Silver Feather (Bulu Perak) : Legacies Of Lycanthrope (Keturunan Para Serigala)

Silver Feather (Bulu Perak) : Legacies Of Lycanthrope (Keturunan Para Serigala)
46. Kembali Bersatu


__ADS_3

Antara haus dan kelaparan, dia lebih memilih menyantap sisa daging yang di panggang Rick sebelum dia kemari. Dia melahapnya seolah tidak makan berhari-hari dan tanpa berpikir bahwa Rick akan memarahinya, dia langsung menghabiskan dan mengambil potongan daging terakhir.


"Kau kehilangan mereka?" tanya Rick yang masih menggenggam tangan Lyra yang semakin dingin.


Dia mengangguk seraya mengunyah daging dengan tidak sabaran, "mereka meninggalkan ku dan memutuskan untuk mencari jalan masing-masing. Tapi kurasa, Noel kembali bersama Cravene. Apa dia baik-baik saja?" matanya melirik ke arah Lyra.


"Dia sedang mencoba melacak temannya, aku tak tahu bagaimana menjelaskannya padamu dan tidak menyangka akan bertemu denganmu begini. Namun, jika Noel masih tidak mendengar ku, itu berarti sejak awal dia memang memata-matai ku." balas Rick, dia mengelus jemari Lyra perlahan-lahan.


"Maksud mu lelaki yang bersamanya itu?" dia menggerakkan kepalanya ke sana kemari dengan jemari telunjuk yang juga ikut bergerak persis sama dengan kepalanya. "kalau aku tidak salah lihat, di depan sana aku melihatnya. Di tepi jalan, sedang berbincang dengan seseorang."


"Kau serius?" Rick memasang wajah terkejut yang tidak dibuat-buat, dia kurang percaya kepada Tobias karena mereka sudah cukup lama berpisah, kira-kira sudah hampir satu bulan.


Tobias mengangguk, "mereka sedang berbincang seakan sudah lama akrab. Ku pikir tadinya mereka baik-baik saja, tapi.. hei, Lyra bangun." dia melihat ke arah Lyra.


Rick menunduk untuk melihat Lyra yang memang sejak awal berbaring di pangkuannya, dia sudah berhasil menjaga raga Lyra sampai dia kembali meski perubahan suhu tubuhnya benar-benar turun drastis.


"Rick.." lirih Lyra pelan, suaranya agak serak. "nihil." katanya lagi.


"Tenangkan dirimu dulu, agar suhu tubuhmu kembali stabil." tukas Rick seraya membantu Lyra bangkit dan menyandarkannya di batang pohon.


"Aku.. aku tidak bisa menemukannya. Ku rasa, aku hanya bisa melakukannya dengan sihir yang terhubung dengan objek. Aku malah bertemu Orance serta Peal yang sedang berada di dalam mobil yang penuh sesak." Lyra menjelaskan dengan pelan. "Tapi omong-omong, bagaimana Tobias bisa di sini?" Lyra melirik Tobias sekilas lalu menatap Rick penuh tanya, dia menyadari presensi Tobias bersama mereka.


Rick bingung harus menjawabnya bagaimana, dia menatap Tobias lalu meremas tangan Lyra. "Dia menemukan ku sejak kau tidak sadar, dan dia kehilangan teman kami yang lain. Apakah dia boleh bersama kita sebentar saja?" tanya Rick.


Angin berhembus kencang untuk beberapa detik, lalu udara panas kembali menyelimuti atmosfer di sekeliling mereka. Suara percikkan bara api yang ditimbulkan dari kayu yang masih terbakar semakin menghilang, hanya ada kesunyian yang melanda mereka bertiga.


Lyra tidak marah meskipun Tobias sempat meremehkannya kala itu dan seolah mengejeknya dan Sean dengan berlebihan, itu bukan masalah. Dia tidak akan mengungkit dan menyuarakan hal itu di depan Rick karena dia takut Rick akan mencaci maki Tobias yang sudah menjadi anak buah yang lumayan terpercaya. Lyra hanya akan menutupi hal-hal itu dengan mengutamakan pencarian Sean yang sebenarnya memakan waktu yang lama. Kalau dia tidak salah mengira, dia dan Sean sudah pergi sekitar satu bulan lamanya. Rasa rindunya dengan Orance dan Peal sudah terobati meski tidak seluruhnya dan walaupun dia melihatnya saat wajah Orance dan Peal begitu panik di dalam sebuah mobil yang sempit dan membuatnya penuh sesak. Orang-orang di sekitar mereka berbincang dan membawa-bawa nama Pimpinan Ducis dengan kata-kata kasar diakhir katanya. Tidak tahu bagaimana kejadian tepatnya, tetapi dia cukup mengerti kalau mereka sedang menuju ke dalam kawasan Tetua G untuk di seleksi lebih lanjut.


Sebenarnya Lyra ingin sekali melanjutkan penglihatannya itu dan mengetahui apa yang terjadi selanjutnya tetapi dia tidak boleh melakukan hal itu terlalu sering. Lagipula dia memang tidak punya banyak waktu untuk itu.


