
Lyra berakhir di bak mobilnya dengan mata merah yang membengkak, hidungnya seakan ikut membengkak juga. Sementara itu udara dingin seolah menusuk-nusuk kulitnya walaupun dia masih mengenakan jaket milik Onyx. Dia sesekali mengusap air matanya yang terkadang masih saja muncul. Beruntungnya, dia bertemu Chrysler saat keluar dari Volant Lapis, karena kalau tidak, dia tidak tahu akan kemana dia berlari untuk menghindari pembicaraan yang tidak perlu baginya.
Dia terus teringat dengan percakapannya bersama Nona Yue.
"Aku menyesal bahwa kau adalah anak dalam ramalan itu." Nona Yue kemudian menghela napas panjang.
Lyra teringat tentang ramalan yang disebut Alice waktu itu, saat mereka hampir saja bertarung. Lyra bahkan tidak tahu maksud dan tujuan mereka bertiga waktu itu datang menemuinya sampai saat ini. Atau mereka memang sudah sejak lama mengintai Lyra dari balik bayang-bayang.
"Aku pernah mendengar seseorang mengatakan tentang ramalan. Tapi aku tidak tahu bahwa apa yang dikatakannya adalah benar." Lyra menatap Nona Yue dan Irish bergantian.
Nona Yue memaksakan senyuman pada bibirnya, yang mana itu terlihat sangat sulit untuk dia lakukan. "Ramalan tentang anak kembar yang lahir pada bulan Gemini. Aku ingin menolong, tapi aku tidak bisa melakukannya untukmu."
Dalam hati Lyra sudah menangis, awalnya dia mendengar hal itu keluar dari mulut Orance sendiri yang mana biasanya, seorang penyihir memiliki talenta untuk meramal sesuatu. Dia sudah tidak memikirkannya karena dia pikir Orance bahkan tidak percaya dengan ramalan semacam itu. Kemudian di perjalanan, Lyra mendengar lagi soal ramalan yang entah bagaimana dia sendiri tidak menyadari kalau ramalan yang di maksud adalah ramalan itu. Lalu, dia bertemu seseorang yang bisa melihat dirinya secara langsung dan kemudian mengatakan kalau dia adalah anak dalam ramalan itu.
"Bukankah sebenarnya Orance sudah bilang kepadamu tentang ramalan itu?"
Lyra hanya mengangguk sebagai balasan, dia bahkan tidak sanggup lagi mengangkat kepalanya untuk sekedar melihat Nona Yue yang sedang bicara padanya. Tiba-tiba saja ruangan itu terasa menjadi suram, suasananya mulai mencekam. Dia ketakutan sendirian karena sesuatu di alam pikirannya sedang kacau. Dia akan mati.
Nona Yue memejamkan matanya, seolah sedang melakukan suatu ritual. "Aku tahu, ada beberapa kasus tentang mengubah takdir dan menghancurkan suatu ramalan. Tapi dari semua kasus, hanya ada satu yang benar-benar berhasil."
Lyra masih mendengar Nona Yue yang berbicara dengan sabar karena menghadapinya. Dia tahu, dia memang akan selalu menyusahkan orang-orang yang ditemuinya.
"Entah apa yang Orance pikirkan sampai akhirnya melepaskan mu begitu saja, yang mana itu bahkan untuk mencari keluarga mu tanpa perlindungannya secara langsung." Nona Yue berdiri lagi dan sudah membuka matanya. "Memang, kalung pemberian itu sudah menyelamatkan mu beberapa kali, tapi jika keberadaan mu semakin jauh darinya, sihir terselubung di dalamnya akan semakin lemah. Bahkan, kau sedang mengalami masalah dengan sekutu Cravene, yang mana mereka menanamkan sihir terselubung juga untuk memberitahukan mereka keberadaan mu. Kau beruntung Irish sempat membicarakan sekutu Cravene yang sedang menyerang kalian dan melihat luka mu yang nampaknya begitu serius, dia sudah menduga hal itu. Namun, tenang saja, aku sudah mengambilnya tapi lukamu belum sembuh sama sekali. Masih butuh beberapa waktu lagi agar lukanya benar-benar kering dan menghilang, Onyx sedang mencari obat penawarnya kan." katanya menjelaskan.
