Silver Feather (Bulu Perak) : Legacies Of Lycanthrope (Keturunan Para Serigala)

Silver Feather (Bulu Perak) : Legacies Of Lycanthrope (Keturunan Para Serigala)
43. Benar-Benar Menghilang


__ADS_3

Lyra tidak tahu siapa yang sebenarnya harus dia percaya, perkataan Carlos atau Tobias. Tapi kalau memang benar Tobias juga mendapati cerita itu dan menceritakannya kepada Rick, dia mana mungkin berani berbohong? Dia tahu sendiri Rick bisa saja berubah jadi monster yang menakutkan atau menjadi hantu gentayangan yang menyeramkan.


"Aku harus bagaimana?" Lyra terlihat panik.


Rick yang sedang berusaha menenangkan Lyra agar tidak terlalu panik dan berpikir tentang hal-hal buruk dengan berlebihan, mendengar beberapa langkah kaki mendekat ke arah mereka berdua.


"Kau mendengarnya?" bisik Rick pelan.


Lyra mengangkat wajahnya dan mencoba mendengar apa yang didengar Rick, "sepertinya itu mereka." lalu melihat Rick, "iya, mereka bertiga yang memisahkan aku dan Sean, atau mungkin mereka sudah mengatur strateginya juga."


"Melanjutkan ceritanya nanti saja, ku rasa kita harus menghindari mereka lebih dulu." sahut Rick seraya membantu Lyra untuk berdiri sementara tangan Lyra menggapai arloji Sean yang terjatuh olehnya.


"Tapi.." ucap Lyra, "tapi mereka sudah menguasai tempat ini. Rasanya.. akan sia-sia." suaranya semakin menghilang.


Rick menggeleng dan menatap Lyra dengan tatapan tulusnya, untuk meyakinkan Lyra. "Percaya padaku." ujarnya.


Mereka melangkah semakin jauh ke pedalaman hutan padahal hari semakin gelap dan membuat pencarian akan diri mereka menjadi lebih mudah. Rick tidak melakukan hal-hal yang akan membahayakan Lyra bilamana dia juga harus melaluinya dengan kesusahan karena dia tidak mungkin bisa membiarkan Lyra begitu saja tanpa membantunya. Walau kesunyian hutan yang semakin gelap itu membuat dia agak merinding sebab membayangkan sesuatu yang menakutkan, dia akan terus menggenggam tangan Lyra. Bagaimanapun, dia akan berada di samping Lyra.


"Menurut mu? Aku harus kembali dan berpura-pura tidak bertemu dengan mu atau tetap menghindari mereka?" ujar Lyra di sela-sela napasnya yang terengah-engah.


"Aku bukan melarang mu untuk kembali, tapi jika aku jauh dari mu, aku takut hal lain akan terjadi.." Rick memelankan suaranya. "lagipula, mereka pasti sudah mencium aroma ku."


Lyra mengendus, "benar juga, aroma tubuhku tidak cukup untuk menutupinya."


Rick melirik Lyra sekilas dan kemudian tersenyum, dia menyadari kalau ternyata Lyra juga memperhatikan detil sekecil itu. Sebenarnya Rick tidak yakin apakah dia bisa menjamin kalau Lyra bisa aman bersamanya, tetapi dia akan berusaha semampunya dan tidak akan membiarkan hal yang waktu itu terjadi pada Lyra, dia tidak akan membiarkan Lyra terluka lagi.


Entah sejak kapan Bulan muncul dengan sinarnya yang terang, membuat pohon-pohon yang tinggi menjulang dan semak-semak di sekitar mereka menjadi siluet saja. Sementara mereka yang berlarian menghindari pencarian serigala Glencoe itu kehabisan akal, akan mengarah kemana mereka nantinya. Walaupun tidak merasa lelah tetapi tetap saja mereka perlu berhenti. Angin berhembus dengan tiba-tiba dan membawa beberapa aroma yang aaing di hidung kedua orang itu, mereka mengendusnya bersamaan dan mulai mencari sumber aroma itu.


"Rick!" seru Lyra.


Rick yang menoleh ke arahnya langsung bisa mengerti maksud dari seruan itu, keduanya dengan serentak berubah menjadi serigala. Dan Rick masih terpana dengan tubuh serigala Lyra yang luar biasa, dirinya bercahaya seakan diikuti oleh cahaya Bulan malam itu, bulu-bulu kelabu miliknya bahkan seperti memantulkan cahaya itu ke setiap batang pohon yang mereka lalui, menerangi jalanan yang akan mereka lewati. Tidak ada yang salah dari itu semua kecuali waktunya, waktunya tidak tepat.

__ADS_1


Aku harap, suatu waktu aku bisa berjalan-jalan lagi dengan mu seperti ini di tengah malam. Rick mengutarakan isi hatinya.


Semoga aku beruntung. Sahutnya.


