Sistem Katalis

Sistem Katalis
Komunitas Pemuja Malaikat Jatuh


__ADS_3

            Seorang pria baru saja memasuki ruang kerja Guild Master Alfrederic. Dia memakai penutup wajah dengan


kombinasi pakaian yang dikenakan berwarna hitam dan merah gelap. Sorot matanya nampak tajam bagai elang yang sedang mengintai mangsa, meski tak berada dalam kondisi pengintaian.


            “Kutebak, kau telah berhasil mendapatkan informasi yang cukup terkait sekelompok orang misterius itu, ‘kan” tanya Guild Master Alfrederic pada pria itu setelah melihat dia sedikit menundukkan kepala padanya sebagai isyarat bahwa dia membawa kabar baik.


            “Kerja bagus. Kuanggap, kalian para pengintai tak menimbulkan masalah dan meninggalkan jejak dalam perjalanan kembali” berhenti sejenak, melihat pria itu mengangguk, Guild Master Alfrederic melanjutkan ucapannya, “Coba kamu jelaskan situasinya”


            “Baik, Guild Master. Menurut yang kami dapatkan dari pengintaian ini, mereka adalah Komunitas Pemuja Malaikat Jatuh...” Pria itu menjelaskan semua yang dirinya ketahui terkait sekelompok orang misterius itu yang ternyata merupakan sebuah komunitas, yang berarti sebuah perkumpulan orang yang cukup besar.


            Komunitas Pemuja Malaikat Jatuh, sebuah perkumpulan orang – orang fanatik yang begitu mengagungkan sosok yang dipujanya. Sampai-sampai, setiap orang yang menjadi bagian dari perkumpulan ini akan memiliki patung kayu yang sepertinya merupakan perwujudan dari Malaikat Jatuh yang mereka puja. Jumlah mereka juga cukup banyak, hampir mencapai seribu orang dan masing-masing orang memiliki kemampuan bertarung yang cukup tinggi. Selain itu, kebanyakan dari mereka merupakan petarung jenis Mage yang diperkirakan, tingkatan terbawahnya berada di tingkat Magician Beginner dan cukup banyak juga yang telah mencapai Magician Trainee. Beberapa orang ada yang telah mencapai tingkatan yang lebih tinggi lagi, yaitu Magician Master berjumlah enam orang.


            “Dari penjelasanmu, sepertinya Komunitas Pemuja Malaikat Jatuh ini merupakan perkumpulan yang baru ada atau bisa juga mereka telah ada cukup lama namun tak menunjukkan pada publik, mengingat jumlah mereka...” Guild Master Alfrederic memegang dagu, dia berpikir akan cukup sulit untuk mengatasi komunitas ini dalam waktu dekat. Namun, dia juga mempertimbangkan kembali setelah mendengar bahwa komunitas ini memiliki tujuan untuk menyebarkan ajarannya dan membuat siapapun yang menolaknya akan menjadi musuhnya. “Bila Komunitas Pemuja Malaikat Jatuh ini dibiarkan terlalu lama dan berkembang lebih jauh, akan semakin sulit untuk mengatasinya. Mengingat bagaimana orang – orang fanatik berperilaku...”


            Telah diketahui oleh umum bahwa orang – orang fanatik biasanya otaknya telah dicuci seperti suatu insiden yang cukup menggemparkan tiga kerajaan beberapa abad terakhir terkait jenis orang seperti itu. Mereka tak mempedulikan kehendak orang lain, asalkan tujuan mereka tercapai, segala cara dapat mereka jalani. Meski, Komunitas Pemuja Malaikat Jatuh terbilang masih kecil, namun lambat laun akan semakin membesar dan berpotensi membahayakan dunia. Sebelum itu terjadi, Guild Master Alfrederic yang telah mengetahuinya tentu takkan tinggal diam. Selain itu, dia juga memiliki dukungan Veroa atas komunitas ini.

__ADS_1


            Dia segera beranjak pergi bersama pria pengintai itu untuk memberitahukan informasi ini kepada seluruh petualang di Kota Tungsten. Agar, mereka mempersiapkan diri sebelum badai datang.


            Di barak yang berada tak jauh dari istana Tuan Kota, para pasukan kini sedang berdiri dan berbaris dengan rapi menghadap seorang pemuda yang berpakaian seperti seorang pengelana yang sedang berdiri di atas meja. Dia adalah Veroa yang kini sedang memandangi satu per satu para prajuritnya dengan perasaan cukup bangga.


