SETELAH KAU PERGI ~Story About Farrel~

SETELAH KAU PERGI ~Story About Farrel~
PULANG


__ADS_3

Sepanjang perjalanan, Hanun terus menatap Dodo yang kini berpenampilan lebih rapi. Mungkin Dodo hidup lebih baik sekarang, Hanun senang bisa melihatnya lagi.


"Antarkan saya pulang dulu! Setelah itu kamu boleh mengantarkan gadis ini." Perempuan anggun di belakang Hanun memutus kesunyian yang sedari tadi terjadi di mobil itu.


"Baik Nyonya, terimakasih."


"Terimakasih banyak Nyonya." Hanun menoleh ke belakang dan tersenyum kepada Nyonya itu. Nyonya itu hanya mengangguk kemudian menatap jalanan dari kaca mobil.


Beberapa saat kemudian mobil memasuki komplek perumahan elite. Hanun berdecak kagum melihat rumah-rumah yang berjejer rapi di pinggir jalan. Rumah-rumah itu semuanya bertingkat dua.


Mata Hanun berbinar ketika mobil yang di bawa oleh Dodo masuk ke halaman sebuah rumah yang sangat luas.


Sang Nyonya besar turun dari mobil dibantu oleh Dodo. Kemudian Dodo kembali membuka mobil untuk membawa barang-barang nyonya itu masuk ke dalam rumah.


"Kamu tunggu di sini! Nanti Abang antar pulang." Dodo kemudian berlalu masuk ke dalam rumah dengan pintu yang lebar itu.


Setelah Dodo lenyap dari pandangannya, rasa penasaran Hanun datang ketika melihat seekor burung hantu yang bertengger cantik di sebuah ranting pohon yang ada di halaman itu.


Hanun turun dari mobil dan mendekati pohon itu, Hanun memperhatiksn sekeliling kemudian matanya tertuju pada burung yang kini menatapnya.


"Kamu kok nyasar di sini sih burung, kamu belo banget ... cantik." Tangan Hanun terulur hendak menggapai burung hantu itu tetapi tiba-tiba ada suara yang menghentikannya.


"Jangan sentuh!"


Tangan Hanun seperti melayang dan berhenti bergerak.


"Siapa kamu?"


Hanun terkesiap karena suara itu semakin mendekat, Hanun harus bagaimana? Dia takut disangka maling.


Perlahan Hanun membalikkan badannya, betapa terkejutnya dia ketika melihat orang di depannya itu adalah Dokter Arseno.


Begitu pun Dokter Arseno, dia sangat terkejut melihat Hanun berada di rumahnya. Dokter Arseno melihat ke kiri dan ke kanan kemudian kembali menatap Hanun.


"Nona Hanun? Sedang apa di rumah saya?"


Hah? Hanun kelimpungan harus menjawab apa? Haruskah dia bilang bahwa dirinya tersesat?


Ah bodohnya. Hanun tersenyum kikuk, tidak lama kemudian Dodo datang menghampiri Hanun dan Dokter Arseno.

__ADS_1


"Maaf Tuan Arsen, ini adik saya. Tadi bertemu di jalan dan dia tersesat. Untungnya Nyonya berbaik hati dan menyuruh saya untuk mengantarkan adik saya pulang." Dodo berbicara sambil menundukkan kepalanya, Dodo takut Hanun melakukan kesalahan di rumah Tuannya.


"Hanun tersesat?" tanya Dokter Arseno yang ternyata lebih akrab disapa Arsen itu.


Dodo mengangkat kepalanya dan menatap Arsen penuh tanya. Mengapa majikannya itu mengetahui nama adiknya.


Hanun tertawa kecil sambil memukul lengan Dodo pelan, "Abang jangan malu-maluin! Bilang-bilang aku tersesat segala."


Dodo menoleh ke arah Hanun tanpa merubah posisi berdirinya yang seperti robot karena masih ada Arsen di sana.


"Emang kenyataannya kamu tersesat kok."


Hanun mencebik, dia merasa Dodo telah menjatuhkan harga dirinya di hadapan seorang dokter.


"Kok bisa tersesat?" tanya Arsen penasaran.


"Bukan tersesat, lebih tepatnya kemalaman di jalan Dokter." Hanun meluruskan setidaknya harga dirinya tidak terlalu anjlok untuk turun.


Dodo menatap Hanun dan Arsen dia mulai mengerti mengapa majikannya mengenal Hanun ternyata karena hubungan pasien dan dokter belaka.


