
"Tuan Darvin, bisakah kita bicara ditempat lain?" Ajak Pak Bara. Darvin mengangguk dan mengikuti langkah Pak Bara yang keluar dari rumah sakit menuju cafe yang tidak jauh dari rumah sakit.
"Ada apa, Tuan?" Darvin memulai pertanyaannya.
"Saya sudah dengar dari istri saya dan Raka, kamu ingin meminang Omi?"
"Benar, Tuan".
" Apa kamu yakin mau menerima Omi dan masa lalunya?"
"Awalnya aku tidak yakin, tapi setelah melihat semuanya, selama tiga tahun aku mengejarnya Ia memang yang terbaik untukku. Aku tidak bisa sekejap jauh darinya, tanpa kabar darinya".
" Aku percaya cintamu pada, Omi. Apa kau ingin mendengar bagaimana Rayyan dan Naomi bisa menikah?"
"Bukan kah mereka anda jodohkan?"
"Itu hanya membuat Omi yakin jika pernikahannya dengan Rayyan memang sebuah perjodohan".
" Lantas apa sebenarnya terjadi? "
Pak Bara memulai cerita awal pertemuan Rayyan dan Naomi, ingatan masa lalu mulai muncul dalam pikiran Pak Bara.
Awal pertemuan Rayyan dan Naomi..
__ADS_1
Kala itu Rayyan sedang melintasi sebuah SMA, Ia melihat seorang gadis biasa, sedang membantu seorang anak buta menyebrang, gadis itu sangat berani memberhentikan beberapa Mobil yang menyebabkan sedikit kemacetan, meskipun beberapa kali klakson dibunyikan Ia tidak peduli.
Rayyan tertarik dengan gadis tersebut, lalu diam-diam mengambil foto melalui ponselnya.
Beberapa hari kemudian, Rayyan mendatangi sekolah itu mencari tahu gadis yang Ia lihat beberapa hari yang lalu. Ia mencatat segala yang di dapatnya dari sekolah, Rayyan tersadar nama Pak Arka yang tak lain staf di kantornya waktu itu.
"Pak Rayyan memanggil saya?" Tanya Pak Arka sopan.
"Pak Arka, apa benar Bapak punya seorang putri?" Rayyan bertanya balik. Pak Arka heran kenapa Bosnya bertanya hal seperti itu. Karena Ia merasa seorang karyawan, Pak Arka tidak berani bertanya banyak.
"Iya, betul pak".
" Siapa namanya?"
" Terima kasih, Pak. Bapak boleh lanjutkan pekerjaan Bapak".
"Baik, Pak Rayyan saya permisi". Pamit Pak Arka, Ia bingung kenapa Bosnya bertanya soal putrinya? Mungkinkah putrinya membuat masalah dengan bosnya? Gumamnya.
Malam harinya dirumah Rayyan..
" Pah, Mah. Aku ingin bicara sesuatu dengan kalian". Ucapnya yang ketika itu melihat orangtuanya berada diruang tamu sedang bersantai sambil menikmati secangkir teh dan aneka kue.
"Iya, apa itu?" Tanya Pak Bara.
__ADS_1
"Mah, Pah. Aku sudah memutuskan untuk menikah".
" Benarkah?" Tanya Bu Manda senang.
"Iya, aku ingin gadis ini". Ucapnya sambil menyodorkan foto Naomi.
Pak Bara dan Bu Manda heran, Rayyan ingin menikahi anak yang masih duduk di bangku SMA.
" Rayyan, apa kamu tidak salah?"Tanya Bu Manda geram. "Jangan main-main kamu mau menikahi gadis SMA".
" Aku tidak main-main, lamarkan saja aku dengan gadis ini, aku akan menunggunya sampai selesai sekolah".
"Rayyan, diluar sana banyak gadis yang bukan anak SMA". Kata Pak Bara tak percaya putranya ingin menikahi gadis SMA yang kekanak-kanakan menurutnya.
" Mah, meskipun terlihat SMA tapi Rayyan yakin dia bukan kekanak-kanakan". Katanya sambil berlalu dan meninggalkan orang tuanya diruang tamu, menuju kekamarnya.
"Mah, besok kamu harus cari tahu perempuan ini".
" Rayyan itu sangat aneh, usianya hampir sudah 24 tahun lebih tapi keinginannya seperti anak-anak". Gerutu Bu Manda kesal.
"Sudahlah mah cari tahu saja dulu soal gadis ini, siapa tau Rayyan benar, Ia dewasa dan tidak kekanak-kanakan".
" Baiklah, Pah".
__ADS_1