
Sistem ternyata memiliki fitur Map dan Veroa melupakan hal itu. Dia telah membuang dengan percuma tenaga dan waktu yang begitu berharga. Tapi, waktu tak dapat diputar ulang dan terus maju.
Di dunia yang tak memiliki perubahan iklim dan cuaca, manusia takkan mampu bertahan hidup sampai bertahun-tahun, bahkan dapat bertahan hidup selama sebulan saja adalah suatu keajaiban. Selain karena faktor alam, hal itu juga dipengaruhi oleh aura negatif yang sangat kental di sini dan siapapun yang memiliki mental yang lemah, akan mudah kehilangan akal dan malah berubah menjadi iblis seperti kebanyakan iblis di dunia yang menandakan bahwa manusia telah banyak menghuni dunia ini, namun hanya raganya saja.
Setelah mengetahui arah yang hendak dituju, punggung terasa lebih ringan. Veroa menjadi merasa lebih bersemangat untuk menjalani hukuman ketiganya di dunia ini. Dia tak peduli dengan lingkungan, toh selain mental dan jiwanya, dia hanya memerlukan makanan untuk memenuhi kebutuhan raganya. Mental dan jiwanya telah sangat tangguh, pengaruh aura negatif seperti angin lalu.
Sejauh ini, dia masih belum melihat monster selain stripped hell flame tiger dan naga tanah. Awalnya, sebelum dapat mencapai tujuan sementaranya, dia hendak mencoba bertarung dengan monster – monster yang akan ditemuinya, tapi harapannya belum juga terpenuhi.
Menurut apa yang diketahuinya dari fitur Map di sistem, tak jauh dari tempatnya sedang berjalan saat ini, ada sungai yang besar membentang jauh dari ujung ke ujung, maksud ujung di sini, ujung area dalam cakupan Map. Fitur Map tak memungkinkan untuk digeser-geser menggunakan jari untuk melihat area sekitar, hanya menunjukkan area yang menjadi lokasinya saat ini.
Samar-samar, mulai terdengar suara gemuruh arus air di depan sana, menandakan pemetaan wilayah yang ada dalam Map dapat dikatakan akurat. Semakin dia berjalan ke arah yang ditujunya, suara gemuruh air semakin terdengar lebih jelas. Suara batu yang terhantam arus air yang sangat kencang, suara bebatuan besar yang saling beradu, dan sesekali terdengar suara raungan monster yang sepertinya ikut terhantam batu yang membuatnya kesakitan. Sudah jelas, sungai di depan sana sangat besar dan memiliki arus air yang ekstrim.
Ternyata, apa yang telah diperkirakan olehnya terbukti benar. Setelah dia sampai, di hadapannya saat ini terbentang sungai yang sangat besar dengan lebar yang diperkirakan mencapai seperempat kilometer dan kedalaman yang tak dapat diperkirakan. Bebatuan yang besar pun sampai terbawa arus air sungai, tapi ada pula batu besar yang menempel pada dinding sungai. Lalu, ada suara raungan monster yang terdengar kelelahan, seperti seseorang yang sedang meminta tolong dalam waktu yang lama, sedangkan dia berteriak sambil menahan rasa sakit.
__ADS_1
Layar sistem pun muncul, menampilkan tugas yang perlu dia selesaikan dengan durasi yang telah ditentukan seperti biasa.
Nama Tugas: Selamatkan Kelinci Bulan!
Kesulitan: Sedikit Lebih Sulit.
Batas Waktu: 1 menit.
Hukuman: Diremehkan oleh sistem.
“Hoo... tugas kah? Menarik. Fairy Alvar, tunjukkanlah kekuatanmu! Ayo, keluarkan prajurit sihir kebanggaanmu!” ucapnya pada spirit di dalam tubuhnya, mencoba memanggil prajurit sihir untuk menyelesaikan tugas yang berdurasi singkat ini. Dia masih belum memiliki skill yang dapat memungkinkannya untuk terbang atau dapat bergerak bebas di air. Akan sia-sia, bila pun dikata dia mencoba menyelamatkan kelinci bulan yang dimaksud tanpa mengetahui keberadaannya di mana. Dia hanya berharap bahwa percobaannya dengan mengandalkan prajurit sihir, dapat menyelesaikan tugas dari sistem dengan lebih mudah.
Udara di depannya berputar seperti tanda-tanda akan munculnya bencana angin tornado. Perlahan, dalam pusat rotasinya terkumpul energi sihir yang bercampur dengan aura negatif. Sampai beberapa detik kemudian, energi sihir mulai membentuk tubuh abstrak. Akhirnya, setelah sepuluh detik proses pembentukan, prajurit sihir pun tercipta! Meskipun masih berupa gumpalan energi sihir yang masih mentah, tapi dapat terlihat bahwa prajurit sihir ini terlihat tangguh.
