Darvin bagian duduk depan penumpang. Ia melihat wajah Darvin yang lagi tak enak di pandang.


" Kenapa kau begitu lama?" Tanya Darvin


"Sudah berapa lama kamu menungguku?" Tanya Naomi balik.


"Lima menit". Balas Darvin datar.


" Baru juga lima menit". Gerutu Naomi sambil memajukan bibirnya.


"Kau kan tau aku tidak suka menunggu walaupun itu sedetik".

__ADS_1


" Apa Mas Darvin mau aku yang menunggu terus nanti aku di goda anak kampus bagaimana?"


Darvin tercengang. "Yah sudah mulai sekarang aku yang akan menunggumu". Jawab Darvin datar. Naomi tersenyum kecil.


__ADS_2