Sistem Katalis

Sistem Katalis
Menjadi Incaran Lautan Monster!?


__ADS_3

Tekanan yang menekan jiwa membuat banyak monster yang berada di dalam air sungai bergidik ketakutan. Tapi, kejadian itu hanya terjadi dalam waktu yang singkat dan hilang begitu saja.


    Ternyata, setelah Veroa memegang honjou masamune, aura mengerikan itu segera menghilang begitu saja. Seperti anjing liar yang agresif, menjadi jinak setelah dijinakkan. Honjou masamune terlihat seperti pedang bermata satu yang rapuh, bila katana ini tidak mengeluarkan aura yang mengerikan.


    Setelah aura yang menekan jiwa dalam cakupan area yang sangat luas, di balik kabut di ujung jarak pandang daratan tanah tandus, beberapa monster bermunculan. Sepertinya, monster – monster sedang kehausan, hendak minum air di sungai, tapi terdapat aura yang mengerikan sebelumnya, membuat mereka enggan untuk mendekat.


    “Kebetulan sekali! Bahan uji coba malah datang sendiri” ucap Veroa merasa bersemangat melihat monster – monster yang satu per satu muncul dari balik kabut di ujung sana di beberapa titik.


    “Akan berakhir buruk bila menunggu mereka berkumpul di satu titik. Lebih baik, aku mulai menyerang mereka dari ujung sana!” katanya lagi pada diri sendiri setelah memperhatikan sekeliling dan menyadari bahaya yang akan diterimanya bila dia tak bergerak dari tempatnya saat ini. Dia menunjuk tempat awal penyerangan yang tepat, yaitu arah sebelah kiri dari sungai di belakangnya atau arah arus air sungai datang.


    “Dipikir-pikir lagi, keliatannya arah mereka bergerak, terpusat ke sini. Apakah aku yang mereka incar? Kalaupun iya, akan sangat gawat. Aku baru bisa memanggil satu pasukan sihir, itupun kayaknya masih belum sempurna, sedangkan aku sendiri tak terlalu kuat untuk mengalahkan mereka semua sekaligus. Jangankan menang melawan mereka, dapat kabur dan tetap bertahan hidup pun masih hebat” ucapnya lagi sebelum memulai pergerakan.

__ADS_1


    “Oke, sebelum mereka bersatu di satu tenpat, lebih baik aku segera menyerang mereka sekarang juga!"


    Dia pun segera berlari dengan sangat cepat dengan honjou masamune yang siap ditebaskan di saat yang tepat. Jarak yang perlu ditempuh sangat jauh, sedangkan apa yang baru saja diperkirakannya, dia yang diincar ternyata memang benar. Arah gerak mereka tetap mengikuti dirinya yang sedang berlari menuju arah hulu sungai. Menyadari hal itu, dia semakin mempercepat kecepatan larinya.


    Jarak antara dia dengan gerombolan monster itu semakin dekat, mereka semakin jelas terlihat. Berbagai jenis monster bersatu serentak maju dengan tujuan dirinya sebagai incaran. Monster – monster itu gabungan dari orc, ogre, goblin yang jumlahnya sangat banyak, lykan, bahkan monster yang terbang pun ada, tapi mereka tidak terbang mendahului monster yang bergerak di jalur darat. “Sudah jelas bahwa kejadian ini ada sosok di belakang layar yang telah mengaturnya” pikirnya sambil tetap berlari tak mengurangi kecepatannya.


    Selagi berlari dan masih ada jarak di antara keduanya, dia mencoba memanggil dua pasukan sihir lagi, sedangkan yang satu telah dia perintahkan untuk menghambat monster – monster di belakangnya. “Fairy Alvar, sebagai spiritku, kuperintahkan kau untuk memanggil pasukanmu untuk membantuku” ucapnya sambil mencoba merasakan keberadaan spirit yang berada dalam dirinya dan tetap berlari tanpa henti.


    Karena dirasa salah perkiraan, dia mencoba memanggil pasukan sihir yang telah terpanggil sebelumnya untuk membantunya menerobos monster – monster itu. Dia salah mengira, karena sebelumnya dia pikir monster – monster itu hendak meminum air, tapi setelah melihat langsung, mereka terlihat seperti satu pasukan yang berada dalam komando seorang jenderal dan bersiap untuk memerangi dirinya. Apalagi, dia masih belum bisa memanggil pasukan sihir lainnya setelah dia mencoba beberapa kali. Yang berada dalam pikirannya saat ini hanyalah menerobos monster di depan sana untuk keluar dari kepungan.


