
Hukuman dari Dewa, tak ada makhluk hidup yang mendapat hukuman saat dia hidup. Biasanya, mereka akan mendapat hukuman setelah mati, sesuai kejahatan yang telah diperbuat.
Ada satu kasus, dahulu kala pada masa malaikat dan iblis diberi wewenang oleh Dewa untuk mengelola dunia ini, Raja Iblis Azazel yang terlalu mengacaukan keseimbangan dunia, diberi hukuman secara langsung oleh Dewa Hukum. Veroa adalah mahkluk yang kedua yang mendapat hukuman Dewa secara langsung.
Di saat dia membuka mata, pandangannya terbelah dua. Sekilas, dia melihat tangan kanannya menjauhinya. Tubuhnya ambruk terbelah dua dan bersimbah darah, kemudian seperti waktu berputar mundur, darah kembali masuk ke tubuhnya sembari kedua tubuh yang terbelah menyatu kembali. Dia baru sadar setelah tubuhnya terbelah untuk yang kesekian kalinya.
Kejadian itu terus terulang entah berapa kali. Yang pasti, dia tak dapat berteriak mengekspresikan rasa sakit yang teramat sangat, karena setiap kali matanya terbuka, tubuhnya telah terbelah tanpa memberikan waktu baginya untuk bernafas. Dia hanya dapat menyaksikan tubuhnya terbelah berulang kali, merasakan rasa sakit yang tak terbayangkan berulang kali, dan kembali hidup berulang kali.
Raja Iblis Azazel, pada masa penyiksaannya, hanya kesaradarannya yang masih ada, ingatan dipisahkan oleh Dewa Hukum, agar apa yang telah menimpanya semasa penyiksaaan tak dapat diingat dan hanya jiwanya saja yang mendapat penyiksaan. Secara alam bawah sadar, meskipun Raja Iblis Azazel tak mengingat siksaan yang telah diterimanya, perasaan takut dan cemas saat melakukan suatu tindakan yang berlebihan memberikan tekanan yang besar pada jiwanya. Jadi, sudah jelas bahwa tujuan penyiksaan ini adalah untuk memberi pengajaran pada jiwa yang sulit diatur, bisa dibilang, menanamkan rasa trauma yang permanen.
Begitupun seharusnya berlaku untuk Veroa, tapi Dewa Takdir tak menyadari bahwa Sistem Katalis yang terintegrasi dengan jiwanya, menjadikan kesadaran dan ingatan Veroa akan selalu terhubung. Bila pun Dewa dengan paksa memisahkan keduanya, Sistem Katalis telah menanamkan sistem pertahanan. Jadi, pada saat Dewa Takdir memisahkan ingatan dan hanya menyisakan kesadaran dalam masa penyiksaan ini, yang terpisahkan hanyalah ilusi belaka.
__ADS_1
Keberadaan Sistem Katalis adalah eksistensi yang setara atau bahkan melampaui Dewa. Dia adalah kehendak dunia. Tidak ada yang tahu tentang-Nya, bahkan Dewa sekalipun. Kehendak dunia, Sistem Katalis adalah keberadaan yang misterius.
Dari sini, apabila kesadaran dan ingatan masih menyatu dan masih aktif saat penyiksaan, maka setelah dia kembali ke dunia, hasilnya takkan sama dengan Raja Iblis Azazel.
Masa penyiksaan terus berlanjut dengan pola siksaan yang berulang, namun setelah beberapa tahun, hukuman diubah. Dari awalnya tubuhnya terbelah dua secara vertikal berulang kali, dilanjut dengan tubuh yang terbakar sampai menjadi abu dan hidup kembali, tubuh yang meleleh seperti es krim yang disimpan di padang pasir, organ tubuh yang ditarik oleh benang tak kasat mata hingga terlepas dari tubuh, bahkan besi memanjang yang berduri yang dimasukkan ke dalam perut melalui mulut pun telah dia rasakan. Itu semua adalah pengalaman yang paling menyakitkan dan mengerikan yang pernah dia rasakan. Tapi, terlepas dari itu semua, dia mengingat semua rasa sakit itu dan menjadikan jiwanya semakin kuat dan tangguh.
