Sephia

Sephia
Pengantin baru


__ADS_3

Langit pagi menjelang siang itu begitu cerah, awan putih langit biru seakan mendukung semesta dalam perhelatan ini. Taburan bunga mawar berwarna putih terhampar di sepanjang jalan setapak menuju meja ijab kabul. Pemandangan yang langsung menghadap pada lautan luas di depan sana menambah suasana begitu sakral dan romantis. Danar sudah menunggu di sana dengan menggunakan setelan beskap berwarna keemasan, di dampingi oleh Pak Hermawan dan berhadapan langsung dengan calon mertuanya bapak Asep Sudrajat.


Tangannya terasa dingin, jemarinya saling bertaut, gadis yang ia tunggu pun belum juga muncul. Sementara di sisi lain, mama Diana, ibu Widya, Fadil, Wulan, Agung dan bayi kecil mereka sudah sedari tadi menunggu.


Gadis itu berjalan sangat anggun, melangkah menuju kekasih hati. Sephia mengenakan kebaya panjang berwarna keemasan dengan manik-manik payet yang berkilauan, kain batik yang membalut tubuhnya, memperlihatkan sedikit jenjang kakinya. Sungguh cantik, tatapan mata Danar tak berkedip. Setelah hampir satu minggu tak bertemu membuatnya terpana akan kecantikan Sephia. Bunga melati terjuntai panjang di sisi sebelah kanan kepala Sephia, Sephia mengenakan siger adat Sunda.


Semakin dekat langkah Sephia menuju padanya semakin debar jantung Danar tak karuan. Danar berdiri dari tempat duduknya ketika Sephia sudah berada tak jauh dari sisi Danar. Senyum itu indah sekali, senyum yang akhirnya akan selamanya Danar miliki


Danar mengulurkan tangannya menuntun gadis itu, Danar menarik kursi untuk Sephia, menatapnya lama saat mereka sudah duduk berdampingan. Senyum mereka sama-sama merekah penuh arti.


Janji suci itu pun terucap dalam satu tarikan nafas, SAH sudah ikatan cinta mereka. Semua orang pun tersenyum. Terbesit di benak Danar, saat pertama kali mereka bertemu, saat pertama kali Danar menyentuh bibir gadis itu, saat pertama kali Danar menorehkan luka di hati Sephia, dan saat pertama kali Danar mencari cinta sejatinya hingga membawa sosok Sephia sebagai pendamping hidupnya.


Danar berjanji akan menjaga tali suci pernikahan ini, membahagiakan Sephia dan anak-anak mereka nantinya, menuju arah dimana ia akan selalu pulang.


Cincin dengan bentuk yang begitu simpel mereka pilih untuk mempertegas ikatan cinta ini. Danar sematkan cincin itu di jemari tangan Sephia begitupun sebaliknya. Riuh sorak sorai serta tepuk tangan dari beberapa tamu undangan membuat mereka berdua tersenyum bahagia. Ya, akhinya dua hati ini menyatu setelah banyak kesalahpahaman yang terjadi diantara mereka berdua.


Sephia menatap malu-malu lelaki yang berdiri di sampingnya. Wajah lelaki itu selalu tersenyum, entahlah seperti mendapatkan kemenangan tersendiri, Sephia sampai geli melihatnya.


"Senyum terus," ujar Danar merangkul pinggang Sephia.


"Kamu yang senyum terus." Sephia mengulum senyumnya.


"Kangen," bisik Danar di telinga Sephia.


"Kebiasaan."


"Kamu cantik," kata Danar memperhatikan wajah gadis itu hingga pada bibirnya yang memakai pewarna merah bibir.


"Kamu juga gagah," ujar Sephia meletakkan tangannya pada dada Danar.


"Bisa gak sih kalo kita gak di sini," ujar Danar dan Sephia tertawa.


"Kenapa?"


"Aku mau bawa kamu ke tempat yang jauh, berdua aja tanpa ada yang ganggu," bisiknya.


"Gak sabaran banget," Sephia lagi-lagi tertawa. " Kita masih ada sesi resepsi nanti malam," ujar Sephia lagi.


"Ya ampun, sabar banget aku."Danar meletakkan kepalanya ke pundak Sephia bagian belakang.


"Sabar woy," ujar suara itu.


"Kalla, Nami ...." Sephia kegirangan saat melihat pengantin baru itu datang menghadiri akad nikah mereka.


"Phia, cantik banget," ujar Nami. "Selamat ya, bahagia selalu," kata Nami lagi lalu menautkan kedua pipi mereka.


"Selamat bro," ujar Kalla. "Ntar malem gak penasaran lagi dong," goda Kalla.


"Yoi, pasti bro ... gue mau lihat seberapa tangkas gue," bisik Danar dan mereka pun tertawa.


"Phia," ujar Kalla mengulurkan tangannya pada wanita yang sekarang sudah berstatus istri sahabatnya itu. "Bahagia selalu ya," ujarnya tulus.


"Makasih, Kal," ucap Sephia, lalu Danar membawanya ke dalam pelukan.

__ADS_1


"Kalo pengantin baru itu emang begitu ya ... dikit dikit peluk, dikit dikit cium," sahut Agung yang sedang menggendong bayi kecilnya berjalan ke arah mereka.


