Sephia

Sephia
Jaga baik-baik


__ADS_3

"Sayang, aku berangkat ya ... nanti mbok Marni dateng kan?" Danar mengecupi seluruh wajah Sephia.


Hari ini Danar berangkat ke kantor tanpa bersama Sephia, Sephia mengeluh pusing sejak pulang kerja kemarin sore. Untuk beranjak dari tempat tidur pun rasanya malas sekali.


"Mbok Marni sebentar lagi dateng," jawab Sephia masih memeluk gulingnya.


"Harus ada yang di makan ya, kalo sampe sore gak baikan kita ke dokter," Danar mencium sekilas bibir Sephia lalu terburu-buru melangkah karena dia sudah telat untuk meeting pagi ini.


Sephia masih berdiam diri di kamarnya, rasanya enggan sekali untuk menapakkan kakinya dan melangkah keluar dari kamar ini. Melihat cahaya pun di sungguh malas, membuat dirinya pusing.


Ketukan di pintu menyadarkannya jika Mbok Marni akan membereskan kamarnya.


"Saya masuk ya, Bu," kata Mbok Marni pelan.


"Mbok, tirai nya di buka sedikit aja ya, tapi jendelanya buka lebar-lebar biar udaranya berganti," titah Sephia.


"Ibu sudah seminggu saya liat pucat terus, apa mau saya kerokin lagi?" tanya Mbok Marni.


"Gak usah Mbok, cuma kecapean kayaknya."


Mbok Marni membereskan kamar itu, Sephia pindah duduk di sofa panjang kamarnya.


"Maaf ya Bu kalo simbok lancang ... kok perasaan simbok bilang kalo ibu hamil, karena gak biasanya kayak gini, terus sudah seminggu ini juga pak Danar pulang pasti bawa makanan yang gak biasa pak Danar makan kan Bu, kayak usus ayam kemarin ... bapak dapet aja, gak tau nemu dimana itu usus krispi itu, jadi simbok pikir-pikir gak ada salahnya Bu Phia test, maaf loh Bu." Mbok Marni ragu-ragu takut menyinggung perasaan Sephia.


Sephia seakan berpikir, benar juga yang dikatakan mbok Marni tak ada salahnya dia membeli testpack lagi pula memang ini sudah masuk masa haidnya yang terkadang maju terkadang mundur.


"Mbok ...."


"Iya Bu," jawab mbok Marni meletakkan sapunya lalu mendekat pada Sephia.


"Nanti kalo sudah selesai semua, Mbok ke apotek ya ... beliin saya testpack, beli Lima segala merk ... setelahnya Mbok beliin saya bakso di simpang deket supermarket, itu kayaknya enak buat perut saya biar hangat." Sephia memberikan dua lembar uang seratus ribu pada mbok Marni.


"Bakso nya gak pake mie ya Mbok, beli buat Mbok juga terus kalo ada es campur juga sekalian ya." Sephia kembali berpesan.


"Iya Bu, setelah beres semua saya langsung jalan."


"Oh ya satu lagi Mbok."


"Apa Bu?"


"Mbok tinggal di kost an sama siapa?"


"Sendiri Bu, kan saya udah gak ada suami ... anak-anak saya juga pada kerja di pabrik di Jawa sana."


"Jadi gini Mbok ...." Sephia menatap wanita berusia hampir 50 tahun itu. "Saya pikir-pikir gimana kalo Mbok Marni tinggal di sini aja, nemenin saya hitung-hitung uang kos Mbok kan bisa buat di tabung, Mbok bolak balik juga pasti capek pake sepeda onthel ya kan? di pikir dulu aja lagian saya yakin Danar juga setuju Mbok tinggal di sini, kamar di belakang juga masih kosong."


"Iya Bu, saya pikir dulu," ujar mbok Marni lalu meneruskan pekerjaannya.


Sepeninggal mbok Marni, Sephia masih berdiam diri di kamar entahlah rasanya malas sekali Sephia untuk keluar dari kamar itu. Kepalanya terasa pusing jika melihat cahaya.


Mbok Marni kembali masuk membawakan sepiring nasi goreng dan susu hangat untuk majikannya.


"Ibu makan dulu, tadi bapak telpon saya ... bapak bilang ibu belum makan," ujar mbok Marni meletakkan nampan di atas nakas.


"Makasih Mbok."


"Saya keluar dulu ya Bu," pamit mbok Marni.

__ADS_1


Selang beberapa lama ponsel milik Sephia berbunyi, nama Danar tertera di sana.


"Iya suamiku," ujar Sephia mengembangkan sudut bibirnya.


"Sudah sarapan?"


"Lagi sarapan."


"Udah jam sembilan baru sarapan?"


"Baru berasa napsunya."


"Masih pusing?"


"Iya kalo liat cahaya, aku pusing."


"Ya udah buat istirahat ya ... jangan lupa makan siang."


"Iya, aku udah pesen bakso di simpang deket supermarket sama mbok Marni."


"Bakso?"


"Iya, aku pengen bakso biar anget aja perutnya, gak enak banget rasanya."