Seandainya tangannya dicabut sekalipun, dia yang sekarang merasakannya seperti saat dia sedang memotong bahan masakan, tapi pisaunya tak sengaja mengiris kecil kulit jari tangannya hingga mengeluarkan darah yang sangat sedikit. Artinya, dia takkan merasakan rasa sakit yang berarti.
Setelah selesai masa penyiksaan, dia diberi waktu istirahat di dunia hampa untuk merefleksikan diri.
Di kala waktu luangnya, dia memikirkan berbagai hal dan mendapat kesimpulan yang logis. Yang pertama, selama penyiksaan, dia tak mendapat penuaan di tubuhnya, yang berarti dia meyakini bahwa di dunia, waktu sedang berhenti atau waktu di dunia tidaklah berhenti, tetapi bisa juga karena perasaan dirinyalah yang merasa bahwa waktu telah berlalu sangat jauh, sedangkan sebelum dedaunan dapat kembali berdansa di antara angin malam, dia telah mengalami siksaan miliaran kali yang terus berulang. Bagaimanapun, menurut Einstein, waktu itu relatif. Untuk kesimpulan yang kedua, dia meyakini bahwa Sistem Katalis sedang menyembunyikan eksistensinya, agar tak disadari oleh Dewa.
__ADS_1
Kemudian, waktu hukuman yang kedua pun telah tiba. Dia secara tiba-tiba berada di tempat yang sangat panas. Orang – orang sedang bekerja tanpa henti di bawah teriknya matahari yang sangat banyak dan sangat dekat. Ada yang menambang aura negatif dunia, menanam aura positif, memeriksa gulungan yang menggunung di tiap sudut, ada juga yang memasak cairan bening untuk dijadikan suplai makanan para pekerja.
Muncullah sosok yang memandu Veroa ke tempat dirinya akan dipekerjakan. Tak terpikirkan olehnya, sosok yang menjadi pemandu itu seorang malaikat yang sangat indah tak tertandingi. Malaikat Pemandu itu segera pergi setelah mengantarkan Veroa ke tempat dirinya akan dipekerjakan sebagai penambang aura negatif dunia. Sebelumnya, Malaikat Pemandu sedikit memberikan penjelasan terkait aura negatif dunia, seperti definisinya, bagaimana itu terbentuk dan asalnya, serta dampak yang akan mempengaruhi para pekerja di pertambangan aura negatif dunia.
Dari sini, Veroa segera dapat mengambil kesimpulan bahwa hukuman kali ini akan mengenalkannya dengan aura dunia, negatif dan positif dengan menjadi penambang di Taman Surga. Untuk tata cara menambang, seorang penambang disuruh memperagakannya dan menjelaskan bagaimana cara menambang yang baik, agar tak terjadi kecelakaan.
Dia pun mulai menambang aura negatif dunia. Tak terhitung para pekerja yang tak dapat bertahan dari dampak yang ditimbulkan aura negatif dunia. Banyak yang menjadi iblis dan dibuang ke Dunia Terbengkalai. Baik itu para pekerja baru maupun para pekerja senior, telah digantikan kembali oleh para pekerja baru, sedangkan Veroa sampai saat ini masih bertahan. Rata-rata para penambang dapat bertahan selama lima tahun, ini telah kelima belas tahun Veroa bekerja di pertambangan aura negatif dunia.
Dewa Takdir yang mengetahui hal ini, merasa terkejut karena ada manusia yang mampu bertahan selama itu yang mana sama persis seperti Raja Iblis Azazel, lima belas tahun bekerja di pertambangan aura negatif dunia. Karena bagaimanapun, itu memang batas hukuman bagi makhluk hidup di pertambangan aura negatif dunia, Veroa segera dipindah tugaskan ke pertanian aura positif.
Sosok malaikat pemandu yang teramat indah kembali memandu dirinya ke tempat yang dimaksudkan. Dia kembali diberi arahan yang mana sama seperti sebelumnya, namun berisi penjelasan yang berbeda.
__ADS_1