Suara derap langkah kaki serigala yang cukup banyak di belakang mereka terasa semakin menjauh dan menjauh. Mungkin mereka sudah berhasil menghindari pengejaran serigala Glencoe. Namun, Lyra ragu kalau mereka akan berhenti mengejar.


Pikirannya sebenarnya masih dipenuhi oleh keberadaan Sean yang memang benar-benar sudah menghilang, aroma tubuhnya juga suara Sean yang terngiang-ngiang di dalam kepala Lyra kini semakin mengabur seakan ada seseorang yang berupaya membuat Sean benar-benar lenyap dari dunia ini. Tadinya Lyra tidak mau memikirkan hal itu tapi lama kelamaan rasanya hal itu menjadi masuk akal, semakin dia mencoba mengingat-ngingat apa saja yang ada hubungannya dengan Sean semakin dia lupa setiap halnya.


Apakah itu mungkin? Pikirnya.


Jangan bilang kau melupakan Sean dalam pikiran mu. Celetuk Rick tiba-tiba yang mengetahui isi pikiran Lyra yang rasanya semakin liar saja. Kau harus tahu kalau dia adalah teman baik mu. Rick membantu Lyra untuk mengingat sosok laki-laki yang selama ini menemaninya.


Isi pikiran Lyra seakan memperlihatkan Rick sebuah ingatan sore tadi, dimana dia berburu untuk pertama kalinya yang dibantu oleh seseorang bernama Peter. Dia mendapatkan seekor rusa muda berbuli lembut dengan cacat di lehernya, taring Lyra berhasil merobek kulit rusa itu dengan satu kali tarikan, dia menyeretnya dengan mulut dan hidung yang dipenuhi darah segar. Lyra seperti serigala yang sangat kelaparan, dan Lyra, bukam seperti Lyra yang Rick kenal.


Maafkan aku.. Entah mengapa Lyra memelankan langkah kakinya, yang tadinya berlari kini menjadi berjalam cepat.


Kita berhenti di depan sana, setidaknya untuk sementara kita aman. Rasanya ini jalan saat aku mencoba mencari mu, tolong bertahanlah sedikit lagi. Rick mencoba mendorong Lyra agar perempuan itu mempercepat kembali langkah kakinya.


Aku tidak sanggup menghadapi kenyataan kalau Sean memang benar-benar menghilang, dan penglihatan ku.. penglihatan ku menunjukkan kalau dia menjadi tumbal untuk hidup yang abadi seseorang.


Dia sungguh kesal karena seseorang atau bahkan semua orang selalu saja membuat dia merasakan begitu menderita, padahal dia tahu kalau Lyra tidak pernah sekalipun melakukan kejahatan atau setidaknya berbuat dosa besar kepada orang-orang yang bahkan tidak ada hubungannya dengannya. Kenapa Lyra begitu menderita dengan jalan hidup yang mana Lyra sendiri tidak menginginkannya, Rick tahu, Lyra tidak menginginkan kehidupan yang sesuram ini mengingat mimpinya itu hanya untuk bertemu dan berkumpul dengan keluarganya yang sudah berpisah dengannya sejak dia lahir. Apa yang membuat orang-orang terus menginginkan Lyra menderita? Mengapa?


Rick.. aku.. aku lelah..


Rick dengan cepat membantu Lyra agar tetap berdiri, maafkan aku membuat mua kelelahan dengan terus berlari. Berubahlah, naik pada ku, ya? Aku akan membawa mu ke tempat aman.


Dengan cepat Lyra berubah kembali menjadi manusia, peluh di wajahnya lumayan penuh bahkan wajahnya yang agak pucat benar-benar menunjukkan kalau dia sudah kekurangan stamina. Namun, sayang, Lyra tidak tahu kalau Rick memang mencemaskannya sejak awal karena sepertinya Lyra tidak memberikan tanda-tanda apapun, pikirannya dipenuhi dengan Sean yang malah semakin menghilang dalam ingatannya.


Saat itu, sebelum Rick benar-benar mencapai Glencoe dan bertemu Lyra, dia tidak mendengar apapun atau melihat hal-hal mencurigakan. Atau mungkin Rick tidak memperhatikan hal itu, dia mungkin sudah melewatkan hal itu sampai dia tidak tahu kalau hal itu membuat Lyra terlihat sengsara. Dia kembali kesakitan sendirian.


Apakah Sean tidak memikirkan perasaan Lyra yang benar-benar merasa kehilangan akan dirinya? Atau mungkin Sean dibius agar tidak sadarkan diri oleh seseorang yang menculiknya? Rick tidak tahu jawabannya sampai dia mencari tahu kebenarannya. Dia butuh sesuatu sebagai petunjuk.