"Mas, apa kabar?" sapa Kalla.


"Baik Kal ... ini juga nih pengantin baru, jangan aja ada cerita honeymoon bareng."


Acara siang itu cukup meriah walau hanya di hadiri kerabat dekat dan saudara.


"Nanti malem dateng lagi kan Nam?" tanya Sephia.


"Dateng dong, kan kesininya udah di modalin Danar," kekeh Nami.


"Awas aja sampe gak dateng ... aku cabut fasilitas hotelnya," ancam Danar pada Kalla yang sudah menggandeng Nami dan meninggalkan pasangan pengantin itu.


"Kalian gak istirahat dulu?" tanya Agung pada pasangan pengantin itu. "Kayaknya Lintang mau tidur, ke hotel aja duluan gih," ujarnya pada Wulan.


"Barengan aja Mbak," kata Sephia, "Mama sama ibu kayaknya masih asik nerima tamu di sana," tunjuk Sephia.


"Gak apa-apa kali ya, kita juga udah terlalu lama di sini," kata Danar memastikan.


"Gak apa-apa, kan emang kalian harus istirahat karena malam pasti lebih capek lagi," ujar Wulan.


...----------------...


Dan benar saja sesampainya mereka di hotel, Danar dan Sephia benar-benar mengistirahatkan tubuh mereka. Walaupun sebentar-sebentar Danar merengek untuk mencumbui Sephia. Namun sebisa mungkin Sephia menahannya, karena ini memang sangat melelahkan.


Pukul setengah lima sore, mereka pun sudah harus bersiap kembali untuk acara resepsi malam hari. Sephia tampil cantik dengan gaun pengantin berwarna silver dengan model tanpa lengan di hiasi bling-bling yang memukau, sedangkan Danar mengenakan kemeja putih dengan rompi silver beserta celana chinos berwarna senada.


Dekorasi acara pernikahan mereka sungguh indah, mama Diana dan ibu Widya memang luar biasa. Mereka yang memantau setiap proses dari berjalannya acara ini. Wajah-wajah puas kedua wanita paruh baya itu pun terlihat, dan saat ini mereka tengah sibuk menyambut tamu undangan yang kesemuanya menggunakan dress code berwarna merah, entah siapa yang memberi komando untuk berseragam dengan warna itu.


Kedua pasangan pengantin yang sedari tadi bergenggaman tangan, tersenyum, tertawa lalu sesekali Danar merengkuh pinggang Sephia untuk mendekat padanya. Bahkan tanpa sungkan lelaki itu sudah bebas mencium lembut pipi istrinya di depan umum.


"Tunggu sini sebentar ya," ujar Danar.


"Mau kemana?" tanya Sephia yang di temani Ni Luh, Nami, Kalla, dan Made.


Danar hanya menunjuk jari telunjuknya agar Sephia sebentar saja menunggunya. Lelaki itu mengarah pada pemain musik di sana, meraih gitar lalu memetik senar-senar itu dengan jemarinya.


Alunan suaranya sayup terdengar, betapa terharunya Sephia saat dia tahu lirik lagu kesayangannya dinyanyikan oleh orang yang ia cintai di hari spesialnya.


I finally found someone


That knocks me off my feet


I finally found the one


That makes me feel complete


It started over coffe


We strated out as friends


It's funny how from simple things

__ADS_1


The best things begin


This time is different


And it's all because of you


It's better than it's ever been


'Cause we can talk it though


My favouite line was


"Can I call you sometime"


It's all you had to say


To take my breath away


This is it, oh I finally found someone


Someone to share my life


I finally found the one


To be with every night


'Cause whatever I do


It's just got to be you


My life has just begun


I finally found someone


............


~I Finally Found Someone - Bryan Adams F/ Barbara Streisand~


Mata Sephia berkaca-kaca, suara lelaki yang sekarang berstatus sebagai suaminya itu mengalun begitu merdu. Sephia melangkah menuju Danar, Danar pun tersenyum mengulurkan tangannya pada Sephia lalu berkata pada istrinya,


"Kamu, adalah tujuanku ... kamu adalah arah kemana langkah kakiku melangkah ... dan kamu adalah seseorang yang selama ini aku cari untuk menjadi pasangan hidup aku, ibu dari anak-anakku, dan yang menemani aku hingga kelak kita tua bersama, aku cinta sama kamu, Sephia Anjani ... hidup aku baru saja akan di mulai bersama kamu."


Sephia seakan tak dapat lagi berkata-kata, ia hanya bisa membenamkan wajahnya di dada lelaki itu. Lalu mengangkat kembali wajahnya menatap netra Danar tanpa berkedip, menautkan bibirnya pada bibir lelaki, membuat semua tamu undangan yang melihat pun riuh bertepuk tangan. Perlahan Sephia lepaskan pagutannya menarik dirinya dan berkata,


"Aku juga cinta kamu, Danar Hermawan Wicaksana."


***SAH yaaaaahh ...


inspirasi lagu dari wedding nya Reino Barack dan Syahrini 😂✌️


para undangan berbaju merah jangan lupa sandal hotel jangan di bawa pulang 🤣


enjoy reading 😘

__ADS_1


jangan lupa arahkan jempol-jempol cantik itu untuk like dan komen


Chida ❤️***


__ADS_2