
Matahari telah memancarkan rona jingga dan sebentar lagi akan menyinari belahan dunia lain. Saat ini langit berawan dan sedikit mendung, tapi tak ada tanda-tanda akan turun hujan.
Pintu gerbang istana dibukakan oleh penjaga gerbang. Veroa, Rin, dan Luna telah pulang dari jalan-jalan yang melelahkan. Antara Veroa dengan Rin, mereka berdua terlihat canggung. Para penjaga yang melihatnya pun segera mengerti, itulah masa muda. Lain halnya
dengan Luna yang cemberut, karena dia kalah cepat dalam mendapatkan ciuman pertama kakaknya.
Dibukanya pintu istana, sebuah kejutan telah menanti mereka. Lebih tepatnya, kejutan itu ditujukan kepada Rin. Altar yang telah disiapkan di tengah aula istana, orang – orang yang berpengaruh pun telah hadir dalam memenuhi undangan ini secara dadakan, bahkan para
penjaga telah sigap di tiap sudut. Apalagi, para pelayan yang sedang sibuk menyiapkan hidangan untuk malam hari di dapur istana.
Hal itu membuat ketiganya kaget sekaligus bingung dengan apa yang sedang terjadi. Mereka pun jadi pusat perhatian pada saat pertama kali masuk ruangan. Veroa segera bersuara, menanyakan hal itu pada ayahnya yang sedang berdiri, memperhatikan ketiganya.
“Ayah, ada acara apa ini? Mengapa tiba-tiba sekali?”
Ayahnya tersenyum menanggapi pertanyaan Veroa. Dia melirik Cruiser yang sedang berdiri di samping kirinya dan memberikan isyarat padanya untuk menberitahukan hal tersebut.
Cruiser pun mengangguk.
“Ahem!” seluruh perhatian segera tertuju padanya.
“Raja Danmark dan Ratu Roya yang saya hormati, Pangeran Rein, Pangeran Dizz, dan Pangeran Veroa yang saya banggakan, Putri Luna yang paling cantik dan para tamu sekalian, saya ucapkan terima kasih atas kehadiran kalian karena telah meluangkan waktunya. Saya sebagai pusat dari acara ini akan mengangkat
seorang anak sebagai anak angkatku dengan disahkan oleh Raja Danmark dan hadirin sekalian sebagai sakti dan dunia ini” lanjutnya membuka acara sekaligus sedikit menjelaskan tentang maksud dari acara ini. Dia berjalan ke arah Veroa, Rin, dan Luna yang masih berdiri di depan pintu masuk istana. Tujuannya tidak lain adalah mengusap kepala Rin dan dia menyetarakan
__ADS_1
tinggi badannya, kemudian dia berkata “Maukah Nak Rin menjadi anak angkatku?”
Semua orang terkejut, karena mereka tak menyangka, ternyata perempuan yang berada di sebelah Pangeran Veroalah yang anak yang dimaksudkannya itu. Apalagi Rin yang paling merasa terkejut. Tiba-tiba saja, dia diminta untuk menjadi anak angkat orang yang sangat
berpengaruh dan disegani itu. Dia sulit untuk berkata-kata. Lidahnya kelu, tubuhnya gemetaran karena gugup diperhatikan oleh semua orang.
“A-ano... Sa-saya... itu... um...” akhrinya, selama hampir semenit, dia berhasil mengeluarkan suara, meskipun itu masih tak begitu jelas dapat didengar oleh orang - orang.
Veroa tentunya tak tinggal diam, dia telah sedikit memahami serpihan ingatan masa depannya. Adegan ini pun sempat terlintas di pikirannya. Memang, waktu pertama kali Rin dikejutkan seperti ini, membutuhkan waktu hampir sejam dalam ketegangan. Dia pun
menyentuh pundak Rin dengan lembut seraya berbisik di dekat telinganya, “Tenanglah, aku ada di sampingmu. Hiraukan orang – orang yang memperhatikanmu dan fokuslah pada orang di hadapanmu. Jikalau pun kamu kesulitan, peganglah tangan ini”
Mata ke mata saling kontak. Orang – orang pun segera mengerti bahwa gadis yang hendak diangkat oleh M. S., Cruiser bukanlah gadis biasa. Rin pun perlahan merasa tenang, dia tersenyum pada wajah yang sedang menatapnya itu. Sambil memegang tangannya, dia
menghadap ke semua orang dengan mantap dan memfokuskan diri pada Cruiser yang ada di hadapannya. Setelah hembusan nafas panjang, dia pun berkata “Saya mau menjadi anak angkat
Semua orang bertepuk tangan.