Lyra menggeleng dengan pelan sebagai balasan kepada Rick, dia tidak bersuara.


"Maafkan aku." ujar Tobias seraya menunduk sedikit, takut Rick menaruh curiga padanya alih-alih menghindari tatapan Rick yang mengerikan baginya.

__ADS_1


Lyra tersenyum, "tak apa. Lupakan saja." balas Lyra. "Rick, aku ingin kita segara mencarinya, aku takut dia sudah semakin jauh. Tapi.. aku tidak memiliki petunjuk apapun."


"Tenang, mungkin Tobias bisa membantu."


"Ya," kata Tobias cepat, "aku sepertinya sempat melihatnya di tepi jalan, dia sedang bersama seseorang, berbincang dengan seseorang." suara Tobias berubah diakhir katanya, takut akan salah bicara."


Lyra seperti ingat sesuatu, lalu dia mencari sesuatu yang bahkan tidak pernah ditinggalnya. "Apa aromanya seperti ini?" dia menyodorkan arloji Sean kepada Tobias yang berada tidak jauh darinya.


Meski dari segi penampilan Tobias bisa dipercaya dan mungkin bagi Rick dia hampir tidak pernah mengecewakan, Lyra ingin memastikan bahwa aroma itu tidak terlewatkan untuknya. Mungkin dia bisa mencari aroma keduanya.


Tobias dengan wajah yang serius menghirup aroma dari arloji itu dalam-dalam lalu menutup matanya, otaknya mulai bekerja di dalam kepala seperti mesin-mesin pabrik yang siap digunakan. Dia menghirup napas dengan kepala yang bergerak ke sana kemari kemudian menghembuskan napas panjang.


"Sepertinya memang mirip, aromanya masih melekat di hidungku. Tapi sepertinya aku sedikit kebingungan melacaknya karena waktu aku lewat, aroma itu tercampur dan samar-samar." jelas Tobias.


"Seseorang yang sedang bersamanya itu sedang berusaha menutupi aroma tubuhnya agar tidak mudah terlacak." ujar Rick, dia menatap bara api yang hampir mati.


Lyra yang kagum sekaligus bingung dengan cara kerja dua laki-laki yang sedang bersama itu hanya diam saja, dia cuma bisa berharap agar Tobias tidak salah mengingat aromanya.


"Kalau begitu, apa tidak sebaiknya kita bergegas?" tanya Rick melihat Lyra dengan penuh semangat yang ingin dia tularkan kepada Lyra. "kalau lebih lama hanya akan membuat waktu kita semakin sedikit untuk mencarinya. Malam hari bukanlah hal yang bagus untuk melakukan pencarian tanpa petunjuk."


Akhirnya mereka bertiga berubah menjadi serigala dengan warna bulu berbeda, masing-masing memiliki ciri khas mereka sendiri. Lyra dengan bulu lebat dan panjang berwarna kelabu agak keperakan, Rick dengan bulu coklat terang yang sedikit tipis, dan Tobias yang berbulu hitam tebal mengkilap. Lyra yang menggigit arloji Sean begitu naif dan tidak sabaran sehingga dia menyusul Rick yang ada di depannya, dia ingin berada di belakang Tobias agar apa yang dilihat Tobias bisa dilihat olehnya juga.


Sikap Lyra yang berubah drastis membuat Rick mengerti kalau perempuan itu—yang sudah menjadi kekasihnya—merasa senang karena dia akan bertemu dengan temannya lagi, yang sudah dilupakannya. Bukan dia yang menginginkannya, Rick tahu itu, tetapi sesuatu yang seakan mengendalikan pikirannya yang mengambil semua ingatan tentang Sean dari pikirannya. Mengeluarkan memori milik Sean ada di dalam otak ingatan milik Lyra dan membiarkan Lyra mengingat namanya. Hal itu yang membuat Lyra benar-benar ingin mencari Sean sampai laki-laki itu kembali bersatu dengannya, dalam artian lain.


Jika mereka sudah bersama lagi, bersatu seperti awal mulanya, Rick ingin menjelaskan kepada Sean kalau Lyra bukan seseorang yang egois yang patut dia perintahkan sesuka hatinya. Rick ingin memberitahukan kepada Sean bahwa Lyra adalah seseorang yang wajib dia lindungi karena hanya Lyra yang tahu dan mengenal Sean lebih dari Sean sendiri. Lyra tahu bagaimana perasaan Sean dan merelakan Rick keluar dari mobil karena dia tidak ingin merusak suasana hati Sean. Bahkan Lyra membiarkan Sean menyelam ke dalam lautan kebohongan yang dibuat-buat oleh Carlos, hanya karena dia tidak ingin merusak satu-satunya kenangan Sean terhadap ibunya, meskipun sekedar tipuan belaka.


Rick bilang, kau tahu soal serigala di Glencoe? Tanya Lyra pada Tobias.


