Sistem Katalis

Sistem Katalis
Kota yang Sangat Ramai


__ADS_3

    Orang – orang desa, telah menjadi hal yang lumrah di daratan ini, orang – orang mengetahui bahwa mayoritas orang desa tak memiliki kartu identitas. Kebanyakan dari mereka jarang keluar dan berfokus menjadi seorang petani, peternak, atau pekerjaan lainnya. Pemerintah pun memberikan kebijakan, selama acara penobatan berlangsung, pemeriksaan di gerbang hanya berlaku untuk mereka yang menunggang kuda dan yang menggunakan kendaraan tradisional lainnya. Memang beresiko, tapi penobatan Putra Mahkota adalah acara yang memerlukan penyaksian semua orang.


    Mendengar pencakapan dari orang – orang yang sedang mengantri, Veroa yang baru saja datang segera tersenyum. Sebenarnya, tak ada yang berani menghambatnya bila dirinya mengeluarkan token kebangsawanan miliknya. Hanya saja, dirinya tak ingin menarik perhatian, dengan ini keinginannya terkabul.


    Antrian kini sungguh panjang, untungnya tak ada pemeriksaan yang berarti. Hanya, beberapa kereta kuda yang memerlukan waktu saat melewati gerbang, para pejalan kaki dapat memasuki kota dengan aman. Sistem pemeriksaan di sini dan infrastrukturnya masih umum seperti kebanyakan kota, tak seperti Kota Tungsten yang membuat beberapa pengingkatan, seperti adanya dua jalur pemeriksaan di gerbang, satu untuk pejalan kaki dan penunggang kuda, satunya lagi untuk kendaraan yang serupa dengan kereta kuda atau kereta kuda itu sendiri.


    Meski keunikan Kota Tungsten telah hampir menyebar ke seluruh penjuru kerajaan manusia, tapi melihat kota yang maju ini belum ada yang melakukan peningkatan seperti Kota Tungsten, kemungkinan kota lainnya tak jauh berbeda.


    Tak memerlukan waktu sampai berjam-jam, dirinya yang awalnya berada di belakang, perlahan maju ke depan dan akhirnya kini gilirannya untuk dapat masuk. Seperti para pejalan kaki yang lain, dirinya tak mendapat hambatan dan dapat memasuki kota dengan aman.

__ADS_1


    Sebuah pemandangan yang sangat ramai pertama kali tertangkap oleh pandangan matanya. Baru saja dirinya masuk, dia langsung dihadapi dengan pemandangan yang menyesakkan. Berbagai macam orang dapat dilihat, kebanyakan orang – orang membawa tas, sepertinya mereka telah mempersiapkan diri untuk menghadapi barang dagangan yang meriah dan dapat menarik perhatian. Banyak pula rombongan yang hanya membawa senjata, dia menduga, mereka dari guild mercenary yang masih bertujuan untuk memenuhi permintaan klien. Tapi, sejauh dia berjalan, hanya beberapa kelompok kecil saja yang membawa senjata. Memang banyak gerombolan orang yang sepertinya merupakan sebuah komunitas atau kelompok, kebanyakan dari mereka tak membawa senjata atau peralatan tempur lainnya. Dia menduga, kelompok – kelompok ini adalah para mercenary yang telah mendapat perintah dari atasan untuk mendukung acara itu.


    Beberapa wajah yang tak asing dia lihat di Kota Tungsten pun tertangkap oleh matanya, mereka adalah mercenary dari Kota Tungsten. Dia berpikir, rencana yang telah dibuatnya akan membuahkan hasil yang sesuai harapannya. Ada beberapa orang yang sepertinya mengenal wajahnya, mereka secara terang-terangan membungkukkan badan, memperlihatkan rasa hormat mereka padanya di depan umum. Beruntungnya, meski telah menarik perhatian, itu tak berlangsung lama sampai orang – orang kembali ke kesibukannya masing-masing.


    “Masih ada sekitar tiga jam sampai acara penobatan dimulai. Mending, aku melihat lapangan dulu, setelah itu sedikit bersenang-senang” dari sini saja, dia telah banyak melihat barang – barang yang menarik perhatiannya. Bagaimanapun, para pedagang dari berbagai penjuru kota, berkumpul di sini dan berbagai keunikan dari barang dagangan dapat dirinya saksikan sebagian.