__ADS_1


Tibanya mereka di sebuah tempat, dengan pohon yang rindang besar berdiri sendirian di tengah-tengah semak-semak tumbuhan liar. Mereka tidak lagi berada di pedalaman hutan, seakan berpindah dimensi dalam waktu yang singkat. Tempat itu sebelumnya hanya dilihat Rick sekilas saat dia berupaya mencari keberadaan Lyra dan Sean, tempat itu mirip dengan tempat dimana dia biasa duduk, berdiam seorang diri, dan juga tempat pertama kalinya dia merasa nyaman berdekatan dengan Lyra.


Perlahan-lahan Rick menurunkan Lyra yang mirip mayat hidup ke tanah, memintanya berbaring pada akar pohon yang menimbul keluar. Napasnya tersengal seolah benar-benar kehabisan oksigen dalam paru-parunya. Kemudian Rick merubah dirinya menjadi manusia lagi, menarik lengan Lyra lembut dan melihat bekas luka gosong yang mulanya sangat hitam. Luka itu hanya tersisa bekar cakaran yang cukup lebar, tidak lagi menghitam seperti awalnya. Rick tidak habis pikir kalau Cravene palsu itu tega melakukan hal sekejam ini kepada seorang perempuan.


"Apa aku lancang jika harus memaksa mu untuk mencoba melihat apa yang ku rasakan?" lirih Lyra, jemarinya menyentuh tangan dingin Rick dengan pelan.


Rick tersenyum dengan tulus, dia memberikan salah satu telapak tangannya. "Apapun untuk mu, Lyra."


Lyra mencoba bangkit dari tidurnya dan bersandar ke batang pohon yang besar itu, wajah Rick yang disinari cahaya Bulan yang menggantung rendah itu berhasil membuat Lyra tidak bisa menahan senyumnya juga. Dia tersenyum begitu lebar sampai dia tidak sadar kalau kedua tangannya sudah menarik tubuh Rick agar mendekat padanya, dia bergumam seolah sedang merapalkan sesuatu yang terdengar seperti 'harapan' dengan begitu pelan yang hampir hanya seperti bisikkan saja. Lalu menempelkan dahinya ke dahi Rick yang penuh peluh, tetapi Lyra tidak mempedulikannya.


Entah bagaimana kalung Lyra bercahaya begitu terangnya sampai Rick menutup matanya karena tidak sanggup melihat cahaya itu. Lalu saat dia membuka mata, dia menemukan sesuatu mirip Lyra dengan versi yang lain. Dia memegang tangan Rick seraya meremasnya dan berbisik lembut ke telinganya bahwa dia akan membawa Rick ke suatu tempat.


Karena Rick tidak yakin tentang apa yang akan terjadi, dia menahan orang itu.


"Bagaimana kau bisa tahu tempat itu?" tanyanya.


"Kau sudah membiarkan ku masuk ke dalam alam bawah sadar mu, Rick."


Rick! Rick kembali!


Rick dengan cepat sadar dan kembali ke dunia nyata, dia melihat Lyra dengan cahaya kalungnya yang semakin meredup di hadapannya. Kedua tangan mereka saling menggenggam dan Lyra tidak mencoba untuk melepasnya.


"Apa yang terjadi barusan?" Rick agak panik, dia benar-benar bingung.


Lyra memiringkan kepalanya dan melirik kalungnya sekilas. "Aku hanya tidak bisa menjelaskannya, tapi itu yang selalu ku rasakan saat aku mulai menghirup sisa sihir yang penyihir tinggalkan. Seperti aku bisa melepaskan jiwa dari raga yang mana terdengar mustahil, tapi mungkin, itu adalah sebuah trik penyihir untuk mengorek sebuah informasi yang ada pada seseorang."


"Ya," Rick mengangguk, "persis hipnotis tapi yang kau lakukan benar-benar luar biasa. Kau tidak mengambil andil dalam semua urusan, kau hanya sebagai pelantara."


Lyra mengangguk puas, akhirnya ada seseorang yang memahami mengenai apa yang dia rasakan. "Ku pikir ini adalah sesuatu yang datang dengan sendirinya, tapi aku tidak yakin, semakin hari aku tumbuh rasanya ada sesuatu yang semkain ikut menonjol dalam diriku." aku Lyra, dia bahkan baru menyadari kalau dia bisa menemukan sihir, sejak dia hidup bersama Orance.


Mungkinkah Orance telah melakukan hal itu padaku untuk menjagaku? Tanya Lyra.

__ADS_1


"Aku sudah memperhatikannya sejak kau berada di Flos Orbis, sebelumnya, kau nampak normal seperti manusia serigala lainnya. Mungkinkah Flos Orbis merubah mu?" tanya Rick.


Laki-laki itu rupanya memiliki pemikiran yang lain dengan yang Lyra pikirkan, tetapi Lyra tidak menyangkalnya, semua hal yang mustahil sekarang sudah menjadi hal yang wajar sebab Lyra tahu dunia ini penuh dengan misterinya sendiri.[]


__ADS_2