__ADS_1
Seperti mengetahui keinginan Tuannya, prajurit sihir itu tanpa perlu diperintah, pergi setelah memberikan penghormatan pada Veroa.
“Mengejutkan! Prajurit sihir ini dapat melayang. Berarti, aku yakin, tugas ini akan dapat diselesaikan sebelum waktunya habis. Akan memalukan bila sistem meremehkanku karena gagal menyelesaikan tugas”
Di atas arus air sungai yang sangat menakutkan, prajurit sihir melayang mencari makhluk yang dimaksudkan. Cukup jauh melayang dari lokasi Tuannya saat ini, prajurit sihir itu merasakan energi sihir secara samar yang tak tercemar dengan aura negatif di balik bebatuan yang saling menghimpit dekat batu besar yang tangguh menahan arus air sungai yang ganas. Karakteristik kelinci bulan adalah resistensinya terhadap aura negatif, maka dapat dipastikan bahwa energi sihir yang barusan dirasakannya adalah kelinci bulan. Dia bergegas pergi untuk menyelamatkannya sebelum terlambat.
Seekor makhluk yang tak berdaya terhimpit bebatuan besar dan sesekali lubang hidung dan telinganya termampatkan oleh air sungai, terlihat begitu menyedihkan, berharap bahwa ada seseorang yang dapat menolongnya dan mendengar panggilan permintaan tolongnya. Kini, tenaganya telah habis, untuk tetap mempertahankan kesadaran dan pandangannya saja, terasa sangat berat. Sebelum dia mencapai batasannya, sesosok makhluk yang bercahaya berupa kumpulan energi sihir yang terkonsentrasi secara samar tertangkap oleh matanya. Merasa harapan untuk selamat dari situasi menyedihkannya ini akan segera terkabulkan, segala beban yang membebani kelopak mata dan pikirannya perlahan sirna. Dia akhirnya kehilangan kesadarannya.
Prajurit sihir segera mengangkat batu besar yang menghimpit kelinci bulan itu seraya membuat pelindung yang terbuat dari energi sihir untuk melindungi kelinci bulan dari hantaman arus air sungai yang sangat ganas. Dia pun membawa kelinci bulan itu dengan selamat, tapi dalam keadaan tak sadarkan diri. Kondisinya terlihat mengenaskan, darahnya baru keluar dari tubuh yang terluka setelah diselamatkan oleh prajurit sihir. Sepertinya, luka-luka itu terhalangi oleh batu besar tadi, tapi luka yang terlihat seperti bukan luka karena terhimpit maupun terbentur oleh batu atau benda tumpul lainnya, melainkan benda yang sangat tajam. Luka yang terlihat rapi dan tipis, namun dalam, sedangkan kelinci bulan terkenal sebagai makhluk suci yang termasuk ke dalam jajaran monster legenda. Sudah pasti, kelinci bulan merupakan makhluk yang sangat kuat, tapi dapat terluka sampai parah seperti itu sebagai tanda bahwa senjata yang digunakan merupakan senjata tingkat tinggi dan siapapun yang dapat melukainya harus diwaspadai. Prajurit sihir pun kembali dengan hasil yang memuaskan.
Layar sistem muncul kembali, menampilkan pemberitahuan bahwa tugas telah selesai. Lalu, layar yang menampilkan hadiah pun muncul.
“Jadi, hadiah hewan peliharaan yang dimaksud adalah kelinci bulan yang diselamatkan kah? Kemudian, hadiah acaknya, honjou masamune? Katana? Senjata apa ini? Mirip pedang, tapi terlihat tipis dan bermata satu. Coba ku sentuh saja” ucap Veroa, melihat hadiah senjata yang nampak asing itu, dia menjadi merasa penasaran.
__ADS_1
Lalu, sebuah senjata jenis pedang satu tangan bermata satu dan memiliki sarung pedang muncul di hadapannya entah dari mana. Dari gambar yang ditampilkan di layar sistem dengan aslinya memiliki kesan yang berbeda. Setelah senjata katana dengan nama honjou masamune ini muncul, barulah terasa aura yang menekan jiwa Veroa, bila dia mendapat senjata itu sebelum mendapat pengalaman mengerikan dalam penyiksaan di Neraka, dia mungkin akan merasa sangat tertekan atau bahkan mungkin akan langsung pingsan begitu senjata itu muncul, tapi jiwanya yang sekarang telah sangat kuat dan tangguh.
Dia pun segera mengambil honjou masamune yang masing melayang itu ke dalam genggaman tangannya.