
Sarah yang memperhatikan Darvin sibuk dengan handphonennya, merasa terabaikan. "Tuan Darvin kamu chating sama siapa? Sampai mengabaikan aku? Tanya Sarah dengan raut wajah mulai kesal.
"Hm, makanlah cepat. Ram mengabariku aku kedatangan klien penting". Sanggah Darvin acuh dengan berbohong.
Naomi pasti datang ingin memberi ku kejutan, Ia sengaja tidak bilang padaku, awas kamu akan ku beri pelajaran. Gumam Darvin senyum terkekeh. Sarah melihat hal itu jadi kesal dan berhenti memakan makanannya.
"Kamu gak makan lagi?" Tanya Darvin basa basi. Walau sebenarnya Ia tak peduli Sarah mau makan atau tidak.
"Gak nafsu". Ucap Sarah sewot sembari menatap sinis ke Darvin, tapi Ia mengacuhkannya. Sekarang yang terpikirkan baginya, ingin bertemu Naomi dan memeluknya.
" Kalau begitu kamu pulang, aku harus kembali kerja dan aku sangat sibuk tidak bisa menemanimu". Sanggah Darvin acuh, lalu Ia beranjak dari kursinya dan meninggalkan Sarah sendirian. Sarah yang merasa kesal di perlakukan acuh oleh Darvin, Ia menggeramkan giginya sembari mengepal kedua tangannya diatas meja.
*****
__ADS_1
Ketika tiba di kantornya, Ram langsung menghampirinya dengan berlari kearahnya.
"Mana Naomi?" Tanya Darvin seraya berjalan menuju lift.
"Ada di ruangan mu bos". Balas Ram mengikuti langkah Darvin.
" Baiklah, awasi Sarah. Jangan biarkan Ia mengganggu ku bersama wanitaku". Titah Darvin seraya masuk ke lift dan meninggalkan Ram, Ia kemudian senyum menyeringai memikirkan memberi kejutan pada Naomi. Saat Ia tiba di ruangannya, Darvin melihat pintu ruangannya tidak begitu rapat. Ia pun membukanya perlahan-lahan, Naomi yang sedang berdiri di depan rak buku sedang memilah sebuah buku untuk Ia baca agar tak bosan menunggu Darvin.
" Mas kamu buat aku kaget". Teriak Naomi kesal.
"Aku memberi mu kejutan, bukannya memang harusnya kamu kaget". Kata Darvin seraya mencium pipi Naomi dari belakang dengan lembut. " Kamu datang tanpa mengabariku". Sambung Darvin.
"Kejutan untuk Mas Darvin tapi malah aku yang terkejut". Sanggah Naomi sewot.
__ADS_1
Darvin terdiam dalam pelukan Naomi, Ia menikmati rasa rindunya yang telah terlampiaskan, ingin rasanya Darvin terus berada dalam pelukan Naomi. Ia menutup matanya seraya berkata, " Aku ingin tidur di pelukan mu malam ini".
"Kalau begitu malam ini kamu harus teraktir aku makan yang enak". Sahut Naomi.
"Hm, apapun mau mu ratu ku". Ucap Darvin seraya melepas pelukannya dan membalikkan badan Naomi lalu memutar kearahnya. "Beri aku ciuman". Pinta Darvin sambil mengangkat dagu Naomi dengan lembut, lalu menciumnya tanpa menunggu Naomi bicara. Darvin memejamkan matanya mencium bibir Naomi, ********** dengan mesra, mereka pun menikmati ciuman yang terasa hangat bagi Naomi dan penuh kelembutan. Naomi tidak bisa membohongi dirinya jika Ia selalu merindukan pelukan dan ciuman Darvin yang membuatnya ingin terus berada di samping Darvin. Sementara Darvin, sudah terbiasa setiap kali bertemu Naomi selalu ingin mencium bibir tipis indahnya. Naomi kemudian tersadar Ia berada di kantir lalu mencoba melepas diri dari Darvin.
" mas ini kantor, jangan sembarangan". tolak Naomi seraya mendorong tubuh Darvin dengan keras.
"lalu? aku tidak peduli". sahut Darvin senyum menyeringai.
" aku peduli. nanti ada yang masuk, melihat kita berciuman itu akan sangat memalukan". ujar Naomi dengan wajah memerah.
"baiklah, malam ini kamu harus menemaniku. duduklah di sofa aku akan bekerja, dan akan memesan makanan untuk kita berdua". ujar Darvin seraya memperbaiki dasinya, Ia lalu berjalan ke meja kerjanya, Naomi duduk di sofa sembari membaca buku yang Ia ambil di rak lemari.
__ADS_1