Sendiri

Sendiri
Episode 31


__ADS_3

Setelah mendengarkan cerita Pak Bara panjang kali lebar, Darvin begitu paham dengan masa lalu Naomi. Menikah mudah, yang harusnya melanjutkan kuliahnya tapi karena pernikahan, Naomi merelakan impiannya. Pernikahannya yang di dasari keterpaksaan harus membuatnya belajar menerima. Pada akhirnya setelah kepergian Rayyan dan Ranvie, Naomi bisa melanjutkan kuliahnya kembali, meski harus terlambat beberapa tahun.


"Bagaimana pada akhirnya, Naomi bisa memiliki anak?" Tanya Darvin penasaran.


"Rayyan harus menunggu kesiapan Naomi selama satu setengah tahun". Jawab Pak Bara sambil menyeruput kopinya dengan tenang.


" Pada akhirnya Naomi membalas cinta Rayyan". Ucap Darvin tenang sambil menatap kearah jendela dengan tatapan kosong.


"Ya, anda benar Tuan Darvin". Balas Pak Bara singkat.


Setelah obrolannya yang panjang dengan Pak Bara di cafe dekat rumah sakit, Darvin kembali ke hotelnya tanpa menjenguk Naomi lagi. Darvin ingin menyerah, Ia berencana pulang sendiri kembali ke Kota B tanpa Naomi, padahal tujuan utamanya ke Kota X untuk membawa kembali Naomi bersamanya.


Keesokan harinya Darvin pulang tanpa pamit dengan Naomi, kesabarannya telah habis menunggu Naomi.


Dirumah sakit X...

__ADS_1


Naomi duduk ditempat tidurnya, sambil memainkan handphonenya. Ia merasa sedih karena sejak kemarin sore Darvin tidak ada kabar dan hari ini pun tidak datang kerumah sakit. Tak ada pesan atau telpon yang masuk dari Darvin. Raka masuk melihat Naomi dengan wajah sedih.


" Ada apa denganmu?" Tanya Raka khawatir sambil memegang kepala Naomi.


"Tidak ada apa-apa, Mas Raka". Jawab Naomi sedih sambil tertunduk.


Raka mengeryitkan dahinya dan wajahnya pun ikut sedih. Raka menggenggam erat tangan Naomi. " Kau tidak sendirian". Ucap Raka senyum.


"Aku tidak punya siapa-siapa disisiku Mas Raka". Kata Naomi sambil memalingkan wajahnya dari Raka.


"Kata siapa? Jangan berbicara seperti itu lagi, kau masih ada kami". Ucap Raka menghibur.


" Apa rencana mu selanjutnya?" Tanya Raka.


"Aku akan kembali ke kota B menyelesaikan kuliahku disana lalu setelah lulus aku ingin bekerja di kota lain". Balas Naomi yang kemudian mengarahkan wajahnya ke arah Raka.

__ADS_1


" Apa kau tidak mau kembali ke kota asalmu lagi?" Tanya Raka lagi.


"Tidak, disini hanya akan terus membuat ku mengingat hal tentang Rayyan dan Ranvie, aku tidak mau terus-terusan berada dibayang-bayangkan oleh mereka, terutama rasa bersalah ku kepada Ayah". Jawab Naomi sambil bercucuran air mata. Raka yang melihat air mata Naomi, menjadi sedih dan langsung memeluk Naomi.


" Apa kau mau aku ikut denganmu?" Tanya Raka sambil membelai kepala Naomi dalam pelukannya.


"Tidak usah, Mas Raka. Bagaimana pun Mama dan Papa hanya punya kamu, mereka pasti tidak mau kamu jauh dari mereka lagi".


" Tapi aku masih sama seperti dulu, masih mencintaimu". Ucap Raka, Naomi yang kaget mendengar hal itu langsung mendorong Raka melepas diri dari pelukannya.


"Mas Raka harus melupakan aku, itu sudah lama harusnya Mas Raka bisa mencintai perempuan lain". Kata Naomi sambil menyeka air matanya.


" Aku sudah berusaha, tapi tetap tidak bisa". Ucap Raka senyum.


"Pergi Mas Raka". Usir Naomi sambil memalingkan lagi wajahnya. Raka kaget mendegar hal itu Ia pun tetap tersenyum, meski hatinya sakit Naomi mengusirnya.

__ADS_1


"Baiklah, kamu istirahat ya, aku akan kembali memeriksa mu tiga jam lagi dan memastikanmu minum obat". Kata Raka, sambil pergi meninggalkan kamar Naomi.


Naomi terdiam, Ia tidak sedikitpun mengarahkan wajahnya ke Raka yang telah pergi. Naomi tahu perasaan Raka sejak di SMA dulu, Raka menjadi seniornya. Sejak tahu Raka adik dari Rayyan, Naomi berusaha tetap tenang dan tidak canggung setiap bertemu Raka. Alasan Naomi pergi dari kota X selain ingin melupakan Rayyan, Naomi juga ingin menghindari Raka yang masih tetap mengejarnya.


__ADS_2