Meskipun Lyra sempat melihat Nona Yue yang anggun sedang berdiri di hadapannya, yang mencoba untuk membantunya, Lyra tetap saja tidak bisa tenang. Pikirannya terus mematahkan gairahnya dan mencoba untuk menghilangkan kendali atas dirinya sendiri.
__ADS_1
"Terimakasih, Nona Yue." lirihnya pelan.
"Aku sudah seharusnya membantumu, Lyra, karena Orance pasti akan melakukan hal yang sama bila itu terjadi padaku. Aku bahkan sudah terlalu banyak berhutang padanya." Nona Yue melirik ke telapak tangannya kemudian tersenyum.
Sejak tadi ada yang ingin dia tanyakan kepada Nona Yue ketika mendengar Nona Yue menyebut nama Cravene. Akhirnya, Lyra mencoba bertanya. "Apa kau tahu, apa sebenarnya tujuan para sekutu Cravene mengincar ku?"
"Bisa dibilang kalau Cravene yang asli itu sebenarnya sudah lama mati, kemudian aku mendapatkan informasi dari banyak penyihir yang mengembara tentang pasukan Exchanges yang pernah dibuat oleh Cravene. Orang bilang bahwa Cravene hidup lagi, tapi setelah aku melihatnya dengan jam air milikku, itu bukanlah dia. Seseorang yang datang dari antah-berantah muncul dan mengaku sebagai Cravene. Akhirnya dia membuat sekutu dengan dua tujuan, yang pertama untuk melangsungkan perebutan wilayah yang mana itu menjadi tugas para pasukan Exchanges. Dan yang lainnya untuk membalaskan dendam, aku belum mendengar nama pasukannya. Jadi mungkin, tujuannya mengincar mu adalah untuk membalaskan suatu dendam. Apa kau pernah melakukan kesalahan? Oh, tentu saja tidak. Itu bukan kau, tapi itu ayahmu."
Jantung Lyra berdegup kencang, dia merasa darahnya berdesir di bawah kulitnya. Dia melemah di tempatnya seakan tidak mampu untuk berdiri lagi, bahunya merosot dan bersandar di kursi yang lembut. Yang saat ini bisa dia lakukan hanyalah menutup matanya dan mengatur napasnya dengan baik, dia menghitung dari satu sampai akhirnya dia merasa itu sudah cukup. Aroma bunga Evening Primrose yang mekar dengan kelopak berwarna putih itu membantunya merasa tenang kembali, dia sudah menguasai dirinya lagi tapi hal itu tidak akan bertahan lama. Lyra sangat yakin.
"Aku tidak bisa melihat sosok itu lewat jam airku, bahkan untuk melihat keberadaan orang tuamu. Karena, penyihir di sana lebih hebat dariku." sela Nona Yue lagi. "Tapi, aku punya satu informasi untukmu, bahwa sosok itu tidak pergi jauh. Dia masih akan mengincar mu bagaimanapun caranya dan terus akan melakukan pencarian. Dia juga bukan hanya seorang manusia serigala, dia adalah ketiganya. Kau mengerti kan maksudku?"
Lagi-lagi Lyra hanya mengangguk sebagai balasan, lagipula semua pertanyaannya sudah mulai terjawab satu per satu.
"Masih ada satu hal lagi yang mengganggu pikiranku." Lyra mengangkat kepalanya untuk melirik Nona Yue.
Nona Yue menautkan alisnya, "apa itu?"
"Apakah aku manusia serigala yang normal?"
Nona Yue tersenyum lagi, bulu matanya yang lentik seakan ikut tersenyum dengannya. "Asal kau tahu Lyra, sejak dulu, manusia serigala hanya memiliki satu warna yaitu warna sepertimu. Para nenek moyang selalu hidup nomaden, sehingga makanan yang mereka konsumsi di tiap bagian belahan dunia mempengaruhi genetik mereka masing-masing. Malah, untuk sekarang, yang sepertimu adalah genetik langka, yang mana menurut yang lain itu sangat berbahaya."
"Apa akhirnya mereka kembali ke Polandia?"