Cruiser merasa senang dan hampir saja dia segera
memeluk Rin, tapi tindakannya ditahan oleh Veroa.
“Pak Tua! Status ayah dan anak angkat kalian belum disahkan. Jadi, masih terlalu dini untuk memeluknya sekarang. Apakah anda ingin disebut oleh orang – orang sebagai ‘Pria Tua Cabul’, HAH!?” ujar Veroa tak segan-segan, membuat tamu undangan dan orang – orang yang menyaksikannya hampir menjatuhkan rahang.
__ADS_1
“Hihi... Anak kita terlalu berani, ya? Bahkan, suamiku ini masih merasa segan untuk bersikap seperti itu. Bukankah begitu, Sayang?” Ratu Roya melihat ekspresi suaminya yang merasa tak enak hati terhadap Cruiser memanfaatkan kesempatan itu untuk menggodanya dan terbukti, Raja Danmark menelan ludah mendengar dirinya diremehkan oleh istri tercintanya.
“Hmph! Kau bocah! Pengesahan akan segera dilaksanakan. Pada saat itu, kau tidak akan lagi dapat mengahalangiku untuk memeluknya. Gahaha...”
Semua orang kembali merasa bingung mendapati sikap yang ditunjukkan Sang Magician Saints yang merupakan pertama kalinya mereka melihat sisi lain darinya. Namun, mereka semua tersenyum, karena orang yang mereka hormati selain Raja dan Ratu Sylvania, M. S., Cruiser ini juga sangat layak untuk dihormati selain dipandang dari segi kekuatan,
kepupularitasan, dan pengalamannya, tetapi sikapnya juga.
Untuk Veroa, dia merasa salah berucap dan hanya bisa menyesalinya. Dia menggaruk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal.
“Baiklah. Upacara pengesahan hubungan ayah dan anak angkat akan segera dimulai!” ucap Raja Danmark mengambil perhatian semua orang.
Altar Darah, sebagai media sekaligus simbol bagi siapapun yang ingin mengikat hubungan dengan orang lain, hubungan apapun. Orang yang bersangkutan harus menyatukan darah dan meneteskannya pada altar ini. Bila altar bercahaya merah muda, artinya mereka memiliki kecocokan yang sangat tinggi dan direstui oleh dunia untuk menjadlin hubungan. Namun, lain halnya dengan altar yang memancarkan cahaya merah kehitaman. Artinya, tak ada kecocokan sama sekali dan tak direstui oleh dunia.
Pada kasus ini, setelah darah Cruiser dan Rin dicampurkan yang kemudian diteteskan pada altar itu, cahaya merah muda bersinar. Semua orang tersenyum bahagia menyaksikannya.
Dengan disahkan secara formal oleh Raja sebagai bentuk perestuan secara hukum, Rin pun secara resmi menjadi anak angkat Cruiser.
Malam pun tiba, inilah yang ditunggu-tunggu semua orang. Pesta! Bukan pesta biasa, melainkan pesta yang orang – orang kaya sekalipun harus berpikir dua kali untuk melakukannya. Makanan mewah berlimpah ruah, diiringi alunan musik dari para musisi dan penyair, apalagi para penari cantik yang menjadi mimpi para lelaki.
Pesta berlangsung semalaman. Tapi, untuk anak – anak atau para remaja banyak yang memutuskan untuk beristirahat di penginapan istana. Untuk Rin, dia masih menghabiskan waktu bersama ayah angkatnya, seperti melepas kerinduan dan dicurahkan pada Cruiser.
Di bawah samar-samar sinar bulan yang terhalang awan, Veroa sedang duduk di taman seorang diri. Dia bukannya sedang galau, tapi dia juga memiliki kesibukan sendiri, yaitu mempelajari sistem, Sistem Katalis.
__ADS_1
“Ternyata, sistem katalis ini cara kerjanya begini toh. Selain dapat membantu diriku dalam peningkatan kekuatan, tetapi juga sebagai pemasok segala kebutuhan dan itu ada di fitur Shop! Hanya saja, baru empat fitur yang telah terbuka, yaitu Bag, Status, Tugas dan Rewards, dan Skill. Menariknya lagi, selain mendapat hadiah setelah menyelesaikan tugas, tetapi juga aku akan mendapat peningkatan kekuatan fisik. Seberapa besarnya peningkatan itu tergantung
dari seberapa sulit tugas yang telah berhasil kuselesaikan” gumamnya setelah memahami sedikit tentang sistem katalis. Dengan begitu, dia dapat menjadi semakin kuat dan kuat melampaui semua orang, agar dia dapat melindungi seluruh keluarganya dan orang yang dicintanya, Rin.