            “Selamat siang, para prajuritku...” ucapannya terjeda karena para prajurit bersorak menyambut kedatangan Veroa. Lalu, setelah dia menenangkan mereka, dia melanjutkan ucapannya “Kemampuan kalian cukup membuatku bangga, semoga kalian tidak mengendurkan latihan kalian setelah mendengar pujian dariku. Aku ingin menyampaikan kepada kalian terkait suatu masalah yang membuat kalian harus ikut terlibat...” Veroa menjelaskan permasalahan yang sama dengan yang kini sedang Guild Master Alfrederic sampai ke seluruh petualang yang berada di guild.


            Para prajurit merasa antusias, karena akhirnya mereka dapat menguji sampai sebatas mana perkembangan kekuatan mereka sebagai prajurit. “...Dengan ini, kalian akan mendapat pengalaman yang cukup berharga. Sekian” Veroa mengundurkan diri dari hadapan para prajurit dan hendak membicarakan masalah yang lebih rinci dengan pemimpin pasukan terkait strategi yang akan digunakan untuk menyerang, bila memang dugaan Veroa benar. Ketika, ternyata apa yang diperkirakannya salah, sebisa mungkin tak menimbulkan sekelompok orang misterius itu merasa curiga.


            Jadi, setelah membicarakan hal tersebut di ruang khusus tamu, hasil akhirnya adalah para prajurit akan berpakaian layaknya para petualang. Alasannya, para petualang bebas ke mana pun mereka pergi, takkan ada yang mencurigai mereka meski membawa senjata sekalipun. Namun, tentunya ada beberapa strategi lainnya yang akan dilakukan agar harapan dapat tercapai.


itu baru saja sampai.


            Sekitar setengah jumlah dari keseluruhan prajurit di Kota Tungsten merupakan anak muda, dan merekalah yang diajak mengikuti Veroa ke tempat sekelompok orang misterius itu berada. Untuk para prajurit yang telah


memiliki pengalaman bertempur yang cukup, dia rasa lebih cocok untuk melindungi Kota Tungsten selagi dirinya pergi, sedangkan dia mempercayakan komando tertinggi kepada Karina.

__ADS_1


            Kini, di ruangan Guild Master Alfrederic, Veroa duduk dan berbincang dengannya, ingin mendengar informasi terkait Komunitas Pemuja Malaikat Jatuh. Dia hanya mengangguk sebagi tanggapan saat mengetahui jumlah dan kekuatan yang dimiliki komunitas yang baru muncul itu yang harusnya cukup mengejutkan.


            “Alfred, kupikir para petualang yang kau bawa nanti dapat mengatasi beberapa orang – orang yang telah berada di tingkat Magician Trainee itu, ‘kan? Kuserahkan mereka padamu. Untuk keroco lainnya, mereka akan


ditangani oleh pasukanku. Sisanya, aku yang akan menyelesaikannya” apa yang diucapkannya sungguh mengejutkan Guild Master Alfrederic, namun dia segera mengangguk setelah teringat dengan apa yang telah dilakukan Veroa saat menangani monster chimera yang sedang mengamuk dan bermutasi sebelumnya.


            “Oh iya, sebagai tambahan. Katakan kepada mereka yang akan berpartisipasi, prioritaskan keselamatan diri dan bila memungkinkan membunuh mereka, usahakan bawa kepalanya sebagai bukti untuk mendapat bayaran 100 keping koin emas dariku” lanjut Veroa sebelum dirinya benar-benar menghilang keluar ruangan.


            Guild Master Alfrederic sampai meneguk ludahnya cukup kesulitan setelah mendengar hadiah yang besar untuk masing-masing kepala orang – orang pada tingkatan Magician Trainee. Untuk satu keping koin emas, setara


dengan sepuluh keping koin perak besar, dan seterusnya perak, dan perunggu. Seratus keping koin emas, dapat membuat para petualang yang mendapat hadiah ini memiliki kesempatan untuk membeli artefak tingkat menangah. Sebagai petualang tingkat B ke atas, memang tak terlalu sulit untuk menabung 100 keping koin emas, itupun memerlukan sekitar sepekan dengan misi yang bayaran yang konstan dan beresiko.


            Di hari berikutnya, di depan gerbang telah berkumpul orang – orang dengan jumlah yang cukup mengejutkan orang – orang yang tak tahu-menahu tentang permasalahan yang sedang terjadi.


            “Dengar! Kutekankan sekali lagi, prioritaskan keselamatan, abaikan kepala mereka bila nyawa kalian sampai beraruh dengan nyawa sendiri! Aku, Duke Tungsten takkan memaafkan kalian bila diri kalian tidak menyayangi nyawa sendiri”

__ADS_1


__ADS_2