Silver Feather (Bulu Perak) : Legacies Of Lycanthrope (Keturunan Para Serigala)

Silver Feather (Bulu Perak) : Legacies Of Lycanthrope (Keturunan Para Serigala)
53. Korban Pencuci Otak


__ADS_3

Kejelasan mulai nampak dari pandangan yang tadinya mengabur, Lyra berencana untuk mengikuti seseorang yang sejak tadi berjalan perlahan-lahan di depannya. Lyra sadar kalau dia berada dalam ingatan Luo Qing saat itu tetapi dia merasa dia sungguh berada di sana bersama Luo Qing yang sama sekali tidak menyadari kehadirannya di sana.


"Kau yakin masih tidak ingin berada di sini?"


Luo Qing menoleh ke sumber suara yang ada di sampingnya, sosok tua renta yang menakutkan baginya sangat mengganggu. Dia benar-benar merasa tidak berdaya.


Dengan begitu berat hati dan terpaksa menganggukkan kepalanya, Luo Qing tidak sadar kalau dia sudah dicuci otak oleh Carlos. Dan itu tidak akan pernah lepas darinya sampai ada seseorang yang mungkin akan membantunya melawan Carlos.


Apa yang sudah-sudah dikatakan Carlos hanya sebuah opini menjual yang tidak pernah diberikan bayaran setimpal. Luo Qing yang takut mati karena dia belum benar-benar mahir melakukan sihir dan trik-trik apapun, dia mau tidak mau membiarkan dirinya menjadi boneka Carlos dan terus dicuci otaknya oleh orang tua yang sok tahu tentang banyak hal.


Cukup ironis bila Luo Qing terus menuruti kehendaknya dan melakukan tindakan yang dia inginkan karena Luo Qing sudah tidak sadar dengan dirinya lagi.


"Baiklah, kalau begitu aku akan membuatkan tempat tinggal khusus untuk mu, karena aku tidak mau kawanan ku akan memperebutkan yang sudah menjadi  milik ku." tukas Carlos dan mulai berjalan menjauh dari jalanan utama, diikuti Luo Qing di sampingnya.


Lyra menarik napas dalam-dalam dan mengatur udara yang keluar masuk melalui paru-parunya. Dia melihat Tobias yang sedang memangku nya dan Luo Qing dengan wajah setengah panik.


"Terimakasih." ujar Lyra. "Apa sekarang kau sudah menyadarinya?"


Luo Qing mengangguk sebagai balasan, dia tidak bertanya ada apa atau sekedar berbasa-basi tentang bagaimana Lyra tahu. Sebab Tobias sudah mengatakannya dan menjelaskan secara terperinci kalau Lyra bisa memanipulasi aroma sihir yang dia hirup menjadi ingatan-ingatan yang membawanya bisa melihat apa yang sudah terjadi.


"Jadi kau sekarang sudah tahu 'kan apa keinginan ku? Aku ingin kembali ke tempat dimana teman-teman ku berada."


"Aku kenal beberapa teman penyihir dan pernah singgah di tempat dimana mereka sekedar untuk singgah." Sahut Lyra, dia menarik hembuskan napasnya dengan tidak teratur.


Luo Qing mendengus, seakan sesuatu masuk ke dalam rongga hidungnya. Dia menyentuh ujung hidungnya seraya menggosoknya pelan alih-alih menghilangkan gatal. "Kau tidak serius, kan?"


Senyuman muncul di wajah Lyra yang tampak kelelahan tidak bertenaga, rona wajahnya semakin menghilang. Lyra bersandar di kursi lalu menutup matanya, dia masih saja mengatur napasnya yang semakin sulit dikendalikan karena dia terlalu memaksakan dirinya sendiri. Jika Rick atau pun Sean melihat kelakuannya, mereka sudah pasti memarahi Lyra dan memintanya untuk tidak lagi melakukan hal itu.

__ADS_1


"Aku bukan tipe yang suka menipu orang dan jika kau melihat ampul ini," jemari Lyra merogoh ke saku celananya. "kau pasti sudah tidak asing karena kau memilikinya juga di dalam tasmu.." Lyra membuka matanya perlahan. "yang di sembunyikan Carlos agar kau tidak bisa memberi sinyal kepada temanmu."


Lyra menunjukkan ampul pemberian Onyx yang memang memiliki ciri khasnya sendiri, Luo Qing menerimanya dengan ragu-ragu kalau-kalau itu hanya jebakan. Namun, dia salah mengira, Lyra memang seseorang yang sepertinya tidak mengenal apa itu kebohongan ataupun tipuan.


Dengan mata kecilnya yang semakin mengecil, saat memperhatikan ampul tersebut, Luo Qing berdebat dengan dirinya sendiri. Itu memang ciri khas milik Flos Orbis, buatan asisten Nona Yue yang cerdik. Dan jika Lyra menipunya, itu tidak mungkin. Nona Yue tidak akan memberikan benda itu sembarangan kalau bukan orang tersebut pernah menginjakkan kaki di Flos Orbis.