    “Setidaknya, kabur adalah solusi terbaik saat ini. Aku bukanlah seorang pengecut, perilaku ini hanya pertanda bahawa aku masih menyayangi nyawaku sendiri”

__ADS_1


    Saat monster – monster telah berada dalam jangkauan serangnya, dia melompat secara parabola, tangannya siap untuk menebas leher ogre yang berada di tengah-tengah kerumunan.


Slash!!!


    Sebuah kepala dalam sekali tebasan langsung terpisah dari tubuhnya. Darah yang berwarna hijau mengalir deras seperti air mancur, mewarnai monster – monster di sekitarnya dengan darahnya. Tak lama, ogre yang telah kehilangan kepalanya tersungkur ke belakang tak terkendali dan tak kunjung bangkit kembali. Dia telah mati sebelum dimulai pertempuran. Monster – monster di sekitar dalam sejenak merasa terkejut melihat rekannya terbunuh tanpa bisa bereaksi. Tapi, mereka segera sadar kembali dan mulai menyerang Veroa yang kini berada di tengah-tengah kerumunan. Pasukan sihir menerobos sendiri dari depan, sehingga perhatian mereka terbagi menjadi dua.


    Hal itu sedikit menguntungkan Veroa, dia dapat menebas banyak kepala goblin dalam sekali tebasan dengan leluasa hingga keduanya dapat bertarung berdampingan. Gaya bertarungnya bergerak maju dengan memprioritaskan pembukaan jalan bagi Veroa untuk dapat melarikan diri. Sepanjang jalur yang dilaluinya, di sebelah kiri, dalam satu detik, kepala goblin dan orc berjatuhan dan air mancur darah mewarnai medan pertempuran. Di sebelah kanan, banyak tubuh yang terbelah dua, baik itu secara vertikal maupun horizontal memotong tubuh bagian atas dan bawah. Tanpa diduga, pasukan sihir itu sangat hebat dan mampu mengimbangi kecepatan pembersihan jalur Veroa saat ini.


    Kecepatan pembersihan, dapat diperkirakan mencapai 15% kecepatan gerak sebelumnya saat dia fokus berlari. Dapat dikatakan, pembersihan jalur yang dilakukan oleh keduanya sangatlah luar biasa cepat untuk tingkatannya saat ini. Sesekali Veroa harus melompat untuk menghindari serangan tak terduga dari ogre atau orc, tidak dengan goblin, karena kerusakannya tak dapat menembus armornya atau bahkan dia tak merasakan adanya serangan dari goblin. Selain melompat untuk menghindar, dia juga melompat untuk dapat menebas leher orc dan ogre yang ukurannya besar dan tinggi, sungguh mustahil bila dia yang sekarang ataupun telah dewasa dapat menebasnya tanpa melompat terlebih dahulu. Lain halnya dengan skill yang dapat menebas dari jarak jauh, itu akan sangat berguna baginya, karena dengan banyaknya lompatan yang telah dilakukannya, itu sangat menguras tenaganya yang sedang dihemat untuk digunakan saat pelarian nanti.


    Beberapa waktu telah berlalu, keduanya masih melakukan pembersihan jalur pelarian, tapi sampai saat ini masih belum ada tanda – tanda berkurangnya monster yang menyerang atau setidaknya terlihat dibelakang mereka area kosong yang menandakan akhir dari gerombolan monster yang harus dibunuh. Tapi, dia masih belum melihatnya walau sedetik, di depan sana masih terlihat sangat padat dipenuhi oleh monster sejenis yang telah dibunuhnya. Yang membuatnya khawatir adalah monster – monster yang sedang terbang masih belum melakukan pergerakan. Sesuatu yang mengejutkan pasti sedang mengintainya di balik bayang.

__ADS_1


    Tanpa diketahui olehnya, dari depan maupun belakang atau bahkan dari segala sisi, dia telah dikepung oleh lautan monster yang tak terhitung jumlahnya memenuhi dataran tanah tandus.


__ADS_2