Sendiri

Sendiri
Episode 40


__ADS_3

Malam harinya dirumah Naomi....


"Mas Darvin, kamu beneran kan tidak akan berbuat macam-macam saat aku tidur?" Tanya Naomi cemas yang sedang baring di kasurnya.


"Tidurlah". Balas Darvin acuh.


" Aku bertanya ". Dengan suara keras kepada Darvin.


Tiba-tiba Darvin menoleh dan mengerutkan alisnya. Ia bangun dan menghampiri Naomi dengan tatapan serius, " Apa kau kurang mengenali ku selama 4 tahun ini?" Tanyanya balik. Naomi hanya menggelengkan kepala Ia mulai takut dengan tatapan wajah Darvin yang begitu suram. "Tidurlah dengan tenang, jangan mengganggu ku, selama kau dirumah sakit aku kurang tidur, jadi biarkan aku tidur dengan tenang". Ucapnya lagi sambil berjalan kearah sofa dan membaringkan tubuhnya dengan membelakangi Naomi.


Benar saja, Ia sama sekali tidak akan macam-macam denganku harusnya aku percaya padanya. Gumam Naomi kemudian Ia pun menutup matanya dengan senyum bahagia melihat Darvin.


Pagi harinya, Naomi terbangun melihat Darvin sudah tidak ada di sofa. Ia bergegas bangun dan berlari mencari Darvin, tapi langkahnya terhenti mendengar suara ribut di dapur. Naomi menuju ke dapur dan melihat Darvin sedang memasak sarapan pagi, Ia pun mengganggu Darvin dengan mengejeknya, " wah Tuan besar ternyata bisa juga masak".


Darvin yang mendengar hal itu mengacuhkannya lalu berkata, "sebaiknya kau diam dan duduklah tunggu beberapa saat lagi".

__ADS_1


" Aku tidak yakin dengan masakanmu, aku takut akan memuntahkannya". Ejek Naomi tertawa kecil.


"Aku akan membereskan mu jika sampai memuntahkannya". Ancam Darvin senyum menyeringai.


" Baiklah, aku akan memuntahkannya dan melihatmu bagaimana cara membereskan ku". Ganggu Naomi tertawa keras lalu pergi ke meja makan. Darvin menggetarkan giginya karena emosi di ganggu Naomi.


Saat mereka menikmati sarapan, bunyi bel dari luar rumah Naomi, mereka pun berdua bergeming dan heran pagi-pagi seperti ini ada yang datang bertamu. Darvin bangkit dari kursinya dan pergi membuka pintu. Saat membuka pintu Ia terperangah melihat Raka.


"Apa yang kau lakukan disini?" Tanyanya.


Darvin yang merasa geram dengan pertanyaan dan tatapan Raka jadi tersulut emosinya namun tiba-tiba Naomi datang.


" Mas Raka". Sapa Naomi girang. Darvin jadi tidak senang wajahnya pun terlihat suram, Naomi menarik tangan Raka untuk masuk, Darvin semakin kesal tapi Raka begitu senang. "Mas Raka datang kesini dalam rangka apa?" Tanya Naomi. Darvin diacuhkan.


"Aku kesini ada tugas dirumah sakit kota B, untuk beberapa bulan saja". Balas Raka.

__ADS_1


" Terus Mas Raka tinggal dimana?" Tanya Naomi lagi.


"Aku belum tahu tinggal dimana". Tandas Raka.


" Yah sudah tinggal disini saja". Ajak Naomi. Darvin yang mendengar hal itu sangat kesal dan cemburu seakan Naomi tak menganggapnya.


"Jangan terlalu berlebihan Omi, disini banyak hotel dan rumah yang bisa disewakan". Sela Darvin datar menyembunyikan amarahnya.


" Tapi akan lebih baik jika Mas Raka berhemat". Tandas Naomi, Darvin semakin tersulut amarah tapi Ia menahannya karena tak ingin memperlihatkan amarahnya ke Raka.


"Mas Raka tidur di kamar tamu".


" Terserah kau sajalah". Acuh Darvin dan berlalu pergi meninggalkan Raka dan Naomi.


Naomi mengacuhkan Darvin dan tetap berbicara dengan Raka, "Mas kamu kesini kenapa tidak mengabari ku?"

__ADS_1


"Aku ingin membuat kejutan untukmu". Jawab Raka sambil mengelus rambut Naomi. Mereka berbincang banyak hal, sementara Darvin di kamar dengan perasaan tidak tenang dan terus mondar mandir memikirkan cara agar Raka keluar dari rumah Naomi.


__ADS_2