"Ya sudah, tidur istirahat kalo masih pusing banget minum obat, gak pake telat makan siang ya."


"Iya, kamu juga ...."


...----------------...


Sore menjelang malam, Sephia baru memberanikan diri keluar dari kamarnya, setelah mbok Marni berpamitan satu jam yang lalu. Sephia melangkah ke arah dapur menuangkan satu gelas orange jus. Berjalan di pinggiran kolam renang, Sephia menunggu Danar pulang sambil memandangi lima hasil testpack yang siang tadi dia coba.


I'll be your dream, I'll be your wish, I'll be your fantasy


I'll be your hope, I'll be your love, be everything that you need


I love you more with every breath truly, madly, deeply do


I will be strong, I will be faithful 'cause I'm counting on


A new beginnin'


A reason for livin'


A deeper meaning, yeah


I wanna stand with you on a mountain


I wanna bathe with you in the sea


I wanna lay like this forever


Until the sky falls down on me


~Truly Madly Deeply ; Savage Garden~


"Romantis banget lagunya," suara Danar terdengar dari balik pintu kaca pemisah antara rumah dan kolam renang mini milik mereka.

__ADS_1


"Eh, kamu ngagetin ...." Dengan cepat Sephia memasukkan alat testpack ke dalam kantung piyamanya.


Danar memeluk tubuh wanita itu, menciumi ceruk leher Sephia menggoyang goyangkan tubuh mereka secara bersamaan mengikuti alunan lagu.


"Aku bawa sop iga, gak tau kenapa aku pengen banget tadi ... kita makan yuk mumpung masih panas" ajak Danar meraih tangan istrinya untuk mengikuti dia ke meja makan.


"Beli dimana?" tanya Sephia sambil memindahkan bungkusan sop iga ke dalam mangkuk.


"Gak tau Made ... aku suruh dia yang cari." Danar terkekeh.


"Ya ampun, Sayang ... dia bukan asisten kami lagi loh yang kamu setiap saat suruh-suruh," ujar Sephia. "Made itu wakil kamu, gak seharusnya kamu suruh-suruh dia di luar kepentingan kantor."


"Kebiasaan Sayang ... oke, mulai besok gak lagi, janji aku." Danar memperlihatkan dua jarinya.


"Di makan dulu ... oh ya, tadi mbok Marni sudah setuju untuk tinggal bareng kita, jadi mulai besok kamar belakang dia yang tempati."


"Bagus lah, setidaknya kamu di rumah ada temen ngobrol jadi aku gak was was ninggalin kamu kalo aku meeting sampe malem," kata Danar menyeruput kuah sop itu. Danar begitu menikmati.


Ketika makan malam selesai, sepasang suami-istri ini menuju kamar mereka.


"Sayang," panggil Sephia, ia mengetuk pintu kamar mandi saat Danar masih di dalam.


"Kenapa? mau ikut mandi?" goda Danar membuka sedikit pintu itu.


"Gak ... tapi kamu cepetan," ujar Sephia.


"Iya, sabar ... kebelet ya," teriaknya dari dalam.


Tak berapa lama, Danar keluar dengan lilitan handuk yang menutupi bagian bawah tubuhnya. Ia menghampiri istrinya yang duduk di sisi tempat tidur dengan tersenyum.


"Lama banget." Sephia kesal.


"Kenapa sih?" Danar membuka lilitan handuk itu di hadapan Sephia, lalu meraih boxer yang sudah istrinya siapkan.


Danar duduk di samping Sephia sambil memakai kaosnya.


"Oke, ada apa?" tanya Danar melihat wajah Sephia yang serius.


Sephia memberikan lima alat tespack yang di cobanya siang tadi pada Danar.


Danar menatap kelima alat testpack itu dengan tersenyum tipis lalu semakin mengembang, deretan gigi putihnya menyeringai lalu dia menangkup bibirnya dengan satu tangan, matanya berkaca-kaca. Dia pandangi alat itu tak percaya, lalu membelai lembut pipi istrinya. Danar kecup kening istrinya, membawa Sephia ke dalam pelukannya tanpa berkata-kata. Tubuh mereka bergetar menangis dalam diam, tiga bulan pasca kehilangan dan akhirnya mereka diberikan kepercayaan kembali untuk mempunyai anak.


"Berapa lama kamu tahan menyimpan kabar gembira ini dari aku?" tanya Danar.


"Gak tahan Sayang, tapi mbok Marni bilang biar kamu pulang dulu ... supress kata mbok Marni," ujar Sephia terkekeh.


"Surprise?" Sephia mengangguk dan tertawa.


"Aku hamil anak kamu lagi Danar Hermawan Wicaksana." Mata Sephia berkaca-kaca.


"Makasih Sayang," ujar Danar mencium lembut bibir Sephia. "Kita jaga baik-baik ya," ujarnya lagi.


"Iya, kita jaga baik-baik."


Danar membawa Sephia kembali ke dalam pelukannya, sepertinya Sephia harus berterimakasih pada mbok Marni atas feeling wanita paruh baya itu yang ternyata tepat.


***enjoy reading 😘

__ADS_1


tinggalkan like dan komen ya 😘***


__ADS_2