"Kau memiliki kenalan yang hebat juga." gumam Luo Qing, "tapi, bagaimana Nona Yue mengizinkan mu masuk dan memberikan ini?"


"Ceritanya panjang, tapi jika kau ingin membantu ku untuk melepaskan Sean, aku akan membantu mu kembali kepada mereka."


"Rasanya rugi kalau kau menolak tawaran perempuan, bung!" celetuk Tobias yang sejak tadi hanya membungkam mulutnya.


"Aku bukan menolak tawaran itu, tapi.." Luo Qing nampak ragu.


Sepanjang kejadian yang sudah dilewatinya, memiliki banyak peristiwa-peristiwa ganjil yang tidak pernah selesai. Termasuk bertemunya dia dengan Carlos dipertengahan jalan ketika dia akan bergabung kembali dengan teman-temannya. Luo Qing sama sekali tidak menyadari kalau rupanya dia sejak awal di jebak oleh manusia serigala bayaran yang dilakukan oleh Carlos untuk menangkapnya tetapi berpura-pura datang sebagai penyelamat dan meminta Luo Qing membalas kebaikannya. Sangat ironis bukan kalau ternyata penyihir yang melakukan pembakaran hutan itu adalah Luo Qing atas perintah Carlos dan Carlos lagi-lagi bersikap seolah menjadi pahlawan bagi kerabat dan kawanannya. Padahal, alasan dia meminta Luo Qing melakukan pembakaran hutan itu karena dia tidak menyukai suami dari sang kakak yang berasal dari kawanan pedalaman, Carlos tidak suka melihat keduanya bahagia karena dia tidak memiliki siapapun untuk dia cintai.


Lyra menaruh sejumput rambut putihnya di belakang telinga, kemudian tersenyum begitu tulus kepada Luo Qing yang terlihat bingung sekaligus khawatir. "Percaya pada ku, Luo Qing."


Hati Luo Qing yang awalnya sedingin es yang membeku di Antartika karena sudah terlalu lama berada di sana, kini seakan mencair tanpa diminta. Dia begitu merasa hangat oada sekujur tubuhnya karena senyuman Lyra yang menurutnya sangat meyakinkan.


"Kalau kau penasaran mengapa aku begitu nekad melakukan hal ini, aku akan menjelaskannya padamu di perjalanan menuju rumah Carlos, sekaligus mengatakan rencananya. Kau paham?" tanya Lyra ketika dia bersiap untuk keluar dari bunker pengap yang di diami Luo Qing.


Walau Lyra tahu tenaganya sedikit terkuras, dia tidak peduli dengan itu. Karena kalau semakin menunda-nunda dan menggantikan terlalu banyak rencana yang sudah matang, bisa-bisa semuanya akan benar-benar menjadi kacau. Jadi, Lyra terpaksa melakukannya terburu-buru dan membiarkan dirinya merasakan kelelahan yang berlebihan.


Luo Qing mengangguk sebagai balasan sedang Tobias membantu Lyra berjalan menuju pintu keluar, mereka sudah mendapatkan kepercayaan salah satu orang terpercaya Carlos. Kemungkinan Carlos agak sedikit berpikir dengan baik.


Langkah kecil yang diambil Luo Qing menarik perhatian Carlos yang masih melihat dua anak serigala yang tidak berdaya di hadapannya itu, dia tersenyum manis ke arah Luo Qing seolah memintanya kembali bergabung dengannya karena jika dia kehilangan Luo Qing—satu-satunya penyihir yang dia miliki, dia tidak bisa mengancam Valdes dan membodohi si hybrid itu lagi.

__ADS_1


"Kau yakin akan pergi dari sini?" tanya Carlos, "hanya karena dia mengatakan itu padamu dan kau percaya? Dia hanya orang luar yang tidak tahu tentang mu, hanya aku, hanya aku yang mengerti perasaan mu. Aku sudah menganggap mu seperti anak ku sendiri." celotehnya lagi.


Lelaki bermata sipit itu hanya terdiam, tangannya meremas ujung bajunya karena telapak tangannya basah. Dia tidak berkutik kecuali hanya memperhatikan Carlos, sementara beberapa pasang mata melihat ke arahnya dengan penuh pertanyaan.


Beberapa kawanan sudah keluar dan berkumpul mengelilingi mereka, tetapi tidak ada satu pun yang berani maju dan memisahkan orang-orang yang sedang berdebat dengan serius. Padahal mereka seharusnya menjadi penengah di antara hal itu, kalau semakin dibiarkan, rasanya mereka semua akan semakin hilang kendali.