    Kota Barium sedikit lebih luas dibandingkan Kota Palladium, membuat kota ini dapat menampung orang – orang dari berbagai kota yang hendak menyaksikan penobatan itu. Membutuhkan waktu hampir setengah jam baginya untuk sampai di tempat tujuan. Katedral memiliki halaman yang lumayan luas di kota ini, selain itu tempat ini berada di tengah-tengah wilayah kota, sangat strategis. Untuk membuat banyak orang dapat menyaksikan penobatannya, tempat ini sangat cocok untuk digunakan.


    Veroa hanya bisa berdiri di barisan paling belakang, tak ingin sampai melukai orang lain hanya karena ingin merebut posisi yang telah diraih orang – orang untuk dapat melihat penobatan itu. Selama beberapa saat, dirinya memandangi area sekitar, dia segera mendapat kesimpulan. Mayoritas orang yang ada di sini adalah para mercenary, tapi mereka tak membawa senjata dan malahan yang tidak membawa senjata ini seperti melindungi tempat ini dari orang – orang yang terlihat mencurigakan, seperti sekelompok orang yang membawa senjata secara terang-terangan. Mereka secara perlahan mengerubunginya, menjaga mereka bila sewaktu-waktu mengganggu jalannya upacara penobatan Putra Mahkota.

__ADS_1


    “Bagus! Sekarang, tinggal menandai target dan membawanya pulang setelah mendapatkan hasil yang membuatnya terkejut” dia perlahan mundur dari kerumunan itu, tak berniat berdiri di sana lebih lama.


    Yang saat ini akan dia lakukan adalah mencari tahu tempat penginapan Duke Arthemis. Dia yakin, bangsawan lain juga pastinya menyewa penginapan. Beruntungnya, para bangsawan dapat ditebak akan menyewa kamar di mana, “Pastinya, mereka akan menginap di penginapan yang mahal dan mewah”


    Berjalan-jalan, sesekali ada orang yang tak sengaja tersenggol yang membuatnya terjatuh.  Telah ada beberapa penginapan yang dilihatnya, tapi dia belum melihat ada penginapan yang sesuai kriteria. Sampai saat ini, penginapan yang didapatnya dipenuhi oleh para mercenary, meski ada yang terlihat mewah, tapi tak mungkin para bangsawan mau menginap di penginapan yang penuh dengan kebisingan.


    Dia memutuskan untuk berjalan mengarah ke arah Utara kota, semakin dia berjalan ke arah sana, dapat dilihat sedikit perbedaan. Semakin ke arah Utara, kondisi jalanan sedikit lebih sepi, beberapa bangunan juga terdapat perumahan yang mewah. Lalu, di depan sana ada sebuah papan menyamping yang dapat dilihat dari arah dirinya berada saat ini, bertuliskan “Penginapan Madu Wangi” yang diukir sedemikian rupa hingga terlihat cantik.


    “Kupikir, di sinilah para bangsawan akan menginap, di tempat yang sedikit ada orang, mereka dapat beristirahat dengan nyaman. Coba aku ke sana dulu, apakah penginapannya mewah sesuai keindahan ukiran papan namanya” dia berjalan sedikit lebih cepat, tak sabar ingin melihat orang yang bernama Duke Arthemis ini yang membuatnya harus kerepotan mengurusinya untuk membuat Karina merasa terbebas dari suatu rantai tak terlihat.

__ADS_1


    Ada dua orang penjaga di depan pintu, tapi struktur bangunannya memang terlihat mewah. Dia yakin tak dapat masuk, melihat kondisi pakaiannya yang kurang modis seperti yang biasanya dipakai oleh para bangsawan. Jadi, dia hanya menilai bangunannya, apakah masuk ke dalam kriteria yang dimaksudkan atau tidak.


    “Hm... ada dua penjaga, bangunannya pun terbuat dari semen, pondasinya nampak kuat, ada beberapa ukiran yang berestetika lumayan tinggi yang memberikan kesan bahwa bangunan ini dibangun dengan biaya yang tidak murah. Tapi, hanya menilai seperti ini, kebenaran yang didapat kurang meyakinkan. Bagaimana kalau salah satu pasukan sihirku mengintai ke dalam dan mencari tahu daftar orang yang menginap di sini. Kupikir, ide ini tak buruk” dia tak menghiraukan tatapan sinis dua penjaga itu dan setelah urusannya selesai, dia berlalu pergi.


__ADS_2