
Luo Qing membuat wajah datar tetapi tatapan matanya menghujam ke arah Carlos dan semua orang yang melihatnya agak sedikit ketakutan, goyah pada pertahanannya yang semula kokoh. Tidak ada lagi yang berani memanggilnya atau sekedar melihat langsung ke matanya, bahkan Lyra gelisah dengan atmosfer yang mulai penuh dengan aroma sihir. Setengah mati dia mencoba mengontrolnya tetapi tetap saja udara di sana memaksa masuk ke dalam rongga hidungnya hingga akhirnya dia terlepas kendali.
Anehnya, meski Lyra membiarkan dirinya dikuasai oleh sesuatu yang ada di sekitarnya, dia tetap sadar dan melihat Luo Qing semakin murka. Keheningan malam itu akhirnya terpecahkan oleh amukan guntur yang entah datang dari mana, kilat menyambar ke sana kemari di area itu tanpa peduli dengan orang-orang yang sedang berkumpul di sana.
Satu kali hirup, ribuan partikel udara masuk ke dalam rongga hidungnya, mengendap sebentar untuk singgah di paru-paru. Lyra merasa sedikit sakit pada bagian dadanya hingga akhirnya dia sadar kalau ternyata penglihatannya mengabur, suasana mencekam yang tercipta benar-benar membuat merinding.
Kedua mata Luo Qing berubah putih tanpa manik hitamnya, yang membuat siapa saja gemetaran. Aura putih mengelilingi dirinya seperti cahaya redup, bibirnya bergerak merapal kan sihir hingga membuat tubuhnya terangkat. Luo Qing melayang melawan gravitasi dan Lyra langsung tahu kalau Luo Qing sedang mengeluarkan amarahnya, dia mengundang sambaran petir yang terus datang silih berganti. Lyra berharap Luo Qing masih bisa bertahan dalam mengendalikan amarahnya dan sihir terlarang yang sudah dia pelajari sejak lama secara diam-diam itu. Luo Qing benar-benar berterimakasih kepada Lyra karena dia sudah memberikan panggung untuk akhirnya dia bisa berpentas.
"Bertahun-tahun lamanya teman-temanku mencari ku hingga akhirnya mereka menyerah dan berpikir bahwa aku sudah mati." gumam Luo Qing, suaranya begitu berat dan agak menyeramkan. "Dan setelah kupikir-pikir, antara mati atau terpenjara di tempat seperti ini, aku lebih memilih yang pertama. Setidaknya aku bertemu malaikat, bukan menghabiskan waktu seumur hidup dengan mahluk neraka." Carlos dan orang-orang yang berada di sana terbelalak mendengar ocehan Luo Qing. Seperti bukan dirinya yang sesungguhnya.
Lyra menunggu klimaks dari rencana yang mereka buat meski perubahan diri Luo Qing yang sekarang bukanlah salah satu dari skenario tetapi Lyra bersyukur, Luo Qing mulai berhasil meningkatkan strategi sihirnya meski Luo Qing belum sepenuhnya menguasai perubahan dan terbiasa dengan hal itu. Bagi Luo Qing ini pertama kali seumur hidup dan merasakan sensasi yang sangat berbeda, dia senang tak kepalang tetapi dia takut akan menyakiti Lyra beserta temannya yang lain. Dengan tubuh yang masih melayang di udara dan cahaya putih yang berpendar di sekeliling tubuhnya, Luo Qing merapal kan beberapa mantra yang tidak terdengar asing di telinga Lyra hingga akhirnya dia mengeluarkan kilatan cahaya petir yang nyaris menyambar Carlos.
Carlos yang panik dan takut setengah mati memegang ampul dengan gemetaran, "dasar bocah banyak omong!" serunya. Dia kemudian memecahkan ampul tersebut dan menelan cairan yang ada di dalamnya, hal itu membuat Lyra merasa gagal menjadi manusia serigala yang sudah berjanji banyak dengan Luo Qing, bahkan teman-temannya yang ada di Flos Orbis. Dia merasa tidak berguna sama sekali karena telah menistakan kekuatan sihir.
Carlos terbahak begitu keras di hadapan semua orang, dia berteriak mengucapkan kata-kata dalam bahasa asing yang tidak bisa diterjemahkan oleh Lyra, hingga sedetik kemudian Carlos merubah dirinya menjadi serigala berwarna cokelat keemasan dengan moncong hitam yang memiliki bekas luka. Aura di sekitarnya menjadi lebih mencekam sekaligus menakutkan, tetapi sepertinya ramuan itu tidak mengubahnya secara fisik sama sekali, seolah hanya mengembalikan kekuatannya yang hampir musnah.