Kali ini Nona Yue yang mengangguk sebagai balasan, "Polandia adalah tempat asal mereka sehingga mereka kembali lagi ke sana. Bahkan, beberapa penyihir yang berasal dari beberapa tempat di Eropa, mengikuti mereka ke sana untuk saling melindungi. Seperti orang tua Orance salah satunya." Nona Yue terdiam beberapa saat dan lalu bersuara lagi. "Ya, Orance lahir di sana, orang tuanya sangat hebat. Itu yang membuatnya terobsesi menjadi serigala. Saat itu, aku sedang dalam perjalanan menuju ke sana untuk beristirahat beberapa waktu dan aku bertemu dengannya. Ku pikir awalnya dia memang seorang manusia serigala, tapi dia kemudian merubah dirinya menjadi manusia."
__ADS_1
"Tetapi rumor mengatakan hal lain tentangnya."
"Penyihir yang lain menyembunyikan fakta itu, karena mereka tidak mau penyihir yang lain akan mencari mantra yang dibuat Orance untuk merubah diri mereka juga. Kisah itu sungguh lucu, sampai-sampai aku tidak tahu kalau Orance benar-benar melakukannya." Nona Yue tersenyum dengan memperlihatkan gigi-giginya yang putih bersih.
"Nona Yue." Lyra beranjak dari kursinya dan berdiri di hadapan Nona Yue, "aku memang tidak tahu apa saja yang telah terjadi sebelum aku dilahirkan, tetapi mengenai ramalan itu, aku yakin aku bisa melewatinya meski aku harus bertaruh nyawa. Karena aku hanya ingin bertemu dengan keluargaku sekali saja sebelum aku kehabisan waktu, mungkin, dengan bersatunya aku bersama saudaraku, itu akan membuat aku bisa melihat mereka setiap waktu. Aku akan mencoba tetap hidup bersama saudaraku. Terimakasih atas bantuan mu dan semuanya." Lyra menunduk sebagai rasa hormat kepada Nona Yue kemudian mundur beberapa langkah dan berbalik untuk pergi dari sana. Dia meninggalkan Irish di sana tanpa sepatah katapun.
Wajah yang dia lihat terakhir kali adalah wajah Chrysler, yang bertanya bagaimana kesan pertamanya masuk ke Volant Lapis tetapi Lyra tidak menanggapinya, dia langsung berjalan ke arah tangan Chrysler yang menunjuk keberadaan mobilnya.
Dia berlari tanpa peduli teriakkan Chrysler dengan kepala yang hampir meledak. Dia bingung, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Apakah dia memang akan menyerahkan dirinya begitu saja, seperti dalam ramalan? Atau dia berbalik pulang saja. Dia seperti tidak punya pilihan lain, dia terjebak. Dia tidak bisa kemana-mana, semuanya buntu.
Lyra membuka matanya saat telinganya mendengar suara langkah kaki yang menginjak dedaunan serta ranting kering di tanah. Dia melihat ke sumber suara yang mana di sana muncul seseorang di antara kegelapan malam, di tengah-tengah hutan yang rimbun.
"Rick?" kata Lyra memastikan.
Dengan raut wajah yang pias seolah sudah lelah melalui banyak hal yang menakutkan, dia mencoba tersenyum kepada Lyra. Walaupun penampakannya tidak begitu jelas malam itu, tapi Lyra tahu bahwa Rick menjaga jarak dengannya. Dia bahkan tidak berani mendekati Lyra begitu saja, dia menunggu agar Lyra memanggilnya.
"Kenapa kau bersembunyi?" tanya Lyra, dia bangkit dari duduknya dan berusaha menyembunyikan suaranya yang serak.
Rick memperlihatkan wajah tidak enak hati, "apa aku menakuti mu?"
Lyra menggeleng seraya tersenyum, "tidak, tapi aku butuh kau."
"Aku tahu, kau membutuhkan aku." sahutnya. "Aku memang tidak pernah pergi dari sisimu."
Lyra berusaha menepis perkataannya, berpura-pura tidak mendengar itu sama sekali. Lyra mengingatkan dirinya bahwa Rick hanyalah orang asing dan dia tidak peduli lagi siapa diri Rick yang sebenarnya. Lyra hanya butuh seseorang di sampingnya, dia membutuhkan sandaran yang biasa dia dapatkan di rumah. Dia benar-benar membutuhkan Rick, seperti waktu itu.[]
__ADS_1