"Luo Qing, sudah ku bilang 'kan kalau hal ini akan terjadi? Carlos akan selalu mengatakan hal-hal yang akan membuatmu mengingat semua kebaikannya. Padahal, dia lah orang yang menculik mu dengan sengaja. Kau tahu itu!" seru Lyra mencoba menyadarkan Luo Qing.


Valdes melirik Lyra dengan tatapan tajam yang seolah menembus begitu dalam ke jantungnya sehingga membuat jantungnya terasa akan berhenti berdetak. Dadanya terasa nyeri karena perasaan yang dilemparkan Valdes padanya.


"Sebaiknya kau tutup mulut, ini bukan urusanmu sama sekali." gerutu laki-laki yang masih menahan tubuh Lyra.


Sebenarnya Lyra ingin berubah menjadi serigala juga seperti yang dilakukan Tobias dihadapannya dan bertarung dengan mereka, dan begitu punya kesempatan mereka akan menarik Sean keluar dan pergi dari sana dengan selamat. Tetapi, tenaga Lyra belum cukup untuk melakukan semuanya, dia sudah terlalu memaksakan diri dengan berlebihan sehingga dia menunda kehendaknya itu.


"Apa menurut mu kebaikan ku selama ini tidak cukup untuk mu?" Carlos semakin menjadi-jadi, dia terus berupaya memperdaya Luo Qing dan memanipulasi pikirannya karena terjatuh untuk kedua kalinya di lubang yang sama.


Luo Qing menghembuskan napas panjang, dia menggigit bibirnya sampai akhirnya dia membuka mulut. "Menjadi budak serta tangan kanan mu yang selalu dihantui oleh rasa bersalah bukanlah keinginanku. Kau terlalu memanjakan ku sehingga aku menyadari keganjilan yang memang sengaja tidak kucari kebenarannya. Namun, aku tahu, seorang Carlos pernah memintaku untuk menjadi seorang pembunuh yang kejam hanya karena dia iri melihat saudaranya sendiri berbahagia."


"Omong kosong!" sergah Carlos, dia agak gemetar di tempatnya, lebih nampak dari sebelumnya. "Jangan percaya dengan kata-katanya!" perkataannya mengacu pada kawanan yang saat ini sedang melihatnya.


"Semakin aku membiarkan Carlos mengendalikan ku dengan cara mencuci otak ku, aku semakin tidak berdaya dibuatnya. Seharusnya, seorang penyihir seperti ku bisa membumi-hanguskan tempat ini sekaligus kalau bukan karena dia." Luo Qing menunjuk tepat ke wajah Carlos. "Semakin aku mendiamkannya memperlakukan ku begitu kasar dan selalu merasa tidak puas, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain percaya kepada orang luar." lanjut Luo Qing. "Karena itu, di malam ini, aku ingin kalian semua mendengarkan tentang kisah kejinya. Dia seorang pengkhianat seperti yang dikatakan perempuan ini, dia selalu terobsesi dengan jabatannya. Karena itu, setiap enam bulan sekali dia meminta orang itu untuk membuatkan kunci sihir agar dia bisa hidup lebih lama dan kembali bugar seperti anak muda pada umumnya." lirikan matanya yang mematikan, dia lempar ke Carlos seakan berapi-api.


"Aku bukanlah seseorang yang suka menipu atau bahkan berbohong, tetapi, sejak keganjilan yang terjadi di sini, di saat itulah aku juga hadir, benar?" Luo Qing mendengus, "Carlos dengan senang hati memperkenalkan ku pada kalian sebagai kerabat jauhnya, tapi pada kenyataannya, Carlos selalu berbohong dan baginya itu sangat menyenangkan sehingga dia ketagihan untuk melakukannya terus-menerus. Apa kalian tidak merasa curiga dan merasakan hal lainnya?"


"Aku sudah menaruh curiga sejak beberapa bulan lalu!" teriak seseorang yang muncul dari kerumunan, seorang laki-laki berbaju lusuh dan raut wajah serius. "Dia selalu terlihat cemas dan khawatir, tidak seperti biasanya. Lagipula, kami semua juga sudah sepakat untuk mengeluarkan penyihir dari sini bagaimana pun. Namun, karena kau telah menyadarkan kami tentang perlakuan Carlos yang tidak bisa dimaafkan lagi, kami ingin kau membantu kami untuk mengeluarkannya dari sini sesegera mungkin." orang itu melihat benci si tua renta yang berpura-pura lemah tak berdaya di tempatnya.


Luo Qing melirik Lyra sekilas yang masih saja berupaya melepaskan diri dari jeratan yang kuat itu. Luo Qing melemparkan tatapan terimakasih banyak yang hebatnya Lyra bisa mengartikan tatapan itu tanpa butuh waktu yang lama.

__ADS_1


"Lakukan sesuai prosedur, Luo Qing."[]


__ADS_2