Entah dialog macam apa yang sedang Carlos dan Tobias bicarakan, tetapi dilihat dari raut wajah serigala Tobias yang tidak senang membuat Lyra tersadar. Dengan cepat Lyra melirik ke arah belakang, bergerak mundur untuk menendang si laki-laki yang terus saja memegangnya dengan kuat. Namun, Lyra tersungkur ke tanah bersamaan dengan laki-laki itu karena dia mengelak tetapi tidak menjaga keseimbangannya. Salah satu tangan lelaki itu terlepas dan memberi peluang untuk Lyra meninju wajahnya, meski tangannya terasa sakit karena mendarat tepat di tulang pipi laki-laki itu, dia tidak meringis kesakitan alih-alih merasa kesal karena sudah diperlakukan tidak baik.
Laki-laki itu mencoba bangkit dan kembali menarik tangan Lyra tetapi sambaran petir membuatnya kembali tersungkur dengan tubuh yang penuh asap, sekejap Lyra terkejut dan melemah di tempatnya, itu terjadi hanya dalam hitungan detik saja. Kemudian dia melihat Luo Qing, melemparkan tatapan terimakasih.
Kalau mereka masing-masing memang siap bertarung, mau tak mau aku akan meminum ramuan dari Onyx. Batinnya.
Dia meraba saku celananya dan menemukan ramuan itu masih di sana, lalu mengeluarkannya dan menatap ramuan itu sekilas, warnanya sudah agak berbeda dari awal dia menerima ramuan tersebut dari Onyx. Tanpa berpikir panjang, Lyra mematahkan leher ampul dan asap merah keluar mengepul dari sana lalu dengan cepat dia menuangkan ramuan tersebut ke mulutnya.
Tidak tahu sensasi macam apa yang sedang dia rasakan, tetapi dia merasa sedikit lebih ringan dan bugar dari sebelumnya. Lyra teringat kalau efeknya tidak bertahan lama tapi menurutnya itu sudah cukup untuk menumbangkan Carlos yang akan dibantu oleh kawanannya sendiri.
__ADS_1
Sementara itu, Valdes menggeram ditempatnya, dia ikut merubah dirinya menjadi serigala juga, yang sewarna langit hitam malam itu. Pilihan pertamanya adalah Lyra, jadi dia memulai pertarungan itu dengan melompat ke arah Lyra tetapi Tobias yang sadar langsung ikut melompat ke arah Valdes, sedang Luo Qing membantu kawanan untuk menumbangkan Carlos yang bergerak dengan cepat ke sana kemari tanpa rasa lelah yang berarti.
Sedetik kemudian Lyra melepaskan sehelai bajunya yang tersisa dan merubah dirinya dalam bentuk serigala dengan surai yang lebat dan panjang, bahkan ukurannya terlihat lebih besar dan gagah dari sebelumnya. Dia melolong begitu kencang membuat suasana semakin mencekam dan menakutkan dan Luo Qing sadar kalau perempuan itu benar-benar luar biasa.
Rick, kau masih bisa bertahan? Lyra memanggil Rick dalam kepalanya, tetapi tidak ada jawaban. Kenapa kau tidak membantunya, Tobias! Pekik Lyra dalam kepala Tobias.
Tobias terkekeh, Rick memintaku untuk melindungi mu. Lyra, daripada kita berdebat, sebaiknya kita habiskan mereka ini lebih dulu.
Tobias kembali melompat ke arah Valdes yang kembali siap menerkam Lyra, diikuti sambaran petir yang berasal dari sihir Luo Qing. Lyra masih tidak percaya kalau dia bisa bertahan dengan aroma sihir yang begitu kuat itu.
Dasar bocah-bocah keras kepala, selalu saja ikut campur masalah orang besar!
Lyra mendengus, siapa yang mengganggu perjalananku lebih dulu? Kemudian tertawa dengan senangnya, Lyra benar-benar merasa puas.
Kaki serigalanya yang agak besar dari sebelumnya membawa dia mendekati Valdes yang sedang bertarung sengit dengan Tobias, dia ingin membantu Tobias tetapi melihat semakin banyak kawanan Carlos yang tumbang karena ulahnya membuat Lyra tidak bisa bergerak maju lagi. Dia melirik Luo Qing yang terlihat kesusahan lalu berlari dengan kencang menghampiri Luo Qing, mencoba melindunginya.