Ya, mereka b*debah sialan. Tunggu! Kita kan sedang di Glencoe? Apa mungkin teman mu itu termakan cerita tipuan yang dibuat-buat oleh kepala suku? Katakan padaku kalau aku benar. Ujar Tobias tidak sabaran menunggu jawaban.


Aku bahkan tak menyangka, akhirnya aku akan melihat si tua bangka itu. Kata Rick.


Lyra yang mendengar itu agak bingung karena Rick memang tidak mengatakan apa-apa tentang Carlos. Maksud mu?

__ADS_1


Ah.. Nanti ku jelaskan. Balas Rick dengan cepat, dia lupa kalau Lyra bisa mendengar ucapannya. Rick cukup beruntung karena dia tidak mengatakan semuanya sebab itu rahasia yang masih belum bisa dia bongkar kepada Lyra. Aku pasti akan memberitahu mu.


Masih dengan Tobias yang memimpin jalan dan Rick yang menjaga Lyra dari belakang, mereka hanya diam tidak berbincang di dalam pikiran yang mana akan selalu terhubung. Hal itu membuat Lyra tidak memikirkan tentang apapun karena dia tidak ingin Rick dan Tobias mengetahuinya. Rasanya, memberitahu mereka mengenai hilangnya Sean saja sudah lebih dari cukup, sama halnya seperti Rick yang belum ingin menjelaskan sesuatu yang sedang dia tutupi atau berusaha dia sembunyikan.


Kalian mencium aromanya juga? Tanya Tobias yang mempercepat larinya.


Bagaimana dengan mu, Lyra?


Lyra mencoba menarik napas dalam dan menerka aroma yang bercampur itu, masuk ke dalam hidungnya yang kemudian diproses menuju otak. Dia mendapati setidaknya tiga aroma serigala, salah satunya hanya tercium samar-samar sementara dua yang lain tercium jelas. Seperti aroma Grace dan Joy.


Apa mereka memang membawa Sean ke arah sini untuk menjebaknya? Lyra membatin.


Yang jelas ada tiga, ku rasa ini aroma milik Grace dan Joy yang kemarin sempat bersamanya, mereka yang terakhir kali melihat Sean.


Kau tidak bertanya pada mereka.


Dia dikendalikan oleh emosinya hingga akhirnya dia memang meninggalkan tempat itu dengan bekal arloji Sean yang tertinggal.


Hei, itu menjadi sebuah pertanyaan! Sergah Tobias. Secara tidak langsung, dua perempuan yang kau sebutkan tadi sepertinya sengaja membawa Sean pergi ke sana dan kemari dengan jalur yang sudah mereka tentukan. Katanya lagi menjelaskan.


Kau benar! Inilah mengapa aku mengandalkan mu saat melacak sesuatu dan menganalisa. Rick tertawa di dalam pikiran dua serigala yang bersamanya.


Apakah kau tidak mengiranya sama sekali, Lyra? Tobias berbelok menghindari pohon besar yang hampir saja dia tabrak, diikuti oleh Lyra dan Rick di belakangnya. Mereka pintar membuat kau kebingungan mencarinya, hal itu mungkin saja mereka lakukan untuk mengulur waktu mu dan membawa Sean pergi dari sana sebelum kau menyadari kalau Sean sudah tidak berada di sini. Tapi ku harap, yang di depan sana itu, aku tidak salah lihat sama sekali.


Ku akui, kau memang hebat dalam berhipotesis. Namun, jika boleh ku sarankan, kau harus membuang sisi buruk mu itu. Tukas Lyra, dia bukan ingin memberikan Tobias pengetahuan, hanya saja dia merasa kalau Tobias mungkin akan lebih baik begitu, tak perlu merendahkan orang sesuka hatinya.


Tobias hanya terkekeh dan kembali meminta maaf karena dia sudah melakukan hal itu pada Lyra, dia mengakui kalau malam itu bukan kehendaknya jika bukan Alice yang memulai semuanya, dia seolah terpengaruh juga.


Jadi, kira-kira mengapa Carlos menginginkan Sean? Apa mungkin ada hubungannya dengan Cravene?


Ya, Rick, itu penglihatan ku kemarin dan mungkin mereka sedang merencanakan hal lainnya lagi. Sepertinya Cravene menginginkan Sean dan kau sebagai gantinya, aku ingat! Seru Lyra. Ya, aku ingat waktu itu Cravene memang menginginkan Sean dan membiarkan mu tinggal, dia ingin menukar mu dengan Sean karena dia pikir Sean tahu segalanya tentang kembaran ku. Dia melepas ku dan membiarkan kembaran ku mati, atau sebaliknya. Intinya Cravene lebih memilih Sean sebagai alat dan memberikan hadiah setimpal untuk siapa yang berhasil menangkapnya. Kata Lyra membeberkan isi pikirannya, bagaimana menurut kalian berdua?


Tidak ada jawaban, belum. Keduanya sedang mencerna perkataan Lyra satu demi satu agar bisa memecahkan masalahnya dan memudahkan pencarian.

__ADS_1


Ah! Aku punya ide.[]


__ADS_2