Sendiri

Sendiri
Episode 69


__ADS_3

Malam itu, Naomi tak dapat menyembunyikan lagi perasaan lukanya di depan Manda. Ia menangis dalam pelukan Manda, meluapkan semua isi hatinya. Tak ada yang bisa dilakukan Manda kecuali membuat hati Naomi kembali tenang, hanya dengan pelukan seorang ibu kepada anaknya yang bisa Ia lakukan saat ini. Naomi tak kuasa menahannya sendiri Ia menceritakan semuanya pada Manda, bukan bermaksud Ia mengadu kepada Manda, hanya saja Ia ingin berbagi tak ingin menyimpan lukanya sendiri. Manda sangat sedih melihat anak kesayangannya terluka, bahkan sangat iba. jelas sekali di mata Naomi terlihat luka yang mendalam di hatinya. Manda memahami maksud Darvin melepas Naomi. Ia sudah tahu sejak dulu, Darvin terlibat dengan para mafia di kota B, tujuan Darvin menjauhi Naomi hanya untuk keselamatannya.


"Sayang, mama mengerti. Bagaimana kamu kembali ke kota X hidup sama Mama?" Tanya Manda mengusap rambut Naomi perlahan dalam pelukannya.


"Aku tidak ingin kembali ke kota X mah, akan sakit rasanya jika mengingat semua tentang Rayyan dan Ranvie". Naomi terisak-isak dalam pelukan Manda sehingga membuat baju yang dikenakan Manda basah di salah satu pundaknya. Manda melepas pelukan Naomi lalu Ia menghapus air mata Naomi yang membasahi seluruh pipinya. Hati Manda begitu sakit melihat air mata Naomi, namun Ia berusaha tak menampakkan rasa itu di depannya, agar Naomi tak menyembunyikan apapun darinya.


" Apa kamu mau kita hidup bertiga sama Papa dan Mama di kota lain?" Manda berusaha membuat Naomi menyetujui apapun yang Ia sarankan, tak peduli dengan apapun yang ada di kota X, demi membuat Naomi bahagia Ia rela melakukan apapun, termasuk meninggalkan semuanya di kota X.

__ADS_1


"Jangan Mah, peninggalan Mas Rayyan lebih baik mama jaga". Seru Naomi menolak.


" Ada Raka yang akan mengurusnya, suatu saat itu akan menjadi miliknya ". jelas Manda sembari mengusap punggung tangan Naomi. " sekarang kita tidur, kamu pasti lelah dengan semua ini, mama akan selalu menemani mu". lanjutnya, Ia mencium kening Naomi dengan lembut. Naomi membaringkan tubuhnya di kasur, Manda menyelimuti tubuh Naomi dan ikut berbaring di sampingnya, memeluk Naomi. Meski sudah menceritakan semuanya pada Manda, hati Naomi masih saja gundah, wajah Darvin terbayang-bayang dengan wanita yang bernama Sarah, akan susah baginya untuk menerima cinta baru. Naomi berusaha memejamkan matanya yang sembab karena tangisannya, bahkan saat tidur disamping Manda pun Ia masih menitikkan air mata tanpa mengeluarkan suara karena tak ingin mengganggu Manda yang berbaring disebelahnya, meski Manda hanya berpura-pura tidur agar tak mengganggu Naomi juga.


*****


Raka menceritakan semuanya pada Livy, Ia menanyakan semua tentang Naomi yang pernah menikah, Raka juga akhirnya terbuka pada Livy karena tak ingin menyembunyikan apapun darinya, Raka sudah merasa mulai nyaman dengan Livy perlahan perasaannya tumbuh, sehingga Ia bisa menerima Naomi hanyalah adik baginya sekarang. Livy yang mendengar hal itu seakan tak percaya semuanya. Kini Ia mulai paham, dan mengingat semuanya mulai dari Naomi yang suka menyendiri, Naomi yang selalu menolak kakaknya, Naomi yang tak ingin berteman atau dekat dengan siapapun dan Naomi yang selalu melakukan apapun dengan caranya sendiri. Livy merasa kasihan dengan kehidupan Naomi yang begitu banyak dialaminya, pantas saja Manda begitu menyayanginya bahkan sangat memanjakannya.

__ADS_1


"Apa mas Darvin tahu?" Tanya Livy sayu.


"Ya, Kakakmu tahu. Awalnya Ia tak peduli, entah mengapa sekarang Darvin menyerah". jawab Raka sedih. Meski Ia sudah melupakan Naomi tapi rasa sayangnya sebagai adiknya tak bisa melihat Naomi terluka.


" Aku juga benci Mas Darvin, Ia tahu kalau perempuan itu yang membuat tangan ku terkilir. Dia perempuan jahat, aku tidak mau tinggal sama mereka, kalau pada akhirnya mereka menikah". Gerutu Livy kesal sembari melipat kedua tangannya lalu ditempelkan bagian atas perutnya. "Tapi apa Dokter Raka akan marah padaku dan ibumu juga akan seperti itu padaku karena Mas Darvin menyakiti Naomi?" Tanya Livy sedih, Ia menatap Raka dengan pandangan penuh harapan agar tak ikut kena imbas dari perlakuan kakaknya.


"tentu saja tidak, mama dan aku tidak akan ikut menyalahkan mu juga. Kita semua tahu ini hanya kesalahan pribadi antara Naomi dan Darvin, tak ada sangkut pautnya denganmu". jawab Raka mengusap rambut Livy dengan lembut. Ia sedikit tenang, tapi tetap kesal terhadap Darvin.

__ADS_1


__ADS_2