
Mereka akhirnya tiba di restoran mewah yang cukup terkenal di kota B, bagi Livy ini hal biasa karena sudah sering berkunjung bersama Darvin dan Vania. Meski Raka tidak tahu apa yang Livy suka, Ia berusaha membuatnya senang di malam kencan mereka yang pertama. Malam itu Livy sangat canggung, sementara Raka santai dan berusaha membuat Livy tenang dengan menggenggam tangannya masuk ke dalam restoran, jantung Livy semakin berdetak kencang dan membuatnya salah tingkah di depan Raka.
Raka yang menyadari tingkah Livy dan merasakan tangannya mulai gemetar dan keringat dingin mencoba menenangkannya dengan mengelus punggung tangannya. "Tenanglah, mulai hari ini kau harus membiasakan diri". Bisik Raka lembutsembari membungkukan badannya.
"Maaf aku tidak tahu bagaimana cara memperlakukan mu dengan baik malam ini". Ucap Raka seduh.
" Ehm, tidak apa. Ini kencan pertama kita, sangat wajar jika ada yang tidak sesuai".
"Bagaiamana dengan kencan berikutnya kamu pilih tempat!" Ujar Raka.
"Yah, baiklah. Asal Dokter Raka tidak akan keberatan". Imbuh Livy senang.
__ADS_1
" Tidak akan, bagaimana pun juga perempuan yang selalu memilih tempat".
"Ng, yah baiklah".
" Aku tidak tahu bagaimana berlaku romantis pada seorang gadis ketika kencan, aku tidak pernah melakukannya, ku harap kau mah sabar menerimaku". Ujar Raka sedih seraya menundukkan pandangannya.
"Tenang saja, Dok. Aku tahu hubungan kita di awal akan banyak kecanggungan dan banyak yang tidak kita saling mengerti. Aku yakin kita bisa seperti pasanganga lainnya". Jelas Livy senyum.
Livy masuk ke kamarnya, Ia tidak bisa melupakan malam yang penuh kesenangan baginya, terlebih lagi saat Raka mencium keningnya. Ia masih membayangkannya kecupan hangat dan lembut masih terasa dalam relung hatinya paling dalam, Livy merasa Ia akan bermimpi indah malam indah ini.
*****
__ADS_1
Raka kembali kerumah, setelah Ia membuka pintu rumah dengan memutar gagang pintu. Raka melewati kamar Naomi, langkahnya terhenti kala itu saat hatinya ingin sekali melihat keadaan Naomi dan berdiri tepat di depan kamarnya. Ia ingin melangkahkan kakinya kearah kamar Naomi tapi Raka mengurungkan niatnya, Ia mulai teringat kembali kejadian malam yang beberapa waktu lalu. Masih terlintas dengan jelas melihat Naomi dan Darvin berciuman, Raka tidak ingin lagi melihat hal itu terulang. Hatinya begitu sakit dan panas, Ia merasakan seperti ada yang menusuk jantungnya. Raka begitu lama menatap kamar Naomi, sehingga Ia di kagetkan dengan suara pintu kamar Naomi yang terbuka.
CEKLEK!!
"Mas Raka". Sapa Naomi sembari mengucek matanya, yang kala itu terbangun dan masih setengah sadar.
"Hm, ya. kenapa kau bangun?" tanya Raka gugup.
"aku haus, ingin minum". balas Naomi. " mas Raka baru pulang dari rumah sakit ya?" tanya Naomi lagi. Raka hanya mengangguk saja.
"aku ke kamar dulu, aku lelah. kau lanjutkan tidurmu". pamit Raka, Naomi hanya mengiyakan sembari mengangguk. Raka berlalu meninggalkan Naomi, lalu Naomi berjalan kearah dapur untuk minum, menyegarkan tenggorokannya yang Ia rasa kering dan menghilangkan rasa dahaganya.
__ADS_1