Sampai pada akhirnya, Carlos semakin dekat dengan mereka berdua dan siap memangsa keduanya. Dari kejauhan itu Carlos nampak bersiap untuk menerkam dua mahkluk yang ada dihadapannya, tetapi kemunculan sosok lain yang datang menghampiri Luo Qing dan Lyra dengan cepatnya membuat Carlos memelankan langkah kakinya.
Bantuan yang luar biasa untuk seorang penyihir pengecut. Desis Carlos di dalam kepala Lyra dan Rick.
Lyra yang masih tidak percaya kalau Rick sudah berada di sebelahnya akhirnya sadar kalau Carlos bahkan tidak berani melawan meski dia sudah meminum kunci sihir buatan Valdes.
Apakah kunci sihir tidak begitu kuat untuk melawan tiga orang sekaligus? Lyra membuat tawa di dalam kepala Carlos, kalau begitu, sia-sia saja kunci sihirnya ku temukan, ya.
Kau sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi, meskipun kau menang dalam pertarungan yang kau mulai, kau kehilangan kawanan mu dan pengikut mu. Apalagi yang kau cari? Semua orang akan meninggalkan mu sendirian. kata Rick dengan nada meremehkan.
__ADS_1
Kedatangan kalian kemari membuat usaha ku selama bertahun-tahun menjadi sia-sia, orang tua pada akhirnya akan selalu ditindas habis-habisan, oleh mereka yang menginginkan kekuasaan.
Mengapa kau menjadi pengecut begitu, Carlos idiot! seru Valdes, dia dan Tobias masih bergelut.
Tidak ada gunanya lagi kau menyadarkan orang tua yang tidak mencontohkan hal-hal baik kepada kawanannya, sama seperti mu, kalian sampah! Beruntung aku sudah melepaskan diri dari Exchanges yang sama tidak berguna nya! Teriak Tobias dipenuhi amarah.
Sementara itu, Luo Qing semakin rendah dan akhirnya menyentuh tanah. Petir yang menyambar sudah menghilang diikuti dengan perubahan diri Luo Qing yang kembali normal seperti manusia pada umumnya. Dia tidak dikendalikan oleh amarah lagi dan tidak merasa kesal lagi.
"Apakah tadi itu sudah cukup untuk menciutkan nyali mu, Carlos?" tanya Luo Qing dengan suara yang rendah, "ramuan itu entah membuatmu hidup abadi atau berumur panjang, tidak ada yang tahu. Namun, keduanya memiliki arti yang berbeda." katanya lagi, dia menghela napas panjang. "Memiliki hidup yang abadi tidak akan membuat keadaan di sekelilingmu menjadi abadi juga, orang-orang yang hidup akan mati dihadapan mu secara bergantian. Dan, berumur panjang adalah anugerah, kau diberikan kesempatan untuk terus melakukan hal-hal baik sepanjang usia mu. Namun, meski keduanya nampak sama bagimu, kau sama sekali tidak memberikan contoh yang baik kepada siapapun dan malah terjerumus dengan bisnis yang menurutmu menguntungkan. Kau hanya tidak mengerti, mana yang dinamakan bisnis dan mana yang disebut kebodohan."
Entah sejak kapan Carlos sudah duduk tersungkur di tanah basah itu dengan rupa manusia nya yang semakin tua renta, sepertinya ramuan itu tidak memberikan efek yang memuaskan seperti yang dia harapkan sehingga membuatnya putus asa dan menyerah dengan keadaan.
"Maafkan aku, mungkin aku seharusnya sudah mati dan pantas menerima berbagai macam bentuk penyiksaan. Namun, sebelumnya, apakah aku boleh bertanya, apakah kau menggantikan ramuannya?" tanya Carlos, suaranya benar-benar bergetar.
Luo Qing dengan cepat melirik ke arah Lyra, "kau tidak salah meminum ramuan, kan?"
Jantung Lyra berdebar, dia tidak yakin dengan apa yang sudah dia lakukan. Dia hanya tahu kalau dia menelan ramuan yang diberikan Onyx padanya.
"Lyra, kau.. kau menelan kunci sihir.."
Rick ikut terkejut juga menyadari hal itu karena ramuan itu memiliki efek yang luar biasa.
Mungkin Carlos menelan ramuan Onyx dan aku.. aku meminum kunci sihirnya tanpa sadar.
Carlos sialan! umpat Valdes dan karena mendengar hal itu, dia berlari meninggalkan Tobias sendirian di sana yang melongo melihatnya menghilang di antara kegelapan hutan.
__ADS_1
Apakah Valdes lari karena takut dengan ramuannya sendiri? Aneh sekali.[]