"Kalau begitu saya mohon izin mengantarkan Hanun pulang, Tuan. Saya pinjam mobilnya." Tanpa menunggu Arsen berbicara, Dodo menarik tangan Hanun agar mengikuti langkahnya masuk ke dalam mobil dan pergi begitu saja meninggalkan Arsen yang masih berdiri di tempatnya.


*


"Jadi Abang jadi supir sekarang?" Hanun memulai pembicaraan ketika mobil yang dikemudikan Dodo keluar dari halaman rumah Arsen.


Dodo mengangguk kemudian menoleh ke arah Hanun dan tanpa diduga dia mengetukkan kepala tangannya ke dahi Hanun.


"Aduh ... Abang kok ketok kepala aku sih." Hanun memegangi dahinya dan yang terasa ngilu karena ulah Dodo.


"Kamu kok bisa ada di jalanan sepi? Abang greget tahu, gimana kalau tadi kamu ketemu orang jahat?"


"Ya aku lawanlah, Abang lupa? Aku juga mantan penjahat."


Dodo mengatupkan mulutnya merasa tersentil dengan ucapan Hanun. "Maafkan Abang Nun."


Hanun menoleh ke arah Dodo, dia tidak menyadari candaannya dapat melukai hati Dodo.


"Aku yang minta maaf, Bang. Oh iya ada berita besar selama Abang pergi."

__ADS_1


Dodo masih fokus mengemudi kemudiab berdehem.


"Aku bertemu dengan keluargaku." Seketika Dodo mengerem mobil yang dikemudikannya secara mendadak.


Hanun yang terkejut kemudian menatap Abangnya.


"Bang?"


"Dimana kamu menemukan mereka?" tanya Dodo.


Hanun menggeleng dan kembali berbicara, "bukan aku yang nemuin mereka, tapi mereka yang datang padaku."


Dodo menatap Hanun dengan tatapan tidak terbaca. "Kamu bahagia?"


Hanun menatap balik Dodo dan mengangguk, sungguh saat ini perasaannya sedang bercampur. Hanun bahagia karens bertemu keluarganya namun dia juga bersedih dan patah hati dengan kenyataan yang lain.


Dodo tidak berbicara lagi dia memilih diam melanjutkan laju mobilnya. Hanun pun demikian dia kembali teringat bagaimana kondisi hatinya saat ini.


Ah takdir mengapa kau kejam sekali?


*


Keesokan harinya, masih dengan suasana hati yang runyam Hanun memulai aktivitasnya di toko buku. Seperti biasa dia membereskan buku-buku yang sedikit tidak rapi.


Tanpa diduga Pak Subagyo datang diantar oleh Farrel mereka bermaksud untuk menjemput Hanun dan mengajaknya pulang ke rumah Pak Subagyo.


"Tapi? Aku lebih senang tinggal di Jogja." Hanun berusaha menolak ajakan itu karena dia berat meninggalkan kota yang selama ini dia tinggali.


"Ayolah Nak, setidaknya kamu harus tahu kota tempat kamu dilahirkan dulu," bujuk Pak Subagyo. Sebenarnya bukan hanya itu alasannya, dia ingin membawa Hanun pulang sekaligus menunjukkan pada semua orang terutama musuh terselubungnya bahwa putrinya telah kembali. Dia akan menjadikan Hanun sebagai pemimpin di perusahaan menggantikan dirinya.


Dia akan menjebak Satria dan menunjukkan bahwa kekuasaannya lebih dari cukup untuk mendepaknya keluar dari perusahaan. Pak Subagyo sudah menerima hasil dari penyelidikkan dan juga gerak-gerik Satria selama dirinya tidak ada. Yunus memang dapat diandalkan.


Untuk itu Pak Subagyo akan kembali bersama dengan putrinya yang hilang.


*


Pak Subagyo akhirnya berhasil membujuk Hanun dengan alasan yang dia buat. Hanun berpamitan kepada Retno sang pemilik toko dan berterimakasih kepadanya karena telah memberikan pekerjaan untuknya. Hari ini Hanun resmi berhenti bekerja, deraian air mata dan isak tangis serta pelukan Retno mengantarkan Hanun yang akan memulai kehidupan barunya.


Hanun pulang ke rumahnya dan membereskan semua barangnya. Dia berkemas secara mendadak membuat sang pemilik kontrakan terkejut begitu pun dengan Inda yang baru saja datang karena Farrel meneleponnya memberitahukan bahwa Hanun akan pergi ke rumah barunya bersama keluarga yang selama ini merindukannya.

__ADS_